Posessif Arka

Posessif Arka
episode 73


__ADS_3

Helaan nafas panjang sering di keluarkan akhir-akhir ini ketika pikiran nya tertuju pada hal-hal yang membuat dirinya di hantui bayang-bayang sosok orang tak di kenal yang meneror nya beberapa hari yang lalu.


Dinding kaca yang menjadi pembatas itu pun membuat Ana leluasa melihat hamparan Ibu kota jakarta dengan indah ketika di lihat di malam hari.


Memori otak nya memutar ketika memilih bertahan dengan Arka sesuai yang di ucapkan Bayu atau pergi menjauh demi keselamatan ibu nya. Entah kenapa di saat seperti ini malah selalu ada masalah yang tak terduga? Sebenar nya siapa orang itu? Sampai-sampai melakukan aksi teror supaya dirinya menjauh dari Arka.


"Kenapa orang itu dateng pas gue engga lagi sama ibu? Kenapa dia bisa tau kalo ibu sendirian? Apa dia ada di sekeliling gue?" monolog nya pada diri sendiri. Akhir-akhir Ana memang kerap kali memikir kan hal ini, sampai dirinya sendiri di buat pusing.


"Harus nya waktu itu Bayu gue suruh masuk dulu supaya dia tau dan mungkin ada sedikit pencerahan kalo dia liat." ucap nya dengan lesu," Kalo kaya gini kan gue sendiri yang bingung dan harus berpikir keras! Mana ibu ga tau orang itu lagi gara-gara pake topeng," lanjut nya dengan sedikit sebal," Andai aja gue bisa mergokin dia," mata nya tertuju pada langit yang di hiasi ribuan bintang yang berkerlap-kerlip.


"Indah" puji nya.


Tangan yang semula bersedekap di dada kini mulai mengarah ke atas seakan-akan sedang berusaha menggapai salah satu bintang yang berada di atas.


"Apa Ayah ada di salah satu bintang itu?" bibir bawah nya di gigit dengan kuat seraya menahan sesak ketika membayangkan sosok Ayah nya yang telah tiada." Ana kangen Ayah," air mata nya mulai menetes secara perlahan." Ayah, maafin Ana yang belum bisa bawa ibu berobat. Ana cuma bisa kasih ibu obat-obatan biasa aja, Ana belum mampu Ayah," lirih nya sembari menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan milik Ana.


Ana cukup di buat takut dengan kondisi ibu nya, sebab penyakit yang di derita oleh ibu nya sangat serius dan Ana takut hal-hal buruk akan terjadi cepat atau pun lambat.


"Bentar-bentar," Ana baru mengingat sesuatu yang mungkin akan menjadi titik terang tentang si peneror," Kunci Apartemen ini kan yang punya cuma gue sama Danil ... jadi ... selain itu ... pasti ada duplikat atau .. Danil pernah ngasih ke seseorang?" pikir nya


Rasa sedih nya seketika menghilang ketika pikiran nya menemukan titik terang.


"Berarti gue harus nanya ke Danil soal kepemilikan kunci Apartemen ini," ini adalah sebuah tanda-tanda yang bagus bagi Ana supaya lebih cepat mengetahui sang peneror. Setidak nya Ana cukup lega dan kenapa juga baru sekarang Ana kepikiran soal ini?


"Sebenar nya Danil sakit apa ya? Ko udah 4 hari ga pulang dan ga masuk sekolah lagi. Kalo emang cuma sekedar gabut aja .. masa iya si Danil segabut itu?" pikir nya


Mumpung besok hari minggu .. jadi Ana bisa menjenguk Danil pagi-pagi sekalian olahraga.


Mata nya tertuju ke arah jalanan yang di padati kendaraan yang mungkin mereka akan malam mingguan, entah itu untuk berkencan dengan kekasih nya atau hanya sekedar nongkrong bersama teman-teman nya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dan kini rasa kantuk sudah menyerang, akhir nya Ana pun menyerah dan mulai beranjak menuju tempat tidur untuk merebahkan tubuh nya yang sudah mengantuk.


"Hai," sapa Ana ketika memasuki ruangan Danil, Ana melihat jika lelaki itu sedang bermain handphone.

__ADS_1


Ana sengaja tidak mengabari jika dirinya akan menjenguk Danil padahal mereka sedang chatingan.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan memberikan ibu nya makan serta obat, Ana berpamitan sebentar untuk menjenguk Danil dan itu pun karena ada maksud lain.


"Kenapa ga bilang-bilang kalo mau kesini? Padahal kita lagi chattingan loh," ucap Danil yang melihat kedatangan Ana.


Seperti biasa Danil di temani oleh Arka dan kedua teman nya, seakan-akan mereka memang niat berada di rumah sakit.


"Tau lo mau kesini gue jemput An," ujar Bayu


Gavin hanya melirik sekilas setelah nya sibuk kembali dengan handphone milik nya. Sedangkan Arka .. cowo itu hanya diam sembari memakan buah apel yang ada di tangan nya.


"Sekalian olahraga," balas Ana kepada Bayu. Ana mulai berjalan mendekati Danil dan duduk di kursi kosong tepat di pinggir Danil." Ga ada niatan buat pulang? Kalo cuma bosen diem di rumah .. kenapa sampe ga masuk sekolah?" tanya Ana keheranan sambil menatap Danil dengan lekat


"Sesekali emang ga boleh?" ucap nya dengan terkekeh sambil meletakan handphone nya


"Udah 4 hari loh,"sebal Ana


"Nanggung An, nunggu seminggu dulu" celetuk nya


"Udah makan?" tanya Danil pada Ana


"Udah tadi sama ibu barengan,"


Danil manggut-manggut seraya mengiyakan,"Kenapa ga ngasih tau dulu kalo mau kesini?"


"Emang kenapa? Ga boleh ya?"


"Bukan ga boleh, tapi kan aku bisa nyuruh supir buat jemput kamu," jelas nya


"Sekalian olahraga, matahari pagi kan bagus buat tubuh,"


"Tapi .. sebener nya kedatangan aku ke sini mau nanya sesuatu," ucap Ana mulai serius

__ADS_1


Arka dkk yang mendengar ucapan Ana pun seketika ikut serius dan bertanya-tanya.


"Nanya apa?"


"Siapa yang punya kunci Apartemen selain aku sama kamu?"tanya Ana tanpa basa-basi lagi


"Kenapa nanya kaya gitu?"


"Jawab aja,"


"Emang nya ada apa An?" sahut Bayu seraya bertanya


"Ada sesuatu,"balas nya


Danil berpikir ..." Selain aku sama kamu ..... Arka"


Ana menoleh ke arah Arka, akan tetapi tidak mungkin, karena yang ibu bilang .. dia itu sosok perempuan dan lagi .. perempuan itu menyuruh nya untuk menjauhi Arka."Selain itu?"


"Ga ada"


"Yakin?" tanya nya memastikan


"Ada apa si An, kenapa nanya soal kunci Apartemen?" tanya Gavin mulai fokus ke arah Ana


"Ada sesuatu?" tanya Bayu


"Kamu ga mau ada orang lain yang megang kunci Apartemen Danil selain kamu sama dia?" tuduh Arka pada Ana. Arka menggunakan logat nya menjadi aku-kamu lagi ketika berbicara dengan Ana.


Arka pikir Ana tidak menyukai jika ada orang lain yang mengusik kehidupan nya bersama Danil.


"Bukan," Ana menggelengkan kepala nya dengan keras,"Apa kunci itu kamu pegang?" tanya Ana yang menatap Arka dengan sempurna.


"Engga, waktu itu Stella pernah minjem kunci Apartemen Danil buat ngambil tas nya yang ketinggalan di sana, dan .. sekarang belum di kembaliin," jelas Arka.

__ADS_1


Arka memang memegang kunci Apartemen Danil dan itu pun secara tidak sengaja karena dirinya menemukan kunci itu ada di lantai rumah nya. Ketika hendak mengembalikan kepada Danil .. cowo itu justru memberikan nya, kata nya supaya sewaktu-waktu ingin berkunjung, padahal posisi waktu itu mereka sedang tidak akur.


"Stella?" beo Ana seraya mengerutkan kening nya. Apa mungkin Stella pelaku nya? Tapi .. Ana belum mempunyai bukti yang kuat jadi .. dirinya tidak boleh menuduh orang sembarangan.


__ADS_2