Posessif Arka

Posessif Arka
episode 23


__ADS_3

"Arkaaaaaaaaaaa," teriak Stella begitu nyaring di telinga Arka, aksi tidur nyaman nya terganggu oleh Stella


"Stel, berisik ah, ngantuk nih," suara khas Arka ketika bangun tidur sangat merdu juga, jadi suka


"udah pagi tau Arkaaaaa, ayo bangun ih ntar telat sekolah nya," ujar Stella sambil melompat-lompat di atas kasur Arka


Dengan sekali tarikan Stella terjatuh ke dalam pelukan Arka, dan itu membuat Stella menggerutu ga jelas, sekuat tenaga Stella memukul dada bidang Arka supaya cowo itu segera bangun


"ayolah Arkaaaa, nanti kita telat, ini udah siang banget tauuuuu," cerca Stella


Dengan ogah-ogahan Arka pun bangkit dari tidur nya dan melihat jarum jam yang sudah menunjukan jam 6 lewat 10 menit, mata melotot, kenapa bisa kesiangan seperti ini si!! gerutunya


Secepat kilat Arka mandi dan memakai seragam sekolah nya dengan lengkap, setelah nya langsung turun ke lantai bawah


"sini Ar, sarapan dulu," titah Stella, Arka menurut saja sebab tidak ada satu pun keinginan Stella yang terbantahkan oleh nya, bagi Arka.. Stella adalah segala nya," mau aku ambilin? " tawar Stella


"gausah, sendiri aja,"


Danil yang melihat interaksi kedua nya pun terlihat sangat mesra, sebenar nya Stella juga tipikal cewe yang tidak terlalu buruk, dia suka berbaur dengan siapa pun termasuk dirinya,"seragam lo sama kaya gue Stel, lo.."


"iya Nil, gue satu sekolah sama kalian dan mulai hari ini gue udah resmi jadi murid sekolah kalian," ujar nya dengan riang


"cepet banget keterimanya?"


"sebener nya kalo soal surat kepindahan udah dari lama, jadi gue di Swiss nunggu hasil nya aja dan akhir nya keterima deh,"


"semoga betah ya Stel," ucap Danil dengan ramah

__ADS_1


"jangan kebanyakan ngobrol sama dia Stel, ga selevel," desis Arka


"Arka!" tegur Stella," gaboleh gitu ih,"


"gausah di dengerin Nil, anggap aja setan," cibir Stella


"gue jadi ga berselera makan, mending kita berang sekarang aja Stel," ajak Arka


Se spcial itukah Stella? sampai Arka melupakan Ana? bahkan memberi nya kabar saja tidak sama sekali


"sorry ya Nil, kita duluan, lo gapapa kan?"


"iya Stel gapapa, duluan aja,"balas nya yang masih dengan suara terdengar ramah," Arka pasti lupa sama Ana," gumam Danil


~~


Ana terus saja mengecek handphone nya dan berharap ada notifikasi dari Arka, tetap saja tidak ada. Niat hati ingin menelpon Arka, namun selalu ia urungkan karena tidak enak


Dari semalam waktu Arka pulang dari rumah nya, cowo itu sama sekali tidak memberi nya pesan, biasanya cowo itu paling sering memberinya kabar meskipun hal yang tidak penting sekalipun.


"hai An, berangkat sekarang ayo, keburu telat,"


"Danil," gumam Ana


"jangan bengong Ana, ini udah ga ada waktu lagi, udah mepet banget,"


"e-eh iya Nil," Ana mengikuti langkah Danil dan memasuki mobil nya

__ADS_1


Sebisa mungkin supir Danil membawa mereka sampai tujuan dengan selamat dan tidak telat.


Memang ya rezeki anak baik selalu terkabul


"untung An kita ga telat," Danil merasa lega sekarang karena sudah berada di pekarangan sekolah


"makasi ya Nil,"


"kenapa pake acara makasi segala si? aku kan pacar kamu. Udah lupa ya? Apa hati kamu sudah sepenuh nya ada sama Arka?"


"mmm Nil itu apa aku ga maksud kaya gitu, emang nya salah ya kalo aku ngucapin makasi sama pacar sendiri?"


"engga juga si," Danil hanya menyengir kuda," yaudah kamu cepetan masuk kelas, perlu aku antar?"


"gausah, gapapa aku sendiri aja, nanti kamu kecapean lagi gara-gara anter aku dulu," ujar Ana sambil terkekeh


"nganter pujaan hati mah ga bikin aku merasa cape An,"


"ih gombal banget si," dengan gemas Ana mencubit hidung Danil dengan pelan" aku duluan ya Nil, kamu hati-hati,"


"kamu juga hati-hati An,"


Entah seperti apa perasaan Ana sekarang, yang jelas.. ketika berdekatan dengan Danil.. perasaan yang ada dalam hati nya seperti berkurang, apa mungkin rasa cinta untuk Danil itu perlahan hilang?


Sebelum memasuki kelas, Ana melihat Arka bergandengan tangan dengan seorang cewe di pinggir lapangan yang belum pernah ia kenal sebelum nya, mereka terlihat sangat mesra," jadi ini alasan kamu Ar?" lirih Ana yang menahan sesak dalam hati nya, dan setelah nya Ana memasuki kelas, tidak peduli dengan Arka, lagi pula.. siapa dirinya ini? bukan kah hanya di jadikan sebagai alat saja oleh Arka? Jadi untuk apa Ana berharap lebih pada Arka? tidak ada


Ternyata kebahagiaan kemarin sore yang tercipta tidak ada artinya, ini salah dirinya sendiri yang terlalu menaruh rasa percaya diri, hingga terjatuh sesakit ini.

__ADS_1


Sikap baik dan romantis yang Arka berikan pada Ana selama ini hanyalah omong kosong, pikir Ana


__ADS_2