Posessif Arka

Posessif Arka
episode 28


__ADS_3

Aarrrgghh


Teriak frustasi Arka di dalam kamar nya, semua barang yang ia lihat terhempas dan pecah, selimut, bantal, guling pun sudah beterbangan tak tentu arah.


Tangan nya mengeluarkan bercak darah akibat ulah nya sendiri yang menonjokan ke dinding berulang kali.


"sialan!" maki nya


Apa yang harus Arka lakukan sekarang? Bahkan Ana sudah tidak ingin bertemu lagi dengan nya, apakah Arka akan menyerah? tentu saja tidak, mana mungkin seorang Arka menyerah sebelum keinginan nya terpenuhi.


"aku ga akan biarin kalian bersatu lagi! kamu cuma milik aku Ana," desis nya dengan seringai tipis


Dasar cowo serakah! menyimpan dua cewe dalam satu hati!


Arka hanya butuh waktu untuk memilih siapa yang benar-benar pantas untuk memiliki hati nya dengan utuh, entah itu Stella atau pun Ana. Untuk saat ini hati nya masih abu-abu, belum bisa menyimpulkan hati nya ini pantas untuk siapa.


"kenapa harus terjadi sama gue!" Arka menarik rambut kepalanya dengan kuat," gue ga mau kehilangan kedua nya, mereka sangat berarti buat gue," lirih nya


Arka mencintai Ana dengan seiring nya waktu, sedangkan Stella adalah cinta pertamanya yang terhalang oleh tembok persahabatan.

__ADS_1


~~


lima belas menit yang lalu Danil sudah sampai di kediaman nya dan kini sudah berada di dalam kamar, dirinya pulang sebab memang menggunakan mobil dan juga supir pribadi nya. Danil memang sudah menceritakan semua tentang Ana kepada papah nya, jadi.. papah nya tidak pernah melarang Danil untuk menolong cewe itu.


Bagaimana jika papah nya bertanya perihal luka yang ada di wajah nya ini? dan tidak mungkin juga Danil masuk sekolah dalam keadaan wajah yang babak belur, luka nya terasa ngilu dan perih.


Danil sudah ber amanat kepada supir nya agar tidak menceritakan kejadian yang menimpa dirinya, semua biar Danil yang mengurus.


Kepalanya terasa pusing sekali, Danil berusaha mendekat ke arah kasur nya untuk merebahkan diri.


Danil bukan tidak berani untuk melawan Arka dan bukan juga tidak bisa bela diri, Danil hanya tidak ingin Arka terluka, cukup dirinya saja, dan itu bukti sayang Danil pada Arka.


"maaf Ar, gue emang salah, gara-gara gue ... lo kehilangan mamah lo," lirih nya dengan menutup wajah Danil dengan telapak tangan," jika bisa memilih... gue juga ga mau kaya gini Ar, ga mau,"


~~


Dari ujung tangga Arka bisa melihat wajah khawatir papah nya kepada Danil yang berada di ruang makan, cowo itu tidak menggunakan seragam sekolah, ia pastikan cowo itu tidak akan pergi sekolah dengan keadaan wajah nya yang di penuhi lebam.


Dengan langkah berat, Arka menuju ruang makan karena di sana sudah ada Stella yang ikut khawatir dengan keadaan Danil.

__ADS_1


Apa Danil menceritakan kejadian semalam? apa dia juga mengatakan jika luka itu dia dapatkan akibat dari Arka?


"ini kenapa bisa kaya gini nak?" tanya sang papah yang syok melihat wajah Danil babak belur


"semalam Danil di keroyok orang ga di kenal pah," alibi Danil supaya papah nya tidak memarahi Arka, sesayang itu Danil sama Arka? sedangkan Arka? ..


Pandangan Arka luruh ke arah Danil, apa katanya ? di keroyok? cih, apa dia mau cari muka sekarang? perkataan Danil yang seperti itu tidak membuat nya merasa bersalah, merasa simpati juga tidak!


Jika hati sudah di balut dengan dendam, perbuatan sebaik apapun tidak akan pernah di anggap benar.


"kenapa bisa di keroyok nak? memang nya supir ga bantu kamu buat lawan mereka?"


"luka lo juga parah banget Nil," Stella yang ikut berkomentar, ia meringis melihat luka-luka yang ada pada wajah Danil


"gausah di bahas ya pah?" mohon Danil pada papah nya," yang penting aku gapapa,"


"gapapa gimana? luka kamu parah gini juga," balas sang papah tidak terima


"yang penting kan sekarang Danil ada di sini, udah ya pah? Danil juga mohon jangan marahin supir, karen memang dia ga salah, ini cuma musibah aja," ujar Danil menenangkan

__ADS_1


"Stel, kita berangkat sekarang," ucap Arka yang sudah malas mendengar perdebatan antara papah nya dengan Danil. Se sayang itu papah nya pada Danil, bahkan dirinya tidak pernah di perlukan seperti itu, Danil sudah merebut semua dari dari nya termasuk sang papah. Emosi Arka seakan ingin meledak jika melihat sikap papah nya yang terang-terangan lebih menyayangi Danil di bandingkan dengan Arka.


Perasaan seseorang yang di penuhi amarah memang selalu menganggap mereka itu salah, bahkan melihat kedekatan mereka pun selalu membuat nya merasa cemburu.


__ADS_2