Posessif Arka

Posessif Arka
episode 26


__ADS_3

Hari semakin sore, teman-teman Arka masih setia bermain game, tentunya secara bergantian. Cemilan yang begitu banyak nya telah habis ludas tidak tersisa, hanya sampah-sampah nya saja yang berserakan dimana-mana, bahkan suara bising pun tidak Stella dengar, padahal keadaan nya dia sedang tertidur, mungkin saking ngantuk nya sampai keadaan sekitar tidak dihiraukan.


"yuuuhuuuuuu, emang ya gue tuh udah bakat banget jadi gamers," ujar Bayu dengan suara sombong nya," sampe si Gavin kalah telak terus sama gue,"


"baru menang beberapa kali juga, sombong lo!" balas Gavin sambil memutar bola mata nya malas


"dibilangin jangan terlalu berisik! Stella lagi tidur! nanti keganggu sama suara toa kalian," sahut Arka dengan suara pelan


Kedua teman Arka menoleh ke arah Stella yang anteng dalam tidur nya


"kebo itu anak Ar, mau kita sambil dangdutan juga dia mah ga bakal bangun," cibir Bayu


Arka hanya menghela nafas panjang menghadapi dua manusia di depan nya ini dengan sabar," ck, di bilangin juga, ngeyel!"


"Ar, tanding sama gue sini, si Bayu mah curang terus!" sinis Gavin pada Bayu


"dih, kalah ya kalah aja ya babang Gavin, akui aja si kalo gue lebih jago dibanding sama lo, wle." ledek Bayu," nih Ar, gue mau merebahkan diri dulu, pegel banget,"


Kini giliran Arka dan Gavin yang bermain game. Gavin menoleh ke arah Arka sebentar, cowo itu terlihat seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu, terbukti dari cara bermain game nya yang tidak fokus dan selalu kalah tak tentu arah," lo keluar dari jalur Ar," ujar Gavin memberitahu tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun," ada masalah?" Gavin kembali membuka suara seraya bertanya


"ga ada,"


"muka lo ga bisa bohong Ar," baru saja mulai bermain, Arka sudah bisa di kalahkan oleh Gavin, ia tau jika Arka sangat jago dalam bermain game, namun sekarang... Arka malah dapat di kalahkan dengan mudah.


Niat hati ingin memberitahu Gavin perihal perasaannya saat ini yang sedang di landa kebimbangan, tapi Arka urungkan ketika mendengar suara Stella yang sudah terbangun dari tidur nya.


"jam berapa Ar?" tanya Stella


"setengah lima Stel, kenapa?"


"kalian belum makan kan dari tadi?"

__ADS_1


"belum Stel, laper nih gue," sahut Bayu yang sedang rebahan di sofa


"sorry ya? gue tidur nya kelamaan, kalian jadi kelaparan kaya gini, " sesal Stella yang masih menahan kantuk," gue ke dapur dulu buatin makanan buat kalian,"


"gausah terlalu di manja Stel mereka mah, ntar kebiasaan," cibir Arka


"orang udah punya niat baik harus di dukung Ar, iyakan Gav?" Bayu mencari pembelaan kepada Gavin


Dasar kampret ya si Gavin! dia malah mengangkat bahu nya dengan acuh saja, bukan nya membela sesama teman! dasar titisan etan memang.


Stella sibuk dengan bahan-bahan dapur yang akan ia campurkan pada makanan yang akan dimasak, tanpa di duga Arka malah datang menghampiri.



Dengan manjanya Arka memeluk Stella dari arah belakang dan mengganggu acara masak Stella.


"lepas dulu ih Arkaaaaa, aku sudah gerak nih," gerutu Stella


"nanti gosong dan kita ga jadi makan! percuma dong aku masak kalo ga bisa di makan,"


Arka mengalah sambil mengerucutkan bibir nya," bentar ya ganteeeenggg, ini udah mau selesai ko, kamu duduk aja di sana, sekalian panggilin temen-temen,"


"kalo mereka mau makan ya turun sendiri, ngapain harus repot-repot sih Stel,"


"gaboleh gitu Arka,"


"temen laknat memang! nyusahin," meskipun sambil komat-kamit tidak jelas, tapi Arka tetap saja menuruti perintah Stella


ceklek


"cepetan turun," ujar Arka dengan singkat, kemudian melangkahkan kaki nya kembali menuju ruang makan.

__ADS_1


"ga sopan banget sama tamu! " sahut Bayu


Mereka memang sudah terbiasa seperti itu, jadi sudah tidak aneh lagi dan mereka pun tidak pernah memasukan perkataan pedas Arka kedalam hati, bagi mereka itu hanya lelucon saja dan begitu pun sebalik nya.


Suara dentingan sendok yang hanya terdengar di ruang makan, mereka sibuk dengan makan nya masing-masing.


"Ada temen-temen Arka rupa nya," ujar Papah Ark yang baru pulang dengan Danil di samping nya


"Danil masuk kamar ya pah?" izin Danil


"iya nak,"


"sore om," sapa Gavin dengan sopan


Papah Arka menanggapi nya dengan senyuman, " kalian lanjut makan saja, om mau ke atas,"


Arka sama sekali tidak peduli, ia hanya terus- menerus menyuapkan makanan nya kedalam mulut.


"jam segini mereka baru balik Ar? si Danil juga masih pake seragam," ucap Bayu," tapi malah ga bawa apa-apa. Nih ya kalo emang si Danil morotin bokap lo... kenapa tampilan dia biasa-biasa aja? di bandingkan sama lo.. lo lebih lebih lebih dari si Danil," jelas Bayu


"ada bener nya juga yang di ucapin sama si Bayu Ar," timpal Gavin," jadi ... apa yang si Danil porotin dari bokap lo?"


"si Arka nya aja yang terlalu berpikir negatif," sahut Stella


"gimana ga negatif Stel, papah selalu pergi sama si curut seminggu dua kali tanpa ngajak gue, dan ketika gue tanya abis dari mana.. papah ga pernah ngomong apa-apa, kaya menyembunyikan sesuatu dari gue, jadi ... gue salah ya? kalo berpikir yang aneh-aneh sama dia?" jelas Arka memberi tahu teman-teman nya


"hmmm, ga salah juga si Ar, " balas Gavin


"mereka mau ngapain juga gue ga peduli, toh gue ngerasa udah di buang sama bokap,"


Stella yang berada di samping Arka pun memegang tangan nya seraya menguatkan," aku yakin Ar, papah kamu ga ada maksud kaya gitu, percaya sama aku,"

__ADS_1


"makasih Stel, kamu emang paling terbaik," balas Arka dengan lembut


__ADS_2