Posessif Arka

Posessif Arka
episode 67


__ADS_3

Banyak tatapan sinis serta cibiran-cibiran yang mengganggu indra pendengaran.


Seolah tidak peduli, Ana terus saja berjalan beriringan dengan Danil." Gausah di dengerin,"bisik Danil tepat di telinga Ana


Ana berusaha tersenyum agar terlihat baik-baik saja di depan Danil.


Yang di bicarakan mereka memang ada benar nya, Ana terlalu labil dalam memilih pasangan. Kemarin bersama Arka sekarang bersama Danil, dan itulah yang sering Ana lakukan. Wajar saja mereka mencibir seperti itu tentang diri nya.


"Aku heran deh Nil, kenapa kamu sering bolos terus? Terlebih lagi .. pihak sekolah ga pernah mempermasalahkan hal itu?" sudah lama sekali Ana ingin bertanya namun selalu di urungkan karena tidak enak.


"Pemilik yayasan ini kan nenek Arka An,"


"Nenek kamu juga Nil,"


"Iya, jadi .. ga akan ada yang ngelarang aku mau pun Arka,"


"Kekuasaan," gumam nya


Danil terkekeh pelan mendengar cibiran dari mulut Ana. Tentu saja itu hanya sebuah alibi agar Ana tidak mencurigai apa pun tentang diri nya.


"Enak ya kalo apa-apa di sangkut pautkan sama kekuasaan? Semua terasa instan."ucap Ana di tengah-tengah perjalanan nya menuju ruang kelas, Danil sengaja ingin mengantarkan Ana karena sudah cukup lama mereka tidak bertemu.


"Kamu juga bisa lakuin semau kamu, tinggal bilang aja sama aku," balas nya dengan lempeng


"Ga minat! Aku pengen dapet nilai terbaik dari hasil kerja keras aku sendiri dan tanpa bantuan dari siapa pun, apalagi pake cara kekuasaan, big no!"


"Dah sampe," tak terasa kini kedua nya sudah berada tepat di depan kelas Ana," Masuk gih, aku mau balik kelas."


"Tunggu dulu, aku mau nanya soal .. Stella,"


"Kenapa?"


"Aku ga liat dia sekolah, kemana?"


"Dia udah pindah,"

__ADS_1


"Pindah?"


"Udah ah masuk sana gausah di bahas, masalah dia mah ga penting," titah Danil yang tidak ingin terlalu lama membahas wanita itu. Sebenar nya bukan karena itu, tapi .. Danil ingin segera pergi ke toilet sebab perut nya terasa mual sekali.


"La-------" beluk sempat Ana berta nya lagi, tetapi Danil sudah pergi begitu saja dengan jalan sedikit cepat."Aneh," gumam nya


"Ga lagi mainin perasaan cowo kan lo?" tanya salah satu siswi yang sekelas dengan Ana


"Maksud nya?" Ana tidak paham arah pertanyaan dari teman sekelas nya itu


"Kemarin Arka, sekarang sama Danil, serakah banget si lo jadi orang,"


"Belagu banget jadi cewek,"


"Mikir dong! Cewe di bawah standar kaya lo ga pantes buat deket-deket sama Danil, apalagi sama Arka, ga pantes banget! Kaya bumi dengan langit,"


"Morotin harta nya aja kali," sahut seseorang dengan menuduh


"Sama sekali ga ada niatan buat morotin harta mereka," bela Ana pada diri nya sendiri. Yang benar saja, Ana tidak ada kepikiran untuk menjadi cewe matre. Meskipun dirinya tau jika saat ini memang Ana berpacaran dengan lelaki tajir melintir, tapi bukan berarti Ana memanfaatkan itu semua.


"Dimana-mana maling ga akan ada yang ngaku kalo diri nya maling,"


Tanpa memperdulikan sekitar .. Ana langsung duduk di kursi milik nya dan menyibukkan diri membaca buku.


"So iya banget," cibir nya.


Seperti nya semua orang tidak menyukai Ana jika berdekatan dengan Danil dan Arka, mungkin karena mereka dari keluarga terpandang, dan lain hal nya dengan Ana, dirinya hanya hidup pas-pasan. Karena itu lah mungkin mereka tidak suka pada diri nya.


Sesampai nya di dalam toilet, Danil langsung memuntahkan Darah segar dan tak lupa hidung nya juga mengeluarkan darah.


Sebisa mungkin Danil berusaha untuk kuat supaya tidak ada orang yang mengetahui kondisi nya.


Merasa cukup, akhir nya Danil bernafas lega karena darah nya sudah tidak mengalir lagi.


Cermin yang memantulkan wajah nya pun di lirik dengan teliti," Huft, pias banget," gumam nya sambil memegang wajah nya sendiri.

__ADS_1


"Sampe kapan harus kaya gini terus? Sakit," lirih nya yang sudah tidak tahan lagi merasakan sakit yang luar biasa di setiap hari nya.


"Danil ga kuat Pah," ucap nya dengan suara tercekat,"Ikhlasin Danil ya kalo Danil mau nyerah," monolog nya yang berbicara dengan pantulan dirinya di cermin.


"Buka, buka!" Arka menggedor pintu toilet yang di tempati Danil. Kenapa dirinya bisa tau? Sebab Arka melihat Danil yang baru mengantarkan Ana dan langsung bergegas pergi ke arah toilet sambil menutup mulut nya."Buukaaaaa!!' lanjut nya dengan sedikit berteriak.


"Nil, Danil? Lo oke kan?" tanya Bayu yang berada di balik pintu sambil telinga nya di tempel kan di pintu.


Gavin juga melakukan yang sama seperti Bayu," Ga ada suara apa pun," ujar Gavin yang tidak dapat mendengar suara sedikit pun di dalam sana.


"Da---------"


"Ngapain?" tanya Danil yang heran mendengar kegaduhan di depan bilik toilet yang di tempati oleh diri nya.


Arka langsung bergegas memastikan keadaan Danil seraya memutar-mutar tubuh nya.


"Ck, kenapa si?" heran Danil


"Muka lo pias, mau balik aja? Gue anterin," tawar Arka


"Gue baru masuk sekolah, yakali langsung bolos,"balas Danil dengan malas," Lo pada juga ngapain?" tanya Danil kepada kedua teman Arka


"Mereka udah tau,"


Danil menatap tajam ke arah Arka," Kenapa lo sembunyiin semua ini? Jadi nya kan lo sendiri yang rugi. Arka jadi benci sama lo karena ke salah pahaman," ucap Gavin


Bayu merangkul pundak Danil," Lo ga sendiri, sekarang ada kita. Kalo lo butuh bantuan .. gue siap bantu lo dengan suka rela,"


"Balik aja ya? Lo itu haru nya banyakin istirahat dulu,"ujar Arka yang khawatir dengan keadaan Danil dan bisa di bilang sedang tidak baik-baik saja," Gue tau lo lagi berusaha nahan sakit. Nurut aja dan sekarang balik, gue yang anter,"


"Gue mau ke kelas, bentar lagi masuk," balas Danil yang tidak memperdulikan siapa pun


"Jangan keras kepala bisa? Gue ga mau lo kenapa-napa karena lo terlalu maksain diri," kesal Arka dengan tingkah Danil yang keras kepala


"Ini alasan gue kenapa ga mau ada orang lain yang tau tentang penyakit gue ini. Bebasin gue dan jangan larang apa pun yang mau gue lakuin. Gue ga mau di akhir hidup gue tanpa melakukan berbagai macam cerita yang bakal bikin gue bahagia nanti nya, karena gue takut ga bakal bisa ngerasain lagi,"

__ADS_1


"Jaga ucapan lo! Lo bakal sembuh dan gue yang bakal pastiin itu," balas Arka yang tak terima dengan sikap pesimis Danil.


Danil melenggang pergi tanpa memperdulikan Arka dan kedua teman nya.


__ADS_2