Posessif Arka

Posessif Arka
episode 20


__ADS_3

Arka melihat interaksi antara papah nya dengan Danil di meja makan yang terlihat bahagia serta di iringi canda gurau


"Arka, sini nak kita sarapan bersama," titah sang papah


"Arka langsung berangkat aja,"


Sang papah hanya menghela nafas panjang melihat sikap Arka yang semakin hari semakin menjauh darinya


"maafin Danil ya pah,"


"bukan salah kamu nak, Arka cuma masih kecewa sama papah, nanti juga dia akan baik lagi kaya dulu, jadi jangan menyalahkan diri kamu ya?"


"iya pah,"


"habiskan makan nya,"


"aku udah selesai makan nya, kalo gitu Danil langsung berangkat sekolah ya pah," pamit Danil


"buat hari ini dan seterusnya... berangkat dan pulang sekolah kamu akan pakai supir," jelas papah nya, semata-mata untuk menjaga Danil dari hal yang tidak-tidak


"Danil sendiri aja pah, kenapa harus pakai supir?"


"papah ga nerima penolakan, pokonya kamu pakai supir, ini juga demi kebaikan kamu nak,"


"terserah papah aja, Danil nurut,"


~~


"hai Ar," sapa Ana pada Arka yang berada di rumah nya


"pagi cantik nya Arkaaaa," dengan gemas Arka mencubit kedua pipi Ana


"sakit tauuuu," Ana cemberut di perlakukan seperti itu, tapi seneng juga si hehe


"kamu udah baikan?"


"emang nya aku kenapa sampe ga baikan segala?"

__ADS_1


"ck, kemarin kan kamu abis kena bully, masa gitu aja udah lupa,"


"oh itu," dengan tampang polos nya," aku gapapa, ga ada luka serius juga, jadi gausah di pikirin, " jelas nya," kita langsung berangkat aja keburu siang,"


"kaya biasa kita sarapan bubur dulu,"


"kenapa kamu ga sarapan di rumah?"


"ga berselera," ucapan Arka sedikit dengan nada tidak suka, alasan nya pasti karena Danil," ayo ah kenapa jadi diem-dieman gini si,"


~~


Setelah selesai sarapan, kini kedua nya melanjutkan perjalanan menuju sekolah, Ana menikmati angin segar di pagi hari yang membuat kulit wajah nya terasa dingin


Seperti biasa sesampai nya di sekolah banyak tatapan kagum ke arah Arka, bagaimana tidak tergila-gila? Pesona Arka memang se wow itu, bahkan Ana pun merasa tidak menyangka jika dirinya bisa berada dalam lingkungan Arka


Arka menggandeng tangan Ana dengan lembut, Ana di buat salting dengan perlakuan Arka yang manis.


"jangan genit-genit sama cowo lain dan juga jangan tebar pesona sana-sini aku ga suka milik aku di lirik sama yang lain," ujar Arka memperingati


ada-ada saja Arka ini, lagian siapa juga yang akan terpesona dengan Ana? Dirinya tidak secantik itu untuk tebar pesona pada lelaki lain, bisa berdekatan dengan Arka saja seperti anugerah bagi nya.


"banyak An, cuma kamu nya aja yang ga sadar,"


"ada-ada aja kamu ini,"


"kamu ga percaya?"


"engga,"


"gapapa, kamu cukup percaya sama aku aja,"


"musyrik percaya sama kamu mah wle,"


"berani ya sekarang?"


"ampun Ar engga lagi deh ahahahahaha," Ana di gelitiki Arka di tepi lapangan dan itu mengundang tontonan gratis bagi sisw/i yang melihat Arka yang tertawa lepas dengan Ana

__ADS_1


Ana berlari sekuat mungkin supaya tidak tertangkap oleh Arka


"udah An jangan lari ntar jatoh," teriak Arka memperingati


Bruk


"aw," ringis Ana terjatuh akibat menabrak seseorang


"Ana!" pekik Arka. Arka berlari secepat mungkin menghampiri Ana," lutut kamu lecet," Arka meniup luka Ana dengan hati-hati, karena takut menyakiti Ana


"lo kalo diem jangan di tengah jalan dong!! liat? Ana jadi jatuh," emosi Arka pada perempuan yang di tabrak Ana


"ini salah aku Ar bukan dia, aku nya aja yang ga hati-hati ," Ana berujar memberitahu


"tetep aja dia juga salah karena diem di tengah jalan," ucap Arka tak terima," minta maaf lo sama Ana," perintah Arka pada perempuan


"Ar," peringat Ana


"diem, nurut aja, buruan minta maaf sama Ana!" ucap nya lagi


"maaf An," ucap perempuan itu dengan suara pelan


"e-eh iya gapapa, harus nya bukan lo yang minta maaf tapi gue, jadi maaf ya?"


"iya An gapapa,"


"ini sakit?" tanya Arka pada lutut Ana


" sedikit perih si" ucap Ana memberi tau


"kita ke UKS dulu aja,"


"ini cuma lecet doang Ar, gausah ke UKS segala,"


"ga ada penolakan," Arka menggendong Ana dengan paksa


"turunin ih Arka maluuuuu," rengek Ana

__ADS_1


Seakan pendengaran Arka tuli, meskipun Ana berteriak meminta di turunkan namun Arka diam tidak peduli.


__ADS_2