
"kamu gapapa An?" tanya Danil yang khawatir melihat kondisi Ana jauh dari kata baik
" aku gapapa Danil," ujar nya menenangkan," udah mendingan ko ga kaya tadi banget,"
"kenapa bisa kaya gini si?Aku khawatir liat kamu kaya gini An,"
"udah ya, aku gapapa ko.. ini cuma salah paham aja ga lebih,"
"kenapa harus pake kekerasan kalo cuma salah paham hm?"
Ana hanya tersenyum menanggapi
"Nil," panggil Bayu," buruan keluar! Arka dateng bisa berabe urusan nya,"
"cari aman sana," sahut Gavin
"gapapa Nil, kamu pergi aja.. mereka bener, kalo Arka datang...,"
Brakkk
Mereka berempat terlonjak kaget mendengar pintu UKS yang di tendang
__ADS_1
"siapa yang suruh lo kesini hah?!" emosi Arka kembali menjadi-menjadi melihat Danil berada di dekat Ana, dan mereka saling berpegangan tangan, sial!
"kalian!" Arka melirik ke arak ke dua teman nya," kenapa biarin cowo brengsek ini nemuin Ana hah?!"
"keluar lo! sebelum gue tonjok muka lo!" desis nya pada Danil, nafas nya memburu tak karuan, kenapa hari ini banyak sekali yang memancing emosi nya
Ana mengisyaratkan pada Danil agar seger pergi, supaya tidak terjadi keributan
Dengan berat hati Danil menuruti keinginan Arka untuk pergi
Arka buru-buru memegang tangan Ana lalu mengusap dan meniup-niup
"kenapa?!" tanya Ana yang keheranan
"di situasi kaya gini masih sempet-sempet nya bucin," cibir Bayu
"gue robek ya mulut lo! "
"ampun ketua, saya pamit pergi," Bayu keluar pergi karena takut dengan aura Arka, yang kemudian di susul oleh Gavin
"kenapa diem aja di pegang sama Danil?" tanya Arka dengan penuh intimidasi
__ADS_1
"mmmm," Ana bingung harus menjawab apa, tidak mungkin kan kalo harus menjawab karena Danil adalah pacar nya? Bisa-bisa kena ulti, baru membayangkan nya saja sudah sengeri ini, bagaimana kalo nyata?
" maaf," cicit nya
Arka berusaha menarik nafas dalam-dalam agar tidak menyakiti Ana
"jangan di ulangi, aku ga suka" suara nya melembut agar Ana tidak merasa takut
"kenapa ga suka?"
"jelas ga suka, karena kamu cuma punya aku,"
Apa kata nya? milik Arka? " aku punya kamu?"
"iya Ana, kamu punya aku begitupun sebalik nya,"
"kenapa bisa? bukan nya kamu lakuin ini cuma ingin membuat Danil tersiksa?" Ana berusaha memberanikan diri karena tidak ingin terjerat dalam cinta yang salah," jika ingin membuat Danil tersiksa... kamu ga perlu lakuin sejauh ini sama aku Ar, ga perlu,"
Skak mat Arka bungkam seribu bahasa, ia merasa kalah telak, yang di ucapkan Ana memanglah benar tapi itu tidak berlaku untuk sekarang, dirinya merasa... ada sesuatu yang aneh dalam hati nya ketika berdekatan dengan Ana.
Tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan Arka lebih baik menulikan telinga nya dan ikut berbaring di brankar sebelah Ana yang kosong.
__ADS_1
Ana di buat bingung dengan sikap Arka yang seenak nya, jujur saya Ana merasa ada kenyamanan ketika berdekatan dengan Arka, apa dirinya salah jika menaruh rasa pada Arka? Bukan salah Ana kan? Arka sendiri yang memberikan kenyamanan itu tanpa di minta. Ana bingung, takut menyakiti perasaan Danil terlalu jauh, lelaki sebaik Danil tidak pantas di sakiti, namun dirinya justru menyakiti Danil dengan cara seperti ini, Ana terisak menahan tangis agar Arka tidak mendengar nya
"maafin Ana.. Danil, maaf karena udah menaruh rasa sama Arka," ucap nya dalam hati ," Ana bingung harus bagaimana sekarang? Ana gamau kehilangan lelaki sebaik Danil, tapi... Ana juga sulit untuk jauh dari Arka," lirih nya yang masih dalam hati