
Pukul 2 pagi tepat di hari minggu seorang Ana sudah menyelesaikan tugas kerja nya di sebuah cafe.
"Maaf ya Gav udah nunggu lama," ujar Ana tak enak hati kepada Gavin yang sudah menunggu lama.
Gavin menunggu Ana sebab atas perintah dari Arka, kata nya .. jemput Ana dan suruh dia kerumah nya.
"Gapapa An, ga lama ko. Sekarang?"
"Ayok sekarang," Ana mulai menaiki motor Gavin
Tanpa menunggu lama ..Gavin langsung menancap kan gas nya untuk segera menuju rumah Arka.
20 menit sudah Gavin menempuh perjalanan, kini mereka sudah sampai di kediaman Arka yang megah dan menjulang tinggi.
Ceklek
Kedatangan Gavin dan Ana di sambut dengan baik oleh pemilik rumah, saat ini mereka sedang berada di kamar Arka bersama dengan Bayu dan Stella.
"Sini An duduk," titah Bayu seraya menepuk di sebelah tempat duduk Bayu
"Jangan dengerin Bayu An! Sini duduk di samping aku aja," sarkas Arka yang sambil melayangkan tatapan tajam nya pada Bayu
"Basa-basi doang Ar, gitu aja ga boleh," balas Bayu yang sesekali melirik Arka yang menatap nya dengan tajam
"Ga ada yang boleh deketin Ana! Tanpa terkecuali," sinis nya
Stella yang melihat interaksi itu pun hanya bisa menghela nafas, ternyata .. Arka se posessif itu kepada Ana, dan tidak bisakah Arka bersikap biasa saja? Hati Stella nyeri sekali melihat nya.
Ana mendekati Arka yang terduduk di ranjang dan di temani oleh Stella di sana.
Meskipun Stella tau dengan kedatangan Ana .. namun posisi Stella tidak sedikit pun berubah.
"Kamu sebelah sini aja sayang," titah Arka pada Ana dengan lembut
Sebenar nya Arka ingin sekali menyuruh Stella untuk bergeser sedikit agar bisa memberikan ruang untuk Ana, tapi .. Arka tidak tega melakukan itu.
"Cape?" tanya nya ketika Ana sudah duduk di samping nya.
"Engga, udah biasa," balas nya seadanya
Arka mengelus rambut Ana dengan lembut dan membawa kepala Ana untuk bersandar di pundak Arka.
"Masih suka kerasa sakit?" tanya Ana yang menanyakan kondisi Arka
"Ga terlalu, besok juga udah bisa sekolah,"
"Yakin besok mau sekolah?" tanya Ana memastikan
"Yakin dong," balas Arka sambil mencubit hidung Ana dengan gemas," Kalo di rumah terus .. aku jarang ketemu kamu, jadi males,"
"Bucin," cibir Bayu menimpali
Arka tidak peduli dengan cibiran-cibiran yang di lontarkan teman-teman nya, karena yang terpenting adalah .. Arka bisa menumpahkan rasa rindu nya pada Ana selama ini .
Rasa nya .. tidak bertemu dengan Ana satu menit saja berasa 1 tahun, saking bucin nya.
Seperti biasa .. Bayu dan Gavin hanya sibuk bermain ps.
__ADS_1
Sedangkan Stella hanya pura-pura sibuk dengan handphone nya agar tidak terlihat seperti orang yang menahan cemburu.
Arka memang benar-benar keterlaluan, bisa-bisa nya dia mesra-mesraan di depan Stella yang dominan nya menaruh rasa pada Arka.
"Eh iya Ar, motor lo udah beres, tadi orang bengkel nelpon gue," ujar Gavin yang baru teringat dengan motor Arka
"Kapan bisa di bawa ke rumah gue?"
" Kata nya si hari ini, mungkin nanti agak sorean," balas nya yang sama sekali tidak menoleh ke arah Arka
"Dia ngomong penyebab nya apa ga?"
"Dia bilang kena serpihan beling,"
"Beling?" beo Bayu dengan wajah terkejut nya
"Kamu beli sate kemana si Ar? Sampe motor kamu kena serpihan beling segala?" tanya Stella yang tak habis pikir
Ana yang mendengar perkataan Stella pun mengerutkan kening nya bingung seraya menatap Arka meminta penjelasan.
Arka yang di pandang oleh Ana pun mengedipkan kedua mata nya seraya memberikan kode.
Ana mengangguk paham dengan kode yang Arka berikan.
"Mungkin ada orang yang ga sengaja jatuhin botol di jalan Stel," alibi Arka agar membuat Stella percaya
"Kurang kerjaan bener itu orang! Kamu kan jadi kecelakaan," gerutu Stella tidak terima
"Sayang," panggil Arka pada Ana
"Geli gue denger nya," cibir Bayu
Bayu memutar bola mata nya malas dan tidak peduli dengan Arka, kemudian dirinya fokus kembali dengan game nya.
"Mereka ga usah di dengerin, anggap aja batu ga berguna," ucap Arka pada Ana dengan penuturan kata yang sangat lembut serta tangan nya yang tak tinggal diam seraya mengelus rambut Ana.
Bayu dan Gavin sama-sama mencibir dalam hati kala mendengar perkataan Arka.
Stella berusaha menahan diri untuk tidak mengamuk karena menahan api cemburu semenjak kedatangan Ana.
"Kamu pasti belum makan kan? Kita ke bawah yuk," ajak Arka pada Ana
"Engga deh Ar, nanti aja di rumah bareng ibu," tolak Ana dengan halus
"Ga ada penolakan," Arka segera bangkit dari duduk nya dan menarik lengan Ana dengan lembut untuk membawa nya menuju ruang makan.
Ana pun tidak bisa menolak perintah Arka dan seraya meninggalkan teman-teman Arka di dalam kamar yang sibuk dengan kegiatan nya.
Setelah berada di ruang makan .. Arka tidak menemukaan makanan apa pun.
"Kita delivery aja ya?" tawar Arka
Ana berpikir sejenak," Gausah, aku yang masak aja gimana?"
"Yakin kamu mau masak? Emang bisa?" tanya Arka memastikan
"Bisa Ar, aku sering masak sendiri di rumah,"
__ADS_1
"Jangan deh An, aki takut kamu kenapa-napa," tolak Arka karena takut terjadi sesuatu pada Ana
"Udah biasa Ar, aku bisa ko, gapapa ya aku yang masak?" pinta nya yang sedikit memohon
"Asal jangan sampe terluka," pinta Arka namun sedikit ragu kala memberikan izin pada Ana untuk memasak
"Siap ganteeeengg," ujar Ana sambil mencubit pipi Arka dengan gemas
Sedangkan Arka yang di perlakukan itu pun langsung membalas nya dengan meng unyel-unyel pipi Ana.
"Sekalian aku masakin buat temen-temen kamu ya? Mereka juga pasti laper," ujar Ana sambil melangkah kan kako nya menuju dapur dan mulai memilih-milih bahan makanan yang akan di pakai.
Arka mengekor di belakang Ana dan kemudian menyandarkan punggung nya di rak piring seraya memperhatikan Ana dengan teliti." Ke enakan An kalo kamu masakin buat mereka, ntar malah ngelunjak," cibir Arka
Ana hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan seraya menampilkan senyum manis nya.
Ana sibuk memberikan bumbu pada masakan nya, saat ini Ana memasak nasi goreng yang di campuri dengan daging ayam, bakso dan sosis di dalam nya.
Arka yang mencium aroma sedap itu pun sampai tergiur ingin segera mencoba nya," Wangi banget," puji nya," Itu udah mateng?"
"Udah, ini aku mau taruh di wadah dulu, sekalian panggilin temen-temen kamu Ar, biar kita makan bareng,"
"Biarin aja lah mereka, kalo sekira nya mau makan ya .. turun aja sendiri," ucap Arka yang ogah-ogahan
Ana hanya menghela nafas dengan sikap Arka," Yaudah aku yang panggilin," sebelum Ana melangkah kan kedua kaki nya .. Arka terlebih dulu menahan.
"Kamu duduk aja, aku yang akan panggilin mereka," dengan malas Arka menuju kamar nya dan memanggil teman-teman nya untuk makan
Ceklek
"Mau pada makan ga?"
"Mau banget Arkaaa," ujar Stella dengan semangat
"Turun," hanya kalimat itu saja yang Arka lontarkan, sebab Arka sudah sangat malas sekali.
Teman-teman Arka pun ikut turun mengekori Arka menuju ruang makan.
"Widiiiihhh, lo yang masak An?" tanya Bayu yang tergiur dengan nasi goreng di depan nya
"Iya Bay, ayo makan,"
Stella pikir itu makanan hasil delivery, ternyata .. hasil masakan Ana. Sebenar nya Stella malas sekali memakan nya, tapi .. perut nya sangat lapar sekali, karena sedari pulang sekolah Stella tidak makan.
Mereka semua mulai memakan nasi goreng buatan Ana dengan nikmat," Asli An enak banget masakan lo," puji Bayu yang di penuhi makanan di mulut nya
Gavin mengangguk setuju dengan perkataan Bayu, masakan Ana memang sangat enak sekali.
"Pacar gue gitu lo," celetuk Arka dengan bangga
Bayu hanya memutar bola mata nya dengan malas seraya menikmati nasi goreng nya lagi, bahkan Bayu sampai menambah karena saking enak nya.
Masakan Ana memang tidak di ragukan lagi, ini memang benar-benar enak sekali.
"Calon istri aku pinter banget masak nya," puji Arka pada Ana
Uhuk uhuk
__ADS_1
Stella tersedak kala mendengar Arka berucap 'calon istri' pada Ana.
Mereka yang ada di meja makan pun seketika menoleh ke arah Stella dan seraya menanyakan kondisi nya.