
Membolos adalah hal yang paling menyenangkan bagi Arka dan tempat terbaik nya di dalam sekolah adalah rooftop. Kini tiga remaja laki-laki tengah asik dengan acara membolos nya dengan bermain game online, ralat hanya Gavin dan Bayu saja yang bermain, sedangkan Arka tidak, dia hanya menutup mata dalam duduk nya.
Bukan tanpa sebab mereka melakukan aksi membolos, mereka membolos ketika jam pelajaran Bahasa Sejarah saja, selebih nya mereka aman.
Mereka hanya merasa bosan ketika jam pelajaran Sejarah berlangsung, pembelajaran nya hanya seputar masa lalu dan bentuk-bentuk planet.
Mereka bisa berdiam diri di atas rooftop sekolah sampai jam pulang, sebab pelajaran Sejarah berada di akhir sebelum pulang, alhasil mereka bertiga merasa tenang. Lagi pula, meskipun mereka kepergok bolos tidak masuk kelas oleh kepala sekolah sekalipun, mereka tidak akan kena marah, sangsi, hukuman dan apa pun itu, sebab ada Arka selaku cucu dari pemilik Yayasan sekolah yang kini sedang ia tempati.
Memang benar, kekuasaan adalah segala nya, sedangkan kaum rendahan hanya bisa pasrah dan mengikuti peraturan yang berlaku dengan tertib.
"gue bingung, hubungan lo sama Ana gimana kelanjutan nya Ar?" Tiba-tiba saja Arka membuka mata kala mendapat pertanyaan yang terlontar dari mulut Bayu"lo bener cuma manfaatin dia doang kan? Ga suka atau gimana gitu?"
Arka mengetuk kan jari telunjuk nya ke bagian paha seraya berpikir," gue juga gatau Bay,"
"gatau gimana maksud lo?" Timpal Gavin
"kalian tau sendiri kan kalo gue se cinta itu sama Stella dari dulu,"
"hm, terus?"
"dan sial nya gue malah nyimpen rasa suka sama Ana," Arka memberanikan diri untuk jujur kepada kedua teman nya perihal perasaan nya pada Ana," gue juga bingung, kenapa semua nya ga sesuai dengan rencana awal gue .. yang cuma pengen manfaatin dia doang buat hancurin si Danil,"
"beneran suka lo sama si Ana?" tanya Gavin memastikan
"gue juga gatau Gav, ini beneran rasa suka atau gimana, yang jelas saat gue deket sama dia ... gue merasa nyaman dan ada yang berbeda aja,"
"fiks Ar, lo jatuh cinta sama Ana," sahut Bayu
"masa si?"
"ck, gapercayaan banget jadi orang," ucap Bayu dengan sebal
"terus sekarang apa yang akan lo lakuin?"
"gue mau minta maaf sama Ana, tapi .. dia udah terlanjur kecewa banget sama gue,"
"usaha terus Ar, gue yakin! kalo lo terus berusaha minta maaf sama si Ana, lama-lama juga dia pasti maafin lo, asal kan lo ga bikin dia sakit hati lagi," jelas Gavin mendukung sahabat nya
"eits tunggu dulu, kalo lo jatuh cinta sama si Ana ... terus Stella?" tanya Bayu yang bingung dengan masalah percintaan Arka
__ADS_1
"itu dia masalah nya," Arka frustasi, benar-benar frustasi, ia di hadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit," gue ga mau nyakitin Stella dan juga gue ga mau lepasin Ana,"
"serakah juga lo Ar," celetuk Gavin
"gausah ngomporin gue Gav, kasih gue solusi buat masalah ini!"
"kalo lo cinta nya cuma satu orang ya gue bisa-bisa aja bantu cari solusi nya Ar, lah ini dua Ar, dua." Gavin juga bingung harus ngasih solusi kepada Arka kaya gimana? Sedangkan diri nya saja tidak pernah pacaran. Tapi .. taulah sedikit-sedikit.
"pacarin aja dua-dua nya Ar?" timpal Bayu dengan tanpa beban
"sesat," cibir Gavin
"dari pada bingung iyakan?"
"mana ada cewe yang mau di dua in Bay?" ujar Arka yang lelah memikir kan nya
"diem-diem aja, jangan sampe mereka tau,"
"gue berani jamin ini ga masuk akal Bay, secara nih ya Stella pasti dengan terang-terangan ngasih tau orang-orang kalo mereka pacaran," sahut Gavin dengan yakin
"iya Bay, bener kata Gavin," timpal Arka," kalian ga ada solusi lain?"
"kutu an lo Bay? sampe garuk-garuk kepala," celetuk Gavin sambil menjauh dari Bayu, takut nya kutu Bayu loncat ke kepalanya.
"enak aja lo! yakali kutuan," sewot Bayu tak terima
"kali aja kan Bay, "
"kenapa malah kalian yang ribut! bukan nya cariin gue solusi,"
"gimana ya ... " Gavin berpikir keras mencari solusi terbaik untuk Arka
Kriiiiinggg
"udah bel pulang," ujar Bayu memberitahu
"gausah di kasih tau juga denger gue," sewot Gavin
"siapa tau lo budeg Gav," cibir Bayu
__ADS_1
Arka hanya menghela nafas pasrah," Gav, lo anterin Stella pulang, gue mau temuin Ana,"
"kalo dia nanya gimana?"
"bilang aja kalo gue ... terserah lo deh! gue juga bingung,"
"lah, gimana kalo dia ga percaya Ar?"
"sebisa mungkin lo harus bikin dia percaya, gue percayakan semua nya sama lo Gav," Arka menepuk pundak Gavin dua kali, setelah nya ia pergi dengan langkah cepat agar Stella tidak tahu.
"bantuin gue buat mikir Bay, kira-kira alasan apa ya?"
"beli kue? Stella kan suka tuh sama yang nama nya kue, iyakan?"
"masuk akal juga si, ya udahlah itu aja! dari pada bingung mau pake alasan apa lagi yakan?"
"hmm betul,"
Mereka berdua mulai menuruni tangga rooftop yang berada di lantai tiga," huft, ga tega gue bohongin Stella, gitu-gitu juga kan sahabat gue Bay,"
"mau gimana lagi Gav? kita juga kalo di posisi Arka pasti ngerasain hal yang sama,"
"semoga aja Arka secepat nya bisa nentuin, dan semua nya selesai tanpa ada masalah dari pihak mana pun," sebagai teman, Gavin akan selalu mendukung sahabat nya sampai akhir, begitu pun dengan Bayu. Mereka bersahabat sudah sangat cukup lama, jadi .. apapun yang terjadi .. mereka akan selalu bersama.
"hai Stel," sapa Bayu yang sudah berada di depan kelas Stella
"pulang sekarang yu Stel, soalnya cuacanya mendung, takut keburu hujan," ajak Gavin dengan to the point
"bentar, Arka mana? Ko ga bareng kalian?" Tanya Stella yang tidak melihat keberadaan Arka
"kata nya si dia mau beli sesuatu dulu buat lo, jadi dia duluan pergi nya, dan nyuruh kita buat anter lo pulang," alibi Bayu membohongi Stella
Diam-diam Stella tersenyum mendengar nya," oh gitu ya, yaudah kita pulang sekarang aja," ucap Stella sambil tersenyum.
"maafin gue Stel, gue terpaksa bohongin lo," ujar Gavin dalam hati
Ketiga nya melangkah kan kaki menuju parkiran sekolah," kalian mau sekalian main ke rumah Arka ga?"
"iya Stel, sekalian mau liat si Arka ntar," goda Bayu pada Stella
__ADS_1
"apaan si Bay," Pipi Stella merah padam ketika mendapat godaan dari Bayu