
Brak
Kekehan sinis Stella terhenti ketik pintu kamar nya di tendang kuat oleh ... Arka
Tubuh Stella tiba-tiba kaku, apakah Arka mendengar semua percakapan nya dengan Danil? Perasaan nya saat ini sudah tidak karuan dan bisa di katakan tidak baik-baik saja.
Danil pun sampai menoleh kan pandangan nya ke arah sumber suara.
"Arka," panggil nya dengan keringat dingin yang membasahi kening nya,"Ngapain?" tanya nya basa-basi
"Kenapa? Kaget?" jawab Arka dengan tatapan dingin nya.
Arka berusaha untuk tidak melakukan tindakan kekerasan pada Stella, meskipun cewe itu sudah jelas bersalah.
"A ...."
"Kenapa lo tega Stel!!" serobot Arka sampai Stella tidak bisa melanjutkan perkataan nya.
Bahkan logat pada Stella pun berubah seketika.
"Kenapa lo berubah jadi orang jahat hah!!" bentak nya yang tidak ada niatan untuk berhenti
"Gue salah besar udah percaya sama lo dan lebih milih buat nyakitin Ana yang ternyata dia ga salah sama sekali," ucapan Arka melemah ketika mengingat jika dirinya sudah menyakiti Ana, bukan cuma sekali tapi .. berkali-kali.
"Aku lakuin semua ini karena aku gamau kalo kamu di miliki orang lain Arka!" teriak Stella histeris," Aku gamau sampai kamu berpaling dari aku,"
"Sadar Stella! Kita cuma sebatas sahabat! Ga lebih!!"
" Dan gue rasa .. setelah tau kejahatan lo ini .. gue udah ga mau anggap lo sahabat gue lagi," tatapan Arka sangat menusuk, bahkan Stella pun tidak berani menatap nya
"Maaf Ar, maafin akuuu," mohon nya yang di iringi dengan tangisan, agar Arka bisa luluh
"Mulai sekarang .. lo bukan teman atau sahabat gue lagi Stel, dan gue minta .. lo angkat kaki dari rumah gue,"
" Gue ga mau, rumah gue yang suci ini di huni oleh manusia kaya lo Stel,"
"Engga Ar, aku gamau, plis maafin aku," Stella berjalan maju untuk menggapai tangan Arka, namun dengan seketika Arka menepis nya dengan kasar.
__ADS_1
"Pergi sekarang juga," titah nya sambil melangkah menuju lemari baju Stella. Dengan gesit Arka mengeluarkan baju Stella dengan kasar sambil memasukan nya ke dalam koper.
Tanpa menunggu lebih lama .. Arka menarik tangan Stella dengan kasar untuk menuju pintu utaman.
Arka melemparkan koper Stella keluar dan setelah nya mendorong Stella hingga terjatuh.
"Aku mohon Ar, maafin aku," lirih nya dengan memohon sambil memeluk kaki Arka
"Jangan SENTUH GUE!" desis nya dengan sebuah tekanan," Tangan lo terlalu najis,"
"Gue ga habis pikir sama jalan pikiran lo Stel, gue udah kenal lo dari lama, tapi kenapa lo berubah jadi penjahat karena sebuah cinta?" timpal Gavin yang merasa kecewa dengan tindakan Stella.
"Lo semua ga pernah ngerti sama perasaan gue!!" pekik nya di sela-sela tangisan, posisi nya pun masih sama terduduk di bawah lantai
"Lo di butakan oleh cinta Stel, makan nya sampe nekat jadi orang jahat," sahut Bayu dengan helaan nafas nya. Kenapa persahabatan nya ini menjadi rusak gara-gara cinta yang tak terbalaskan? Ternyata memang benar, cinta dapat merusak apa pun yang udah kita susun dengan rapi.
Danil memilih pergi ke kamar nya dari pada harus ikut campur urusan mereka, lagi pula .. ada perasaan lega pada dirinya, karena Danil tidak perlu repot-repot menjelaskan kebenaran pada Arka.
"Aku cinta sama kamu Arka, makan nya aku nekat ngelakuin semua ini agar bisa dapetin kamu."
"Cara lo terlalu licik," sinis nya
"Gue pernah bilang kan? Kalo kita cuma sebatas sahabat ga lebih,"
"Tapi gue ga mau!! Gue mau nya jadi milik lo seutuh nya!!"
Arka menggelengkan kepalanya tak percaya
"Aku bakal lakuin apa pun Ar demi kamu,"
"Gue cuma minta lo buat pergi dari sini dan juga dari kehidupan gue!" sarkas nya
"Engga Ar, aku bakal kasih semua tubuh aku ini buat kamu, asalkan kamu ga ninggalin aku Ar,"
Bayu dan Gavin sampai melotot dengan kelakuan Stella, yang benar saja ..
"Gue bisa simpulin .. kalo lo ga lebih dari seorang cewe murahan yang sama kaya cewe murahan pada umum nya di luar sana,"
__ADS_1
Ucapan Arka sangat menohok pada hati nya, sampai dirinya salah telak dan tak mampu untuk mengatakan apa pun lagi.
"Pergi atau gue seret lo ke kantor polisi!" ancam nya
Jika sudah membawa-bawa nama polisi .. Stella menyerah dan lebih baik dirinya pergi untuk sementara waktu dari hadapan Arka.
Bukan Stella nama nya jika langsung menyerah begitu saja, jika dirinya tidak bisa mendapatkan Arka .. makan Ana pun juga harus sama.
Stella akan berusaha mencari keberadaan Ana, agar mempermudah dirinya untuk menghancurkan cewe sialan itu!
Kepergian Stella membuat ketiga remaja itu menghela nafas berat.
"Gila si ini," ucap Bayu sambil memegang kepalanya yang pusing akibat kejadian yang baru saja terjadi.
"Ternyata semua ini di luar dugaan kita," gumam Gavin
Arka mengerang frustasi, bahkan tak segan-segan dirinya menjambak rambut nya sendiri karena telah di bodohi oleh Stella, sampai dirinya mengorbankan Ana yang tidak salah sama sekali.
Ketiga nya duduk di sofa ruang televisi dengan pikiran nya masing-masing.
"Gue harus cari Ana kemana lagi?" lirih nya," Kamu bener An .. ternyata aku nyesel udah menyudutkan kamu tanpa mencari tau kebenaran nya lebih dulu."
"Apa kamu masih mau maafin aku An?"
Gavin merangkul pundak Arka seraya menguatkan teman nya itu," Ana itu cewe baik, gue yakin .. kalo Ana pasti maafin lo,"
"Ana bukan cewe pendendam, dia pasti dengan lapang dada nya menerima maaf lo Ar, percaya sama gue," sahut Bayu agar Arka sedikit tenang.
"Gue terlalu banyak nyakitin cewe sebaik Ana, bahkan banyak juga janji yang gue ga tepatin,"
"Gue ngerasa ... kalo Ana ga akan mau lagi nerima cowo brengsek ga punya otak dan ga punya hati kaya gue ini!!" ucap nya sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan.
"Jangan pesimis dulu, siapa tau pikiran lo salah,"
"Ga ada yang ga mungkin Ar, kalo kita belum mencoba nya,"
"Kita berdua akan terus bantu lo buat cari Ana dan yakinin dia supaya mau maafin lo dan balik lagi ke lo,"
__ADS_1
"Lo harus belajar dari masalah ini Ar, kalo orang terdekat pun akan menjadi musuh dalam selimut,"
"Lain kali .. kalo ada masalah lagi .. jangan sampai kata-kata kasar lo ngelukain Ana lagi Ar, karena setau gue .. Danil ga pernah memperlakukan Ana dengan kasar." perkataan Gavin membuat hati Arka tersentil, pasal nya memang benar jika Danil tidak pernah memperlakukan perempuan dengan kasar, tidak seperti dirinya.