
Atas paksaan Dari Arka .. Bayu dan Gavin akhir nya menyerah dan lebih memilih pergi sekolah.
Awal nya memang mereka menolak, sebab ingin menjaga Arka sampai sembuh, dikarenakan tidak ada yang menemani Arka di rumah sakit.
Dengan berat hati .. mereka pun menuruti nya.
Arka selalu berkata bahwa dirinya akan baik-baik saja meskipun tanpa pendamping, lagi pula .. ada banyak dokter dan suster jika memang Arka sedang membutuhkan sesuatu.
Bukan tanpa alasan Arka melakukan semua itu, semua nya karena Arka tidak ingin teman-teman nya terlalu lama bolos sekolah, terlebih lagi tidak ada yang menjaga Stella selama di sekolah.
Dan tidak lupa .. Arka juga berpesan kepada kedua teman nya agar mengawasi Ana dan berusaha membujuk nya untuk menemui dirinya, karena .. Arka sudah sangat-sangat merindukan sosok Ana selama ini.
Dan tidak lupa .. Arka memberikan tugas kepada kedua teman nya agar memberitahu kegiatan apa saja yang Ana lakukan selama dirinya tidak ada.
Terlebih lagi Arka menegaskan bahwa jangan sampai ada cowo mana pun yang berani mendekati Ana, karena Ana hanya milik nya seorang.
Jika sampai ada yang berani mendekati Ana ... Arka akan pastikan jika cowo itu akan menyesal karena telah main-main dengan nya.
~~
"Gue pengen bolos aja ih," rengek Stella," Boleh ya Gav, Bay? Kali ini aja," mohon nya," Kasian Arka sendiriaaaaannn," pinta Stella yang berada di parkiran sekolah
Kedua nya sama-sama menulikan ucapan Stella yang sudah merengek sedari tadi.
Tangan mereka berdua pun tak henti-henti nya Stella tarik agar mereka luluh dengan Stella.
Tanpa ba bi bu, mereka berdua memegang tangan Stella satu-satu dan menarik nya menuju kelas.
Tentu saja hal itu membuat Stella berontak.
Sontak pemandangan itu pun menjadi pusat perhatian seluruh siswa/i yang berlalu lalang.
Ketika sedang acara tarik-menarik .. dengan tak sengaja mata Bayu menangkap sosok seorang Ana yang sedang berjalan menuju toilet.
"Lo urus Stella Gav, gue mau kesana," ujar Bayu sambil mengarahkan dagu nya pasa sosok Ana, dan seketika Gavin pun paham dengan maksud Bayu
"Oke, yakinin dia Bay," pinta Gavin
Bayu mengangguk pelan, setelah nya langsung berlari menuju Ana dan meninggal kan Gavin dan Stella
__ADS_1
Bayu mengambil nafas dalam-dalam karena cape pagi-pagi sudah berlarian seperti di kejar setan.
Ternyata kekuatan berlari Bayu tidak diragukan, tujuan nya ingin bertemu Ana telah terlaksana.
Kini Bayu sudah menghadang jalan Ana dengan nafas yang masih belum teratur.
Ana mengernyit bingung melihat Bayu di depan nya.
Karena Bayu tidak juga memulai pembicaraan .. Ana pun seketika melangkah kan kaki nya kembali karena ingin ketoilet.
Sebelum langkah pertamanya terjadi .. Bayu langsung mencekal sebelah tangan Ana.
Sontak hal itu pun membuat Ana langsung menepis nya dengan kasar," Sopan sedikit! Maen asal pegang-pegang tangan orang aja!" desis nya
"Sorry An,sorry." maaf Bayu pada Ana," Gue mau ngomong sama lo sebentar boleh?" tanya Bayu dengan sebuah harapan
"Dari tadi lo udah ngomong, ngapain pake acara nanya segala?" sinis Ana
"M-maksud nya bukan itu An, tapi gue mau ngomong yang lain, mau kan? Bentar aja" mohon Bayu
"Gue sibuk!" tolak Ana mentah-mentah, sebab dirinya tidak ingin berurusan dengan yang nama nya Arka atau pun antek-antek nya.
Ana terpaksa mengiyakan ajakan Bayu, sebab dirinya di buat risih dengan tatapan-tatapan orang-orang di sekitar nya."Oke, cuma sebentar, gue punya waktu banyak. Bentar juga masuk bel pelajaran."
Bayu tersenyum kemenangan dan tanpa membuang-buang waktu .. Bayu langsung menarik tangan Ana menuju taman belakang.
"Duduk An," titah Bayu yang sudah terduduk di hamparan rumput halus
"Cuma bentar kan? Ngapain harus duduk segala, langsung aja," titah nya yang tidak ingin basa-basi
"Biar enak ngobrol nya An, buruan duduk, ntar malah keburu bel lagi,"
"Huft, udah kan? Langsung aja," Ana sudah terduduk di samping Bayu, dan cowo itu sambil memainkan jari nya di atas rumput.
"Arka sakit," ujar Bayu yang memulai pembicaraan
Memang benar.. Ana tidak melihat Arka beberapa hari ini."Ngapain ngasih tau ke gue? Ga penting banget," balas Ana dengan malas jika membahas seorang Arka
"Dia kecelakaan An, dan sekarang dia ada di rumah sakit udah 2 hari,"
__ADS_1
Ana kaget mendengar jika Ark kecelakaan, namun secepat mungkin .. Ana menetralkan wajah nya kembali agar terlihat biasa-biasa aja," Bagus dong, cowo brengsek kaya dia emang harus ngerasain sakit,. Bahkan sakit yang dia alami sekarang ga sebanding dengan rasa sakit gue sekarang," desis Ana menggebu-gebu
"Sebenci itu sama Arka An?" tanya Bayu memastikan," Padahal Arka kecelakaan karena pikiran nya ga fokus. Dia terus-terusan mikirin lo An,"
Sebisa mungkin Ana tidak terpancing dengan perkataan Bayu, bisa saja kan itu cuma akal-akalan Arka dan menyuruh Bayu untuk membujuk nya?
"Sampai sekarang pun .. Arka selalu nanyain kabar lo An, bahkan kondisi nya yang kaya gitu pun.. Arka sama sekali ga peduli, yang terpenting dia bisa ketemu sama lo,"
"Dia selalu maksa gue buat bawa dia ketemu sama lo,"
"Apa lo gamau nemuin Arka An?"
"Gak!" tolak nya," Giliran udah kecelakaan malah nanyain gue," sinis nya
"Lo salah Ana, Arka selalu nanyain lo tiap hari,"
"Meskipun raga nya sama Stella .. tapi hati nya hanya tertuju sama lo An,"
"Lo mau coba rayu gue Bay? Karen lo temen Arka?" tanya Ana dengan acuh nya
"Engga sama sekali An, ini murni keinginan gue sendiri. Tolong percaya sama Arka kali ini aja, dia bener-bener butuh lo,"
"Yang dia butuhin cuma Stella Bay, bukan Gue!"
"Lo cemburu karena Arka selalu deket sama Stella? Mereka cuma sekedar sahabat An ga lebih,"
"Cemburu? Bukan itu Bay, tapi .. omongan dia ga pernah bisa gue percaya lagi Bay, karena udah terlalu banyak kebohongan,"
"Percaya sama gue, gue berani jamin ... Arka ga ada niat buat bohongi lo An, gue jamin itu," ujar Bayu meyakinkan," Arka pengen banget ketemu sama lo An, mau ya temuin Arka di rumah sakit? Dia susah makan, meskipun Stella suka berhasil .. tapi cuma hanya sesuap atau dua suap doang. Yang dia pikirin cuma lo An, dia cuma mau lo ada di samping dia,"
"Plis An, mau ya?" pinta Bayu dengan penuh harapan
Apa Bayu bisa di percaya? Ah tidak-tidak! Arka dan teman-teman nya sama aja.
Ana tidak boleh termakan oleh rayuan siapapun yang menyangkut nama Arka.
Triiingg
Suara bel masuk sekolah pun berbunyi," Sorry Bay, gue udah terlanjur sulit buat percaya lagi," seketika Ana pun langsung pergi dari hadapan Bayu yang menyimpan begitu banyak harapan di sana.
__ADS_1