Posessif Arka

Posessif Arka
episode 36


__ADS_3

Kedua teman Arka di buat khawatir dengan keadaan Arka yang sedang di periksa oleh dokter di dalam sana.


"Gav, lo udah telepon bokap Arka?"


"Lupa gue," saking khawatir nya pada Arka, Gavin sampai lupa memberi tahu orang tua nya," Gue telepon dulu,"


Panggilan pertama tidak di angkat, Gavin pun mencoba untuk melakukan nya kembali sampai sambungan nya di angkat.


Akhir nya ...


"Ada apa Arka malam-malam begini telepon Papah?"tanya Papah nya di sebrang sana


"Hallo om? Maaf ini bukan Arka, tapi Gavin,"


"Loh Gavin, ada apa? Arka nya mana?"


"Maaf om, sebenar nya ... Arka kecelakaan, sekarang lagi ada di rumah sakit dan lagi di periksa sama dokter,"jelas nya memberitahu


"Kenapa bisa kecelakaan Gavin? Bagaimana kondisi Arka? Apa di baik-baik saja?" tanya nya dengan khawatir


"Arka udah ga sadarkan diri di tempat kejadian om, luka nya juga cukup parah, jadi Gavin juga gatau kondisi Arka sekarang kaya gimana, soalnya masih di periksa dokter,"


"Apa om bisa pulang?" tanya Gavin dengan hati-hati


Terdengar helaan nafas dari sebrang sana,"Maaf Gavin, dengan berat hati .. om belum bisa pulang buat jenguk keadaan Arka, mungkin nanti jika urusan om di singapura sudah selesai .. om akan segera pulang,"


Gavin meremas kuat handphone milik Arka, sepenting itukah urusan nya disana? Sampai anak nya terbaring lemah di rumah sakit saja tidak peduli.


Orang tua macam itu? Sampai mementingkan urusan nya di banding anak.


Bayu melihat wajah Gavin yang merah padam, urat-urat tangan nya menonjol, dengan gesit Bayu mengambil alih telepon milik Arka. "Hallo om, ini Bayu. Apa om mau kesini?"


"Maaf Bayu, om tidak bisa. Urusan om disini belum selesai, tolong jaga Arka dengan baik ya? Atau engga .. kalian bisa hubungi Art yang ada di rumah om untuk jaga Arka selama di rumah sakit,"


"Om bener-bener ga bisa pulang banget ya?" ujar Bayu dengan nada kecewa


"Bayu, om bener-bener tidak bisa pergi gitu aja, disini om juga sangat sibuk, maaf,"


"Yaudah om, kalo gitu ... Bayu tutup telepon nya, maaf udah ganggu om malam-malam kaya gini,"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bayu, terimakasih juga sudah memberikan om informasi tentang Arka, dan tolong kasih tau om jika keadaan Arka ada perkembangan,"


"Iya om, pasti,"


Tut


Pantas saja Gavin sangat terlihat marah, mana ada seorang Papah setidak peduli itu kepada anak nya dan lebih mementingkan urusan yang tidak seberapa itu. Lagian .. sepenting apa si urusan nya? Sampai anak nya di rumah sakit saja tidak di pentingkan.


"Pantes aja si Arka sering marah-marah sama bokap nya, ternyata kelakuan nya begini," gumam Bayu yang masih bisa terdengar oleh Gavin


"Gila emang itu si tua bangka!" desis Gavin dengan amarah yang memuncak, sesekali Gavin menonjokan tangan nya pada tembok untuk melampiaskan amarah nya.


"Gimana kalo gue coba telepon si Danil? Siapa tau dia bisa bujuk Papah nya, menurut lo gimana Gav?" ujar Bayu memberikan usulan


"Coba aja," Gavin sudah malas sekali jika membahas Papah nya Arka yang egois


Untung nya.. Bayu memiliki nomor Danil, katanya si untuk jaga-jaga jika ada urusan genting dan ternyata berfaedah juga.


Sudah berkali-kali Bayu mencoba menghubungi Danil, namun satu panggilan pun tidak ada yang di angkat.


Gavin menoleh ke arah Bayu yang misuh-misuh ga jelas," Gimana?"


"Kaga di angkat! Pantesan ya si Arka marah banget sama si Danil, rupa-rupa nya begini!' desis nya," Heran gue, kenapa bokap nya si Arka lebih sayang sama si Danil?"


"Stella kasih tau jangan?"


"Gausah, udah malem juga, kasian dia kalo di ganggu."balas Gavin," Kita kasih tau nya pas dia udah pulang sekolah,"


"Kenapa ga pagi-pagi aja kasih tau nya sebelum berangkat sekolah?"


"Bego banget punya otak, kalo kita kasih tau Stella dari pagi .. yang ada dia malah bolos,"


"Kita juga kan besok sekolah Gav,"


"Gue mau bolos aja demi Arka, kasian dia ga ada yang jagain,"Gavin tidak akan tega meninggal kan Arka sendirian, apalagi orang tua nya juga tidak peduli dengan keadaan Arka


"Yaudah gue juga ikut lo aja,"


Ceklek

__ADS_1


"Keluarga pasien?" tanya seorang dokter baru keluar dari ruangan Arka


"Saya teman nya dok, bagaimana keadaan teman saya?" balas Gavin yang menjadi perwakilan


"Apa keluarganya tidak ada?"


"Tidak ada," jawab keduanya secara bersamaan


"Baiklah kalo begitu saya sampai kan ke kamu saja, jadi .. kondisi pasien bernama Arka itu luka nya cukup dalam dan sudah kami jahit, dan untung nya organ-organ penting pasien tidak apa-apa, jadi bisa dikatakan masih selamat dalam kecelakaan nya," jelas nya," Saya juga menyarakan agar pasien jangan terlalu banyak gerak, sebab tulang punggung nya mengalami keretakan,"


"Pasien akan saya bawa ke ruang rawat inap, kalian bisa menjenguk pasien setelah kami pindah kan,"jelas nya memberi tahu


"Tapi sekarang keadaan teman saya baik-baik aja kan dok?"tanya Bayu yang penasaran


"Baik-baik saja, namun pasien masih belum sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat, ada yang ditanyakan lagi?"


"Tidak ada dok, terimakasih."


"Kalo tidak ada pertanyaan lagi, saya permisi,"


Bayu dan Gavin mengikuti brangkar yang Arka tiduri di dorong oleh beberapa suster menuju ruang inap.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, Bayu dan Gavin pun hanya bisa bersabar menunggu Arka siuman.


Melihat luka-luka yang ada pada tubuh Arka .. membuat kedua teman nya meringis ngeri, rasanya pasti sakit sekali, terlebih lagi .. dokter mengatakan bahwa Arka mengalami keretakan pada tulang punggung nya.


Bayu dan Gavin duduk di sofa panjang yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit, sebab Arka berada di ruangan VVIP, itu pun atas permintaan Papah Arka dan semua biaya nya pun sudah di tanggung oleh nya.


"Gav?" panggil Bayu


"Hmm,"balas Gavin dengan deheman


"Kita kasih tau Ana jangan soal kondisi Arka?"


"Besok aja Bay, sekarang udah malem dan gue yakin dia udah tidur kalo jam segini,"balas Gavin


Yang dikatakan Gavin benar juga si


"Tidur dulu aja Bay sambil nunggu Arka bangun, jangan sampe kita ikutan sakit gara-gara nungguin si Arka,"

__ADS_1


"Hoaaaaammm, iya Gav, juga udah ngantuk banget," balas nya sambil mencari posisi nyaman untuk tidur


Sedangkan Gavin sudah lebih dulu terbaring di atas sofa dan mulai memejamkan kedua mata nya.


__ADS_2