Posessif Arka

Posessif Arka
episode 33


__ADS_3

Baru saja Arka dan Stella sampai di depan gerbang rumah nya, Arka malah di suguhkan dengan Papah nya yang sibuk memasukan koper serta barang-barang lain nya ke dalam mobil, dan tidak lupa ... ada Danil di sana.


Papah nya menoleh ke arah Arka dan Stella yang baru pulang sekolah," Syukurlah Arka kamu sudah pulang, jadi Papah berpamitan dulu sama kamu,"


"Kemana?" tanpa basa-basi Arka langsung menanyakan akan kemana Papah nya pergi


"Papah mau ke Singapura, engga lama .. cuma seminggu. Kamu jaga diri baik-baik ya? Stella, jaga Arka selama om tidak ada rumah,"


"Iya om, Stella pasti jagain Arka," balas nya dengan sopan


"Arka, Papah pergi engga sendiri tapi di temani Danil, kamu gapapa?"


"Kenapa Papah nanya aku? Bukan nya emang Papah selalu pergi sama dia,"


"Maaf om, berarti selama seminggu ini Danil ga masuk sekolah? memang nya gapapa sama nilai nya?"tanya Stella yang penasaran


"Tidak udah khawatir, itu bisa om atur,"


"Segitu sayang nya ya Pah sama dia? Sampe kemana-mana bawa dia terus, sedangkan Arka? Apa Papah pernah ajak Arka sekali aja, engga kan?"


"Bahkan di saat masih aktif dalam masa sekolah pun Papah bela-belain bawa dia," Arka tidak sudi menyebut namanya, rasa nya cowo itu tidak pantas di beri nama, apalagi menggunakan marga Papah nya.


"Arka jangan bikin Papah tambah pusing sama sikap kekanak-kanakan kamu!"bentak Papah nya pada Arka


"Pah! Aku ngerasa ga pernah di anggap sebagai orang anak disini," balas Arka yang tak mau kalah," Setiap apa yang Arka omongin selau salah di mata Papah, sebenar nya Arka ini anak Papah atau bukan?!"


Merasa bersalah sekali karena telah membentak Arka anak nya," Maaf Arka, Papah udah bentak kamu," sesal nya," Papah disana bukan untuk senang-senang, tapi .. memang ada urusan penting yang harus Papah urus," ucap nya selembut mungkin agar Arka bisa mengerti


"Alasan Papah bawa dia itu apa? Kenapa Arka ga di ajak sama masalah penting Papah? Apa Arka ga berhak tau?"


"Belum saat nya kamu Ar, Papah berangkat sekarang? Ini sudah sangat terlambat," pamit nya


Tanpa menghiraukan Papah nya .. Arka melengos pergi masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga nya menuju kamar.


Entah apa yang Papah nya sembunyikan dari Arka, sebagai anak kandung ... dirinya juga kan berhak tau. Kenapa harus Danil Danil Danil? Aarrggghh


Stella tidak berani ikut campur dengan masalah keluarga Arka, toh dirinya hanya tamu saja disini, ya meskipun memang sedari tadi ingin sekali ikut berkomentar.


Stella hanya mampu diam menyimak perdebatan antara anak dan Papah.


Melihat Danil yang anteng di dalam mobil ... membuat Stella semakin bingung, sebenar nya ada masalah apa di dalam keluarga ini? Apa memang benar Papah Arka pilih kasih? Tapi memang terlihat iya si.

__ADS_1


Terlebih lagi Papah Arka selalu membela Danil mati-matian. Entah apa yang di lakukan Danil ... sampai Papah Arka sebegitu sayang pada nya.


"Stella," panggil Papah Arka," Jagain Arka ya? Om pamit sekarang,"


Stella mengangguk patuh


Ketika mobil yang di tumpangi Papah Arka sudah pergi menjauh .. barulah Stella menyusul Arka ke dalam kamar nya. Stella sangat takut jika Arka berbuat macam-macam.


Brak


Syukurlah Arka baik-baik saja, bahkan wajah Arka terlihat sangat santai seperti biasa.


Akhirnya Stella bisa bernafas lega


"Kenapa Stel? Buka pintu sampe pake tenaga dalem segala" celetuk Arka tanpa dosa.


Tidak bisakah Arka melihat raut wajah khawatir Stella saat ini? Benar-benar menyebalkan lelaki satu ini.


"Aku takut kamu kenapa-napa," balas nya sambil mendekati Arka yang sedang memainkan handphone nya di atas kasur.


"Kamu pikir aku bakal bunuh diri gitu?" tebak nya


"Gausah mikir yang aneh-aneh, aku udah biasa di anak tirikan sama Papah,"balas nya dengan mengelus rambut Stella dengan pelan


"Sabar ya Ar, aku rasa Papah kamu butuh waktu untuk cerita," ucap nya sambil mendongakkan kepala nya ke atas agar bisa melihat wajah Arka dari bawah


"Kenapa harus butuh waktu segala? Aku kan anak nya,"timpal Arka tidak terima


"Iya si," jawab Stella dengan ragu," Tau lah aku jadi ikutan bingung,"


"Kamu aja bingung, apalagi aku?"


"Udah ah, aku mau mandi, gerah gara-gara mikirin masalah ini," Stella menyerah, lebih baik dirinya pergi mandi untuk merefresh kan otak nya supaya jernih kembali."Kamu juga mandi Ar, sekalian langsung ganti baju, bau keringet juga,"


"Berasa punya emak tiri," gumam nya dengan suara pelan, namun masih dapat di dengar oleh Stella


"Kamu ngomong apa? Ngatain aku kaya emak tiri?!"


"Salah denger kali," balas nya dengan acuh, lalu kembali memainkan handphone nya.


~~

__ADS_1


Setiap hari rabu.. Ana libur kerja, dan saat ini Ana hanya disibukkan dengan merawat ibu dan beres-beres rumah serta memasak.


Ketika sedang sibuk menyapu rumah.. Ana justru teringat pada Danil," Apa lukanya udah sembuh? Mau telepon, tapi ... takut ganggu," Ana sangat di buat bimbang dengan keadaan ini." Mana udah 2 hari ini dia ga masuk lagi,"ucap nya dengan pelan," semoga aja besok sekolah, dan aku bisa ketemu dia," harap nya.


Ting


Suara handphone Ana berbunyi menandakan ada pesan masuk, dan ternyata Arka lah yang mengirim nya pesan.


Bahkan Ana sudah mengubah nama kontak yang Arka simpan waktu itu, kini hanya ada nama Arka saja tanpa menggunakan embel-embel sayang dan emot love lain nya.


Arka : An?


Anata : Iya, apa?


Arka : lagi ngapain?


nanti malem kamu sibuk ga?


buat apa Arka bertanya dirinya sibuk atau tidak?


Anata : lagi beres-beres rumah


engga Ar, kenapa emang?


Arka : nanti malam kita jalan-jalan yuk, mau ga?


Anata : boleh, jam berapa?


Arka : jam 7 malam, nanti aku jemput kamu kerumah


Anata : okeeee


Arka : 😻😻


Omagaaaaa hanya emot seperti itu saja membuat Ana merasa salah tingkah, seperti nya hal sederhana apapun yang di berikan oleh seseorang yang kita cinta, akan membuat kita melayang di buat nya. Benar-benar ya cinta membuat seseorang bisa gila mendadak.


Ana terus saja memandang pesan terakhir yang Arka kirim, dan tak henti-henti nya Ana tersenyum. Memang hanya Arka lah yang mampu membuat nya jatuh cinta secepat ini.


Ana baru tersadar pekerjaan rumah nya belum selesai, alhasil Ana mengerjakan nya dengan buru-buru, agar nanti malam ia bisa sedikit santai.


Rasa nya tidak sabar sekali menunggu hari berubah menjadi malam.

__ADS_1


__ADS_2