
Sikap Arka semakin hari semakin membuat Ana tambah mencintai nya, meskipun Ana sudah beberapa kali di sadarkan jika dirinya juga masih sah menjadi kekasih Danil.
Entah apa yang harus Ana lakukan sekarang, berkata jujur pada Danil membuat nya tidak enak hati.
Cepat atau lambat .. Ana tetap harus memutuskan semua nya, agar tidak ada yang terluka di antara mereka.
Ana selalu merapalkan kata maaf untuk Danil, sebab dirinya sudah gagal menjaga hati nya untuk Danil, dan kini Ana malah terjerat dengan cinta yang Arka berikan.
"Mau mampir dulu?" tanya Ana setelah tiba di kediaman nya.
"Lain kali ada gapapa kan? Soalnya udah malem banget, ga enak juga sama tetangga," tolak nya dengan halus
"Iya gapapa, lagian juga besok masih sekolah."
"Aku langsung pulang ya An," Arka mengusap pipi Ana dengan lembut," Abis bersih-bersih langsung tidur, oke?"
"Siap kapten," ujar nya sambil melakukan hormat
Arka terkekeh pelan melihat sikap Ana yang membuat nya gemas," Aku pulang dulu, besok aku jemput kamu,"
"Hati-hati dan makasih,"
"Sama-sama cantik," ujar nya sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"Dasar cowo genit," cibir nya
"Yang penting pacar kamu,"
Arka langsung melesatkan motor nya dari pekarangan rumah Ana.
Sebelum memasuki kamar .. Ana terlebih dulu mengecek kondisi ibu nya, karena itu sudah menjadi rutinitas Ana setiap hari.
"IBU!" pekik nya sambil mendekati sang ibu yang tergeletak di lantai.
Ana terkaget melihat kondisi ibu nya yang bisa di katakan tidak baik-baik saja.
Tangan dan kaki nya di ikat, serta mulut nya juga di bekap dengan sebuah kain.
Dengan gerakan cepat Ana membuka ikat tali yang ada di tangan dan kaki nya.
Ana terisak, siapakah yang tega melakukan hal seperti ini kepada ibu nya yang malang.
__ADS_1
Mereka benar-benar keterlaluan dan tidak memiliki rasa kemanusiaan! Ana sangat ingin berteriak marah kepada merek yang sudah tega kepada ibu nya.
Setelah berhasil membuka tali .. selanjut nya Ana membuka kain yang menutup mulut sang ibu.
Ana membantu ibu nya untuk berbaring kembali di atas kasur.
Tangan ibu nya Ana genggam dengan erat seraya menumpahkan air mata nya disana.
"Siapa yang udah tega lakuin ini sama ibu?" Ana berucap di sela-sela tangis nya
Ibu Ana mengusap air mata Ana yang terus saja mengalir deras." Ibu gatau siapa mereka, soal nya .. mereka pake topeng, tapi ibu mendengar salah satu di antara mereka dengan suara seperti perempuan."
"Kita kan ga pernah buat masalah sama siapa pun bu, jadi alasan mereka apa?"
"Orang itu bilang... dia bakal hancurin ibu dan kamu, kalo kamu masih deket-deket sama Arka,"
"Apa kamu punya masalah di sekolah?"
Jadi motif mereka karena masalah antara hubungan dirinya dan Arka, tapi .. siapa yang udah tega melakukan ini? Meskipun Ana mencurigai seseorang .. tapi Ana rasa tidak mungkin dia melakukan semua ini.
"Ibu liat dia nyimpen sesuatu di atas meja, coba kamu cek,"
"Sudah liat kondisi ibu mu hm?"
"Itu hanya permulaan yang engga seberapa, kalo gue sampe liat lo deket-deket sama Arka lagi .. gue pastiin nyawa ibu lo yang akan jadi taruhan nya, paham?"
"SELAMAT MENIKMATI MASA-MASA SURAM ANATA,"
Baru saja Ana merasakan kebahagiaan nya kembali, kini malah di timpa masalah yang tidak main-main.
Jika sudah menyangkut Ibu nya .. Ana tidak bisa berbuat apa-apa.
Sekarang yang jadi masalah nya adalah .. bagaimana cara nya Ana menghindari Arka tanpa alasan yang jelas? Arka tidak mungkin bisa melepaskan Ana dengan mudah.
"Apa isi nya Ana?" tanya sang Ibu membuyar kan lamunan Ana.
"Hm? Bukan apa-apa bu, mungkin orang itu cuma iseng menaruh kertas ini di meja." ucap Ana sembari merobek-robek kertas dengan kecil.
Ana tidak mungkin memberitahu ibu tentang isi yang ada di atas kertas ini, karena Ana tidak ingin membuat ibu nya merasa khawatir dan dapat membuat kondisi ibu nya memburuk.
"Ibu baik-baik aja kan? Apa ada luka serius," tanya Ana bertubi-tubi
__ADS_1
"Ibu baik-baik aja, sekarang lebih baik kamu masuk kamar bersih-bersih, abis itu tidur, soal kejadian malam ini .. jangan terlalu di pikirin,"
Bagaimana mungkin Ana tidak memikirkan masalah ini? Terlebih lagi peneror itu menyangkut nyawa ibu sendiri.
Ana tidak mau kehilangan ibu satu-satu nya ini, karena jika tidak ada ibu nya .. Ana akan di temani siapa nanti nya?
"Maaf Arka, aku terpaksa harus melepaskan kamu, semua ini hanya untuk melindungi ibu," lirih nya dalam hati.
"Ana masuk kamar ya bu? Selamat malam," ucap Ana sambil mencium kening ibu nya.
~~
"Baru pulang?" tanya Stella
"Belum tidur?" Arka pikir Stella sudah pergi dari kamar nya, ternyata .. tidak.
"Jawab pertanyaan aku Arkaaaa," bukan nya menjawab, Arka justru malah balik bertanya.
"Masuk kamar Stel, tidur udah malam." titah nya
"Ya jawab dulu pertanyaan akuuu," geram Stella
"Kenapa harus aku jawab? Kamu kan udah liat aku ada di sini, berarti aku pulang," Arka sampai tak habis pikir dengan pertanyaan Stella yang terdengar konyol.
Dengan kesal Stella bangkit dan pergi dari kamar Arka sembari menghentakkan sebelah kaki nya.
Melihat Stella yang sudah pergi dari kamar nya .. Arka langsung merebahkan tubuh nya di kasur tercinta dan membayang kan wajah Ana yang sudah menjadi candu nya.
Ingin sekali rasa nya Arka segera lulus sekolah dan langsung menikahi Ana secepat nya. Arka tidak sabar sekali dengan hal itu.
Senyum nya tidak pernah luntur jika mengenai Ana, Ana adalah hidup nya, dan Ana adalah segala nya.
"Aku gatau kedepan nya akan kaya gimana An, yang pasti .. aku pengen kamu selalu ada di sisi aku setiap saat, dan mencintai aku tanpa jeda," monolog nya sendiri
Arka melihat-lihat foto Ana, baru saja ketemu .. sekarang malah udah rindu aja.
"Aku ga pernah merasakan seperti sebelum nya, cuma sama kamu aku merasa nyaman. Meskipun aku pernah menyukai Stella .. tapi rasa nya sangat beda sekali saat aku sama kamu An,"
"Kamu harus jadi milik aku sepenuh nya Ana, ga ada yang boleh deketin kamu atau pun suka sama kamu selain aku. Dan aku akan habisi mereka yang berani nyentuh kamu,"
Tak sadar jika Arka langsung terlelap tidur dengan poisi memegang hp dan menampilkan foto Ana di sana yang di jadikan wallpaper oleh Arka.
__ADS_1