
Rumah megah menjulang tinggi bak istana, Ana terpesona dengan desain rumah yang ada di depan nya
"ini... rumah siapa Ar?"
"rumah papah aku, ayo," dengan malas Arka menyebut nama papah
"engga ah," cicit nya
"gausah takut, papah aku ga gigit orang,"
"ish Arka," Ana memukul tangan Arka dengan pelan
Arka terkekeh melihat tingkah Ana yang lucu," udah ah ayo masuk," tanpa ba bi bu Arka menarik tangan Ana dengan pelan dan membawa nya masuk ke dalam rumah
Ana terus saja mengekor kemana kaki Arka melangkah, dan saat ini mereka berdua berada di kamar milik Arka
Mata Ana tak henti-henti nya menampilkan raut kagum pada rumah Arka yang mulai dari bagian luar rumah sampai seisi nya
"kamu duduk aja An, aku mau mandi dulu gerah banget,"
"abis itu langsung anter aku pulang ya?"
"hmm,"
__ADS_1
Di rumah Arka, Ana tidak mendapati papah Arka dan juga Danil, Ana sudah tau jika mamah Arka sudah meninggal sejak bangku SMP dan itu pun Danil yang memberitahu nya
Ada rasa syukur juga Danil tidak ada, karena Ana merasa tidak enak jika Danil melihat dirinya berduaan dengan Arka
15 menit berlalu Arka keluar dari kamar mandi nya dan tidak lupa ia sudah memakai pakaian lengkap, sebab jika memakai pakaian di kamar ... ada Ana disana
"tidur rupanya," gumam Arka yang melihat Ana tertidur di sofa, dengan langkah pelan akan ikut duduk di sebelah Ana dan memiringkan kepalanya agar bersandar di pundak Arka.
Arka melihat wajah Ana dengan tatapan kagum, ternyata... jika di lihat sedekat ini.. Ana sangat cantik dan terlihat polos sekali, bulu mata nya lentik, hidung nya imut dan bibir nya berwarna pink muda
Tangan Arka tiba-tiba terangkat mengelus setiap inci wajah Ana dengan lembut," aku bingung An, awal nya memang hanya sekedar ingin merusak kebahagiaan Danil lewat kamu, tapi sial nya malah di luar kendali aku An, aku.. merasakan sesuatu yang aneh kalo deket sama kamu," Arka bermonolog sendiri," apa kamu merasakan hal yang sama kaya aku An?" tanya Arka pada Ana yang sedang tertidur
"aku yakin sama perasaan aku sekarang An, kalo aku jatuh cinta sama kamu," ujar Arka yang masih bermonolog ," aku ga bakal biarin cowo mana pun deketin kamu An termasuk Danil sekalipun, kamu cuma milik aku,"
Mata Ana mengerjap dan merasakan ada pelukan di tubuh nya, Arka.. itu pelukan dari Arka. Ana melihat wajah Arka sedekat ini, wajah tenang dari Arka membuat senyum Ana seketika terbit tanpa di minta.
Ternyata Arka setampan ini jika di lihat dari jarak dekat, tangan nya terulur merapikan rambut Arka yang menghalangi sebagian mata nya, Ana berusaha berhati-hati supaya tidak mengganggu tidur Arka
Ana melihat jam yang di pakai di pergelangan tangan nya ternyata sudah menunjukan pukul 4, selama itu dirinya tidur
"aku lupa belum kasih ibu makan," gumam nya dalam hati," gimana ini? mau bangunin Arka... tapi tidak enak, takut nya malah kena marah jika mengganggu," lanjut nya yang masih dalam hati
Ana terus saja memandangi wajah tampan milik Arka, hingga tersadar ketika mata Arka sudah terbuka, kini mereka saling pandang dengan jarak dekat.
__ADS_1
"terpesona hm?" tanya Arka menggoda Ana dengan suara khas bangun tidur
"Aaaaaaaaa suara Arka tak tertolongkaaann, tolong bungkus huaaaaaaa ,"jerit Ana dalam hati
Ana gelagapan karena tertangkap basah memandangi wajah Arka," a mmm itu anu apa namanya itu Ar e-engga," dengan gugup Ana menjawab pertanyaan dari Arka
tawa Arka pecah melihat Ana yang gugup seperti itu," pandangin aja yang lama An, aku suka ko, karena... semua ini punya kamu," ujar Arka sambil menunjuk diri nya sendiri
Ana semakin di buat salah tingkah dengan sikap Arka, " ekhem," Ana berdehem menetralkan jantung nya yang berdisko sedari tadi," aku mau pulang Ar,"
"yaaahh Anaaaaa," rengek Arka," masih nyaman kaya gini aku nya, bentar lagi ya janji," pinta Arka
Kenapa Arka jadi semanja ini? pikir nya,"ibu aku sendiri di rumah,"
Arka langsung duduk tegap karena memang benar ibu Ana sendirian di sana, dan ibu Ana tidak bisa melakukan apa pun tanpa bantuan Ana
"eh iya An, maaf ya? yaudah aku anterin kamu pulang oke?"
Jalanan jakarta memang tidak pernah absen dari yang namanya kemacetan lalu lintas, selalu saja padat dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
"kita beli makan dulu, sekalian buat ibu kamu juga," Arka menepikan motor nya di sebuah restoran untuk membeli makanan
Soal motor, memang sudah Gavin bawa ke rumah Arka dan begitu pun dengan mobil Gavin yang sudah di bawa pulang. Sudah menjadi hal yang biasa bagi Gavin dan Bayu menyelonong ke rumah Arka tanpa permisi, terkecuali jika ada papah nya itu beda lagi
__ADS_1