Posessif Arka

Posessif Arka
episode 21


__ADS_3

"Ar, aku mau ke kelas, ini udah mau masuk jam pelajaran," pinta Ana pada Arka seraya memberitahu cowo itu


"ini nya udah ga sakit?" tanya Arka menanyai luka lecet yang ada pada lutut Ana


Ana menggeleng pelan," aku gapapa Ar, ini lecet biasa,"


"bagi aku ini gabiasa An, karena aku ga suka liat kamu luka sedikit pun," Ark yang begitu perhatian pada nya, membuat Ana semakin di buat bingung dengan perasaan nya sekarang


Berusaha untuk turun dari brankar UKS, Arka pun dengan sigap membantu Ana untuk berdiri. Memang ya Arka ini lebay sekali, padahal ini cuma luka lecet loh! luka lecet, ampun deh sama kelakuan Arka yang kelewat posessif


"kenapa bengong," tanya Arka , karena tidak ada pergerakan dari Ana


Terlalu larut dalam isi kepalanya nya, Ana sampai kelewat bengong," hehe, gapapa Ar, ke kelas sekarang aja yu,"


"pelan-pelan," Arka memapah Ana dengan penuh ke hati-hatian


"Arkaaaaaaaaaa, aku cuma lecet doang ih! bukan nya patah tulang! jadi gausah di pegangin kaya gitu,"


"nanti kamu jatuh Ana,"


"ga bakalan Arkaaaaa," Ana di buat gemas dengan sikap posessif Akra, ingin sekali menenggelamkan Arka ke dalam sumur, tapi ga berani hehe


~~


"makan An," titah Arka yang sudah memesankan makanan untuk Ana, tentunya menyuruh Bayu, mana mau Arka mengantri sepanjang itu? buang-buang waktu saja pikir nya


Mereka berempat sudah berada di area kantin, Bayu yang terlihat seperti orang tidak pernah makan saja ketika sedang makan seperti itu


Sedangkan Gavin, dia santai sedikit kalem, membuat Ana terperangah dengan ketampanan Gavin


"asyuuuuuu," Gavin terlonjak kaget mendapat serangan dadakan dari Arka kala kepalanya di tempeleng dengan cukup keras. Lagi enak-enak nya menikmati makan, malah di buat rusuh oleh ketua nya itu

__ADS_1


Bayu tertawa terbahak-bahak sampai tenggorokan tersedak akibat makanan yang di kunyah belum sepenuh nya ia telan


"lo kenapa Ar? sakit nih pala gue!" ujar Gavin tidak terima


"gara- gara lo Gav, cewe gue sampe anteng liatin lo makan! ga terima gue!," tatapan yang di berikan Arka pada Gavin sangat begitu sengit


Gavin melirik Ana yang sudah tertunduk itu hanya pasrah dijadikan bahan amukan Arka, padahal yang salah kan si Ana? kenapa yang kena amuk malah dirinya? " kan yang salah si Ana Ar, bukan gue," ujar Gavin membela dirinya, seketika tatapan Arka me menajam memberikan aura yang sangat tidak baik," iya Ar sorry gue yang salah," Gavin menghela nafas panjang, padahal sudah mati-matian ingin mencari ketenangan, tetap saja selalu ada biang nya


"aku ga suka ya An, kamu liatin Gavin kaya tadi," Arka cemberut tidak suka pada Ana


"jijik Ar, liat lo begitu," Bayu menatap jijik pada Arka yang bersikap seperti itu, baru kali ini melihat sikap Arka yang berbeda tidak seperti biasa nya, seperti melihat kepribadian ganda


"bacot!"


"kumat lagi," gumam Bayu


Sedangkan Ana merasa malu karena kepergok memandang kagum ke arah Gavin, alhasil malah Gavin yang kena seprot oleh Arka


~~


"ayo An pulang," ajak Arka, cowo itu izin sebentar ke toilet dan membuat Ana sedikit menunggu di area parkiran dengan kedua teman Arka


"Ar, tadi gue liat si Danil pake supir, tumben banget," ucap Bayu memberi tahu


"peduli amat gue sama dia," balas nya dengan acuh


"iya si lo kan emang ga pernah peduli ya?" Bayu juga jadi merasa aneh sendiri


"lo nya aja yang tulul Bay," celetuk Gavin


"yakan gue gapernah liat si Danil pake supir Gav, lo juga pasti ngerasa hal yang sama kan?"

__ADS_1


Yang di katakan Bayu memang ada benar nya juga si," takut sama si Arka kali, jadi nyari perlindungan," pikir Gavin, mungkin itulah alasan Danil kenapa cowo itu memakai jasa supir


"kenapa malah bahas cowo ga jelas itu? ga berguna banget," ujar Arka dengan acuh, Arka tidak menyukai apapun tentang Danil, tidak pernah suka!" ayo An, kita pulang, dan oh ya ... mulai hari ini kamu harus jadi guru privat aku, jadi sekarang kita kerumah aku oke?"


"pulang ke rumah aku dulu Ar, ibu pasti nungguin aku,"


"yaudah, tapi jangan lama,"


"kenapa ga di rumah aku aja," usul Ana," biar aku nya tenang sambil jaga ibu,"


"okelah, tapi kapan-kapan di rumah aku ya?"


"hmm," Ana mengangguk pelan


"roman-roman nya kaya yang mulai jatuh cinta nih," ledek Bayu pada Arka


"benci jadi cinta ini mah cerita nya," timpal Gavin


"heh bego! bukan begitu, tapi ... aksi balas dendam berujung cinta ahayyyy," gelak tawa kedua nya pecah, mereka merasa puas sudah meledek ketua nya


"gue lempar juga lo ke jurang!!" ancam Arka


Ana sendiri masih bingung, apakah sikap Arka dan perhatian nya selama ini tulus atau hanya di buat-buat saja, agar dirinya merasa nyaman dengan Arka?


"ampun ketua, kami pamit undur diri," ucap Bayu dengan gerakan hormat


"sana pergi, ganggu aja setan!" usir Arka


"setan teriak setan,"


Sebelum kena amuk lagi, mereka langsung melajukan motor nya dengan kecepatan sedang

__ADS_1


Arka harus banyak-banyak bersabar akhir-akhir ini, kedua teman nya selalu saja membuat dirinya merasa darah tinggi


"pegangan yang bener, kaya gini nih," Arka membawa lengan Ana agar melingkar di perut nya," jangan di lepas!" titah Arka


__ADS_2