
"Gue bisa pulang sendiri,"ujar Ana memecah keheningan ketika Arka sedari dari mengekori kemana langkah kaki Ana pergi, dan kini Ana akan pergi pulang karena sudah terlalu lama meninggal kan ibu nya sendirian. Ada sedikit gugup ketika kembali berdekatan dengan sosok Arka yang sudah lama ini tidak pernah bertegur sapa, perasaan itu masih ada bahkan masih sama dan tidak berkurang sedikit pun.
Arka tidak menjawab melainkan merongoh handphone nya seraya menelpon Bayu, tidak lama dari itu Bayu pun datang menghampiri ke area parkiran rumah sakit. "Anterin dia," ucap Arka kepada Bayu setelah mengucapkan kalimat itu Arka langsung melenggang pergi dan kembali memasuki area rumah sakit dengan sedikit terburu-buru.
Ana yang melihat kepergian Arka pun menghela nafas pelan dengan tatapan yang sendu.
"Ayo An," ajak Bayu seraya menghidupkan mesin motor nya
"Eh, iya Bay," balas Ana yang langsung menaiki jok motor
Di antara kedua nya tidak ada yang berniat membuka suara sedikit pun, Ana yang sibuk dengan isi pikiran nya sedang kan Bayu memfokuskan mata nya untuk melihat jalanan agar diri nya membawa Ana dengan selamat, jika lecet sedikit saja dirinya akan di amuk oleh Arka dan Danil.
20 menit berlalu kini kedua nya sampai di depan pintu kamar Apartemen milik Danil yang kini di tempati oleh Ana dan ibu nya. "Sampai sini aja Nil, makasi udah anterin gue. Sorry ngerepotin,"
"Santai aja An,"jawab nya sambil memasukan kedua tangan nya kedalam saku dan terlihat terkesan cool."sebelum Ana membuka pintu nya ..." Apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalin Arka An." pinta nya
Ana sampai di buat bingung dengan ucapan Bayu yang secara tiba-tiba," Dia sendiri yang minta gue buat tinggalin dia,"
Bayu bersandar di dinding tembok agar bisa melihat Ana dengan keseluruhan," Turutin aja omongan gue An, jangan pernah tinggalin Arka. Semua terjadi bukan keinginan dia, tapi .. ada maksud lain,"
"Apa?"
"Nanti lo bakal tau sendiri dari mulut Arka, atau .. dari Danil,"
"Kenapa engga lo sendiri yang kasih tau gue? "
"Gue ga ada hak, pokonya jangan pernah pergi dari hidup Arka, dia bener-bener cinta sama lo An, dan kalo dia bilang kalo dia ga cinta sama lo .. itu kebohongan terbesar buat dia. Tolong kasih semangat buat dia, dia butuh itu An." merasa sudah terlalu panjang berbicara, Bayu pun pamit pergi untuk kembali ke rumah sakit supaya bisa ikut menemani Danil.
"Gue pamit,"pamit nya
__ADS_1
"Hati-hati, sekali lagi makasih,"
Bayu mengangguk pelan seraya pergi dari pandangan Ana.
Kepergian Bayu membuat Ana semakin di buat termenung dengan ucapan nya tadi." Sebenar nya .. apa yang terjadi? Kalo memang Arka beneran cinta sama gue .. kenapa dia tega nyakitin gue berkali-kali tanpa berpikir?" monolog nya sendiri sebelum memasuki kamar Apartemen," Apa lo sembunyiin sesuatu dari gue Ar?" lirih nya
"Ana," panggil sang ibu ketika melihat Ana memasuki kamar nya
"Iya, kenapa bu?" Ana menghampiri sang ibu dan duduk di samping nya. Ana di buat bingung ketika sang ibu memegang tangan nya begitu erat."Ibu kenapa?"
"Kamu masih ingat waktu ibu di teror sama orang yang ga dikenal itu?"
Ana mengangguk pelan dan masih dengan tatapan bingung nya," Inget, emang nya kenapa? Dia teror ibu lagi?" tanya nya memastikan
"Iya. Tadi dia dateng kesini lagi"
"Ibu gapapa, dia ngancam bakal bunuh ibu kalo kamu masih berdekatan sama Arka," ucap nya dengan tatapan sendu
"Tapi .. aku udah lama ga deket sama Arka bu" apa mungkin orang itu sudah tau yang sebenar nya? Seperti yang Bayu tadi bilang jika Arka tidak benar-benar ingin menjauhi Ana dan itu hanya karena sebuah alasan. Dan mungkin saja .. itu alasan Arka menjauhi dirinya? Pikir Ana."Apa motif dari semua ini ya bu?" Ana jadi merasa takut jika meninggalkan ibu nya terlalu lama.
"Mungkin orang itu suruhan seseorang yang cinta sama Arka?" pikir Ibu nya
"Hmm, bisa jadi"
"Maaf ya An? Dalam kondisi ibu yang kaya gini ga bisa bantu kamu, maaf nyusahin kamu terus"
"Apaan si bu!" tegur nya," Aku ga suka ibu ngomong kaya gitu. Aku ga merasa di repot kan sama sekali"jelas nya
"Tapi An, karena ibu .. kamu sama Arka jadi renggang kan?"
__ADS_1
"Bukan salah ibu, tapi ini udah takdir nya aja. Ana yakin, suatu saat nanti semua akan kembali pulih, doain Ana ya bu?"
"Ibu pasti doain kamu An, makasih udah mau jaga ibu sejauh ini,"
"Ana pasti akan selalu jagain ibu sampai kapan pun," ucap nya dengan senyuman yang mengembang
~~
"Lo anterin Ana sampai mana?" tanya Arka ketika melihat Bayu sudah datang kembali ke rumah sakit. Saat ini Arka dkk berada di sofa ruangan Danil. Sedangkan Danil istirahat karena sedang melakukan cuci darah beberapa menit yang lalu. Wajah nya yang semakin pucat pias membuat Arka semakin di buat khawatir yang berlebihan.
"Sampai depan pintu Apartemen nya, lo takut bener kalo Ana gue turunin di pinggir jalan?"
"Bisa aja kan? Karena lo males anter Ana, terus lo turunin dia?"
"Lo pikir gue cowo apaan? Sampai tega turunin cewe pinggir jalan?"tanya Bayu dengan sedikit sebal,"Jomblo gini juga gue ga pernah tuh nyakitin cewe," lanjut nya dengan sedikit menyindir
Arka yang mendengar itu pun hanya memutar bola mata nya malas dan kembali menatap Danil dari kejauhan."Dia ga ngomong apa-apa sama lo?"
"Engga" jawab nya dengan singkat karena sedang memainkan game online bersama Gavin
"Menurut kalian .. cara gue ini bener ga si?"
"Ga seharus nya lo nyakitin Ana karena keinginan lo yang mau nebus kesalahan lo sama Danil,"sahut Gavin tanpa menoleh sedikit pun," Gue tau ini sulit buat lo Ar, tapi .. kenapa engga lo omongin baik-baik aja sama Ana? Dia pasti kecewa karena udah lo bikin dia sakit hati berkali-kali,"lanjut nya dengan sedikit menohok
"Pikiran gue udah buntu Gav, cuma cara itu satu-satu nya yang ampuh supaya Ana cepet benci sama gue,"
"Meskipun gue ga suka sama cara lo .. gue tetep bakal dukung apa pun yang akan menjadi keputusan lo Ar," timpal Bayu dengan menepuk kedua bahu Arka dua kali,"Tapi gue harap .. lo bisa memperbaiki semua nya. Toh juga si Danil sepenuh nya udah relain Ana ke lo, yakan?"
Keadaan seperti inilah yang membuat Arka harus berpikir keras. Jujur saja selama tidak bertegur sapa dengan Ana membuat dirinya di landa kerinduan yang menjadi-jadi. Pura-pura tidak peduli adalah kebohongan terbesar bagi Arka, pasal nya selama ini Arka selalu mengawasi Ana meski dari jarak jauh dan itu pun di ketahui oleh kedua teman nya.
__ADS_1