Posessif Arka

Posessif Arka
episode 71


__ADS_3

Hari kedua di rumah sakit membuat Danil mengeluh ingin di pulang kan saja, akan tetapi keinginan nya itu di tolak mentah-mentah oleh Arka. Bahkan Arka tak segan-segan memberikan berbagai macam ancaman jika diri nya tidak menurut.


Toh juga di rawat atau tidak nya .. semua itu tidak akan berguna lagi untuk sekarang, karena semua itu sudah terlambat untuk di tangani, pikir Danil.


Arka sengaja izin tidak masuk sekolah selama Danil di rawat dan ia tidak menerima bantahan apa pun dan dari siapa pun.


Selama pemilik yayasan adalah nenek nya .. maka dirinya akan aman dalam situasi apa pun.


Kedua teman Arka pun sempat tidak akan masuk sekolah, alasan nya karena ingin ikut menemani Danil bersama Arka, namun .. Arka menolak mentah-mentah dan menyuruh mereka untuk tetap pergi sekolah, alhasil tidak ada cara lain selain menuruti keinginan Arka.


"Lo gila apa gimana? Masa bolos sekolah lama banget!" gerutu Danil yang bersandar


"Gue begini karena mau jagain lo." balas nya tanpa menoleh sedikit pun sebab diri nya sedang bermain game online


"Masih bisa ngatasin sendiri, lagian disini juga banyak dokter sama suster .. jadi gue bisa minta bantuan ke mereka aja. Gue ga mau lo bolos sekolah lama-lama karena gue,"


"Papah aja ga protes," ujar nya dengan santai,"Lagian nih ya .. kalo lo ga di awasi sama gue .. gue berani jamin kalo lo bakal kabur," tuduh nya


"Ck" macam tau-tau aja, memang benar .. dirinya sedang berusaha mencari celah agar bisa segera keluar dari rumah sakit yang membuat nya tambah pusing. Ada nya Arka membuat Danil kesusahan mencari pergerakan, gerak sedikit saja sudah di tuduh macam-macam. Tubuh nya kembali lemas secara tiba-tiba, dan hal itu membuat Danil kembali berbaring dengan gerakan pelan sebab tubuh nya tidak memiliki kekuatan.


"Kenapa?" sadar akan sikap Danil membuat Arka bertanya khawatir. Yang semula bermain game .. kini Arka memutuskan untuk mendekati Danil.


"Gapapa," jawab nya dengan singkat dan sedikit meringis


"Gapapa-gapapa," cibir nya," Kalo gapapa kenapa meringis begitu?" ucap nya sambil memutar bola mata nya malas


"Tiba-tiba lemes aja," jujur nya


"Kalo lo ngerasa apa-apa .. kasih tau ke gue. Guna nya gue di sini buat jagain kondisi lo Nil, kalo gue ga tau apa-apa .. percuma juga gue di sini." kesal Arka membuat Danil merasa bersalah. Harus nya Danil bersyukur di pedulikan oleh Arka, sebab itu sesuatu yang sempat ia pikir mustahil untuk terjadi.


"Sorry, gue cuma bikin lo susah" sesal Danil


"Apa pun yang terjadi .. gue akan selalu ada dan bakal dukung lo. Jangan di pendem sendiri, berbagi sama gue, supaya lo ga merasa sendiri." ujar nya sambil menepuk pundak Danil


"Ar, soal Ana ...."

__ADS_1


"Apa?" tanya Arka sebab Danil menggantungkan ucapan nya


"Baikan lagi sama dia Ar, gue yakin Ana ga mungkin semudah itu buat lupain lo dan balik lagi ke gue. Meskipun awal nya memang Ana cinta sama gue, tapi .. cinta nya Ana sekarang cuma buat lo Ar."


"Gausah banyak omong, lo cepet sembuh dan perbaiki hubungan lo sama Ana," sejujur nya Arka sedikit tidak suka jika harus membahas Ana, hati nya selalu terasa sakit.


"Sembuh atau enggak nya gue .. Ana bakal tetep jadi milik lo lagi Ar," ujar nya," Jangan bohongi diri lo sendiri dan juga jangan nyakitin hati lo sendiri karena gue,"


"Baikan lagi ya sama Ana?" pinta nya sedikit memohon


"Udah terlalu banyak luka yang gue kasih ke Ana, gue ngerasa ga pantes buat dia,"ucap nya sambil menatap Danil serta bersedekap dada


"Lo cuma salah menggunakan cara aja Ar, gue tau lo baik .. dan gue yakin Ana bakal bahagia sama lo," yakin Danil terhadap Arka


"Dan lo?" tanya Arka balik,"Di situasi kaya gini .. lo masih mikirin orang lain? Udahlah Nil, sekarang pikirin kondisi lo dulu."


"Lo bukan orang lain Ar, tapi saudara gue." serobot nya,"Gue mau orang-orang terdekat gue semua nya bahagia tanpa terkecuali,"


"Lo juga harus bahagia Nil,"


"Ga tau," balas nya dengan singkat. Bukan nya tak mau, tapi .. Arka cukup malu dengan sikap nya yang sudah semena-mena terhadap Ana," Jangan bahas masalah ini dulu. Ini udah masuk jam makan siang, lo harus makan," sudah ada semangkuk bubur yang di berikan oleh seorang suster sepuluh menit yang lalu, dan kini Danil harus melakukan rutinitas nya untuk makan siang, sebab 2 jam lagi Danil harus melakukan cuci darah.


"Bosen, bubur terus. Mana hambar lagi," keluh nya


"Kalo ga mau .. makan nya cepet sembuh biar bisa makan enak lagi," titah nya


"Enteng bener mulut lo," desis nya


"Ya .. iya si emang gue ga ngerasain, cuma kan .. seenggak nya gue bisa menyemangati saudara tulul gue yang satu ini," ucap nya yang sedikit terkekeh


Danil sampai menahan tawa akibat ucapan Arka yang yang menurut nya lucu." Asem banget lo!"


"Gue suapin?" tawar nya


"Ogah!" ujar nya sambil meraih mangkuk yang berisi bubur di tangan Arka," Kalo ada yang liat bisa-bisa di kira homo," cibir nya yang mulai memakan bubur

__ADS_1


Ketika keheningan melanda tiba-tiba saja pintu kamar ruang inap Danil terbuka dan menampilkan Bayu, Gavin dan ... Ana.


Ana melihat jelas raut wajah perubahan yang di berikan Arka, mungkin lelaki itu tidak menyukai kedatangan nya.


Arka langsung bangkit dan ikut bergabung dengan kedua teman nya dan memberikan ruang untuk Ana agar bisa mengobrol berdua dengan Danil.


Arka yang sadar ketika Danil menghentikan acara makan nya itu pun langsung menegur nya,"Lanjutin makan nya sampai habis," titah nya dengan intonasi rendah namun dengan aura yang berbeda


Seketika Danil pun langsung bergegas menghabisi makanan nya agar bisa mengobrol dengan Ana, pasal nya jika makanan nya belum habis .. Arka tidak akan memperbolehkan dirinya membuka suara sedikit pun.


Ana di buat deg-degan dengan sikap Arka yang menurut nya terlihat posessif terhadap Danil, ini adalah kejadian yang sangat langka. Entah sejak kapan Arka berubah seperti ini, dan .. apa alasan nya. Setau Ana .. kehancuran Danil adalah kebahagiaan bagi Arka.


Karena sibuk dengan isi kepala nya sendiri membuat Ana tidak sadar jika Danil sudah menyelesaikan acara makan nya dan kini Danil sedang menatap nya dengan tatapan bingung.


"Kenapa An? Yang di pikirin?" tanya Danil


Arka dkk sedang sibuk bermain game online di handphone nya masing-masing dan tidak berniat untuk ikut campur.


"E-eh ga ada Nil, oh iya keadaan kamu gimana?"


"Baik, seperti yang kamu lihat," Danil berusaha untuk mencari alasan agar Ana tidak terlalu lama berada di sini, karena dirinya tidak ingin Ana mengetahui penyakit yang di derita nya selama ini.


"Sakit apa si? Kenapa sampe di rawat segala?"


"Gapapa pengen aja, soal nya bosen tidur di rumah terus" alibi nya


"Aneh," cibir nya


"Ga ada yang gangguin kamu kan di sekolah?" tanya Danil memastikan


"Aman, soal nya .. Bayu sama Gavin jagain aku terus,"


"Bagus," seperti nya .. ini ulah Arka yang meminta kedua teman nya agar menjaga Ana. Sudah di pastikan Ana bakal di ganggu jika tidak ada yang menjaga.


Percakapan kedua nya berlangsung lama, berbagai macam pertanyaan pun sering Ana lontarkan dan dengan mudah nya Danil menjawab meskipun lebih banyak bohong nya.

__ADS_1


__ADS_2