Posessif Arka

Posessif Arka
episode 11


__ADS_3

Saat ini sudah siap-siap berganti pakaian untuk pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan artinya Ana sudah bisa pulang.


ketika Ana keluar dari cafe, mata nya melihat keberadaan Arka di area parkiran," Arka?"


"udah selesai An? langsung pulang aja ayo, udah malem banget, kamu harus banyak istirahat biar besok nya semangat buat sekolah," ujar Arka dengan panjang lebar


"tadi siang aku udah bilang kan? gausah jemput, kamu pasti kecapean," ujar Ana yang tidak enak hati pada Arka


"ssttt jangan bahas itu dulu, sekarang kita pulang oke,"


Dengan sigap Arka memegang tangan Ana agar mempermudah menaiki motor milik nya.


"udah?"


"udah Ar,"


"pake," titah Arka yang memberikan jaket pada Ana supaya memakai nya, sebab angin malam sangat tidak baik untuk kondisi badan


"kenapa di kasi ke aku? kamu juga pake kaos doang, ntar malah masuk angin,"


"pake aja Ana, aku gapapa udah biasa kaya gini,"


"makasi Arka," ucap Ana dengan tulus. Fikir Ana... apakah Arka benar-benar melakukan ini dengan sukarela atau.. ada niat lain? Jika alasan nya karena Danil, kenapa Arka harus repot-repot antar jemput diri nya? Bahkan Ana sendiri mampu menggunakan angkutan umum tanpa harus di antar jemput oleh Arka maupun Danil.


Dengan perlahan Arka membawa tangan Ana supaya perempuan itu memeluk nya dari belakang.

__ADS_1


Deg


Perasaan apa ini? kenapa tubuh nya merasa tidak karuan kala Ana berdekatan seperti ini, bukan kah ini kemauan nya sendiri agar Ana memeluk nya? Tapi kenapa malah dirinya juga yang merasa ada yang aneh.


Jantung Ana seperti sedang maraton, ingin sekali cepat-cepat sampai di rumah, ia tidak ingin terlalu lama dalam posisi seperti ini.


"tuhaaaaaannn toloooongg," jerit Ana dalam hati


Mulut Ana tidak henti-henti komat- kamit di balik punggung Arka, Ana sengaja menyembunyikan wajah nya di balik punggung Arka, sebab saat ini hati nya sedang tidak baik-baik saja


"An, udah sampe," ujar Arka memberi tau


"a-iya Ar udah sampe, makasi ya?" ucap Ana yang seketika turun dari motor, rasa nya ingin membuka mulut saja sangat gugup, " mau mampir?" tawar nya


"lain kali aja, sekang udah malem banget, kamu masuk aja sana," Arka berusaha bersikap biasa-biasa saja, alih-alih dirinya takut jika Ana mendengar suara jantung nya yang berdetak kencang


"kamu aja Ana, kamu kan cewe,"


"rumah aku udah keliatan tuh," sambil menunjuk ke arah rumah nya ," jadi kamu aja yang duluan,"


"kalo gitu aku pamit pulang, " Pasrah Arka yang menuruti keinginan Ana," besok pagi berangkat sekolah nya bareng ya? besok aku kesini buat jemput kamu,"


"terserah kamu aja,"


"An," panggil nya lagi," hp kamu mana?"

__ADS_1


"buat?"


"mana dulu sini,"


Ana pun menyodorkan hp milik nya dari pemberian Danil waktu lalu


"nih,"


"udah?"


Arka mengangguk pelan," aku pulang ya? selamat malam cantik nya aku,"


"malam juga Arka," ucap nya dengan pelan," hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut bahaya," peringat Ana


"siap sayaaaaangg,"


Aaaaaaaaaaaaaa rasa nya malu sekali ketika Arka bersikap seperti itu. Tangan Ana memegang kedua pipinya yang kini sudah di pastikan berubah menjadi merah tomat.


Dengan langkah pelan serta senyuman yang terbit dari bibir Ana membuat dirinya seperti sedang di landa kasmaran. Ketika teringat sesuatu Ana langsung berlari menuju ke dalam rumah nya, sebelum memasuki kamar milik Ana, kini dirinya melihat sang ibu terlebih dahulu, setelah di lihat.. ternyata ibu nya sudah tertidur pulas, itu memang sudah aneh lagi, ketika Ana pulang bekerja.. ibu nya selalu sudah tertidur.


Setelah memastikan ibu nya sudah tertidur, kini Ana memasuki kamar nya, tidak lupa membersihkan badan dan mengganti pakaian khas untuk orang tidur.


Ana teringat pada sesuatu pemberian Arka yaitu boneka Minions berwarna kuning yang berukuran setengah dari badan nya


"Arka," Ana memanggil nama Arka ketika dirinya memeluk boneka Minions itu, tidak henti-henti nya Ana tersenyum sendiri ketika memikirkan Arka

__ADS_1


"ya ampun Ana, lo gaboleh mikirin Arka," Ana yang memperingati diri nya sendiri, karena tersadar jika ini salah" gaboleh, gaboleh, gaboleh, lo harus inget! Danil pacar lo! kenapa malah mikirin Arka si!!" gerutu nya menyalahkan diri sendiri


"huft, lebih baik tidur, iya tidur biar bisa lupain semua nya.. terutama Arka," ujar nya meyakin kan diri


__ADS_2