
"Hai An," sapa Arka yang melihat Ana baru keluar dari rumah nya.
Ana terlonjak kaget ketika mendapati Arka yang sudah stay di depan rumah nya, Ana sampai bingung .. sejak kapan Arka datang? Bahkan Arka tidak memberi tau nya terlebih dahulu jika akan menjemput nya pagi ini.
"Kaget aku," ujar Ana sambil memegang dada nya," Kenapa ga bilang kalo mau ke sini?"
"Kenapa harus bilang dulu? Ga boleh emang kalo aku dateng ke rumah pacar sendiri?"
"Bukan gitu Arka, tapikan kalo semisal kamu ke sini dan aku udah berangkat gimana?"
"Tapikan ini ada" ujar nya sambil menyengir kuda
Ana menggelengkan kepalanya dengan pelan, Arka ini ada-ada saja.
"Udah lama dateng nya? Terus ke sini pake apa?" Tanya Ana beruntun
"Belum lama .. aku juga baru duduk," balas nya," Aku di anter supir, soal nya Papah ga izinin aku bawa motor dulu,"
Ana mengangguk paham dengan perkataan Arka.
"Berangkat sekarang aja yuk An, keburu siang," ajak nya," Sekalian aku mau pamit sama ibu kamu dulu,"
"Yaudah, ayo masuk, ibu juga baru abis makan,"
Ceklek
"Bu, ada Arka,"
"Pagi tante," sapa Arka
"Nak Arka, pagi," jawab nya dengan lembut dan tidak lupa memberikan senyum pada Arka
"Kita mau langsung pamit pergi ke sekolah ya tan? Soalnya takut kesiangan,"
Ibu Ana mengangguk pelan seraya mengiyakan," Iya nak boleh, kalian hati-hati di jalan, dan tolong jaga Ana,"
"Pasti tante," ucap nya dengan mantap seraya mengangguk pelan
"Ana berangkat sekarang ya bu, ibu hati-hati di rumah,"
Ibu Ana mengelus kepala Ana dengan lembut.
Kini kedua nya sudah memasuki mobil Arka yang di supiri oleh seorang supir suruhan Papah nya.
Mobil yang di tumpangi Arka dan Ana pun sudah melesat pergi dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Emang nya kamu udah kuat Ar?" Tanya Ana dengan ragu
"Kuat, cuma belum kuat banget,"balas nya yang sembari menyandarkan kepala nya ke pundak Ana.
Dengan gerakan perlahan .. Ana mengelus kepala Arka dengan lembut.
Arka sampai di buat nyaman dengan setiap sentuhan yang Ana beri kepada nya,"Aku suka di elus-elus kaya gini sama kamu," ucap Arka tidak berbohong, karena memang sentuhan Ana sangat membuat nya betah berlama-lama dengan Ana.
"Udah sampe Ar, kita turun yuk?" Ajak Ana pada Arka
"Padahal masih pengen lama-lama kaya gini," ujar Arka dengan cemberut
"Udah ah, ayo turun, malu sama supir kamu," ucap Ana dengan bisikan
Seketika Arka menoleh ke arah depan kemudi dan memperhatikan sang sopir yang memalingkan pandangan nya ke luar jendela.
Arka mendengus sebal, mau tak mau .. Arka pasrah dan menurut.
"Makasih pak," ujar Ana pada sopir Arka
Setelah nya .. Arka menggandeng tangan Ana dengan mesra, bahkan ketika Ana berusaha berontak untuk melepaskan cekalan .. justru Arkan semakin mengerat kan nya.
"Malu Ar," cicit Ana sambil menundukkan kepalanya
"Malu kenapa?" tanya Arka sambil menaikkan sebelah alis nya," Kamu malu pacaran sama aku?"
"Bukan, aku cuma malu sama mereka," ujar Ana sambil melirik ke arah segerombolan siswa/i
"Gausah di ladenin, mereka ga penting," balas Arka yang semakin gencar menunjukkan kemesraan nya.
Banyak pasang mata yang menatap Ana tidak suka, bukan tanpa sebab, mereka hanya berpikir jika seorang Arka tidak lah pantas bersanding dengan cewe rendahan seperti ini.
Orang kaya seperti mereka memang lebih mengutamakan tahta di banding kan dengan apa pun.
Cibiran-cibiran pun sampai terdengar oleh Arka dan Ana, namun Arka selalu berusaha untuk menenangkan Ana bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Ana berusaha menampilkan senyum kepada Arka, supaya Arka tidak terlalu khawatir pada dirinya.
"Ga pernah liat orang pacaran hah?" Teriak Arka menggema, sampai seantero sekolah juga mendengar nya.
Ketika mendengar perkataan yang Arka lontarkan .. semua siswa/i pun kembali sibuk dengan kegiatan nya masing-masing, karena takut terkena masalah dengan Arka jika terus mencibir kedua nya.
Bagi mereka .. melihat Arka saja sudah membuat bulu kuduk nya terasa sangat merinding, apalagi jika sampai berurusan dengan Arka langsung? Bisa manti mendadak kaya nya.
"Aku langsung ke kelas aja Ar, soal nya bentar lagi bel masuk," ujar Ana mengalihkan
__ADS_1
"Ke kantin dulu aja si An, temen-temen aku udah ada di sana semua,"ajak nya
Arka memang tidak pernah peduli dengan sura bel yang terdengar nyaring, toh juga tidak akan ada yang berani memarahi nya.
"Bentar lagi bel masuk bunyi Arka, nanti aja jam istirahat,"
"Sesekali dateng telat gapapa kali An, lagian .. aku berani jamin ga akan ada yang berani marahin kamu,"balas Arka sesantai mungkin
"Aku bisa sekolah aja karena bantuan beasiswa Ar, aku takut kalo nanti nya beasiswa aku di cabut," ujar Ana memberi tau
"Kamu tau kan sekolah ini milik siapa? Jadi kamu gausah takut lagi," balas Arka menenangkan
"Aku gamau jadiin kamu sebagai alasan apa pun Ar, semua ini memang kekuasaan kamu, dan bukan berarti aku harus melanggar aturan, karena aku memang ga mau sampai itu terjadi,"
Ana tidak mau memanfaatkan kekuasaan Arka, karena Ana sangat takut jika orang-orang akan berpikir jika Ana berpacaran dengan Arka sebab harta nya, karena itu tidaklah benar.
"Terharu banget sama pacar aku ini," ujar Arka sambil mencubit pipi Ana dengan pelan"Yaudah sekarang kita ke kelas kamu,"
"Aku sendiri aja, kata nya temen-temen kamu udah pada nungguin di kantin,"tolak Ana dengan halus
"Aku anterin kamu dulu sampai kelas, cuma mau mastiin kalo kamu baik-baik aja,"
"Ada-ada aja kamu ini,"
Mereka berdua berjalan beriringan, lorong demi lorong telah mereka lalui.
Ana tau jika Arka memiliki kekuasaan penuh di sekolah ini, tapi .. bukan berarti Ana juga berhak atas itu semua.
Tujuan Ana hanya ingin sekolah dan lulus dengan nilai terbaik supaya bisa membuat ibu nya bangga.
Meskipun Arka adalah kekasih nya .. tapi Ana tidak pernah ingin ikut campur dengan urusan pribadi nya, bagi nya .. selagi Arka tidak merugikan orang lain .. Ana akan membebaskan Arka untuk melakukan sesuka nya.
"Makasih Arka," ucap Ana pada Arka ketika kedua nya sudah sampai di depan kelas Ana.
Arka mengelus kepala Ana dengan lembut," Semangat belajar nya sayang," ucap Arka yang membuat Ana baper seketika.
"Aku pergi gapapa ya?"
"Gapapa, biasa nya juga aku sendiri,"
"Sekarang kan ada aku,"
"Iya Arka .. gapapa kalo mau temuin temen-temen kamu, kasian .. mereka pasti udah nunggu kamu lama banget,"
"Biarin, mereka ga begitu penting, karena .. kamu yang lebih penting," balas Arka yang menggombali Ana," Kalo gitu .. aku pamit ya, bye," pamit Arka pada Ana
__ADS_1
Setelah kepergian Arka .. Ana langsung memasuki kelas nya, meskipun dirinya merasa di tatap banyak orang .. Ana terus saja berusaha untuk terlihat tidak peduli.