
“ Bundaaa.. Lea nya jangan di bawa pergi..” teriak Gavin namun Bunda tidak menghiraukan.
“ Ayahhh, itu Lea mau di apain..?”
Ayah hanya bisa terkekeh, istrinya itu punya cara sendiri untuk mengenal gadis yang di bawa ke rumah oleh putranya. Gavin berharap Lea bisa meluluhkan hati Bunda nya itu.
Bunda membuka pintu ruang kerjanya, Lea masih mengikuti dari belakang.
“ Duduk Lea..”
“ Iya tante..”
“ Panggil Bunda sayang jangan tante.. sebentar ya, Bunda minta maid untuk buatkan minuman.” Bunda menghubungi kepala maid untuk membawakan minum dan makanan ringan.
“ Kamu jangan tegang gitu, Bunda nggak akan gigit.”
“ Maafin Lea..”
Bunda terkekeh, dia berpindah ke samping Lea.
“ Kamu sebenarnya bukan cewek pertama yang Gavin bawa ke rumah dan mereka semua berusaha untuk menarik perhatian Bunda, cuma kamu yang dari tadi lebih banyak diam.”
Lea masih terdiam mendengar ucapan Bunda, dia masih bingung untuk merespon ucapan Bunda.
“ Tapi dengan sikap kamu ini Bunda jadi yakin Gavin nggak salah pilih.”
“ Maksudnya tan.. eh Bunda..?”
“ Gavin itu banyak di dekati oleh wanita, entah teman sekolahnya atau pun rekan kerja.. selain wajahnya yang tampan, latar belakang keluarga juga jadi salah satu pengaruhnya.”
“ Bunda bisa melihat mana yang memang beneran tulus sayang sama Gavin dan mana yang memang ingin mendekati karena maksud tertentu, dan kamu perlu tau Gavin itu sebenarnya paling anti berkomitmen namun kemarin malam dia tiba-tiba ngomong semua ke Bunda tentang kamu.”
“ Jadi Bunda tau kalau Lea sedang hamil anak Gavin..?” Bunda mengangguk.
__ADS_1
“ Maafkan putra Bunda sudah melukai hati kamu tapi Bunda mohon, beri Gavin kesempatan untuk memperbaiki semuanya.”
“ Lea sebenarnya masih takut Bun untuk memulai lagi, Lea nggak mau kembali kecewa.”
“ Bunda mengerti posisi kamu, tapi Lea mau kan untuk mencobanya?”
“ Iya, Lea akan coba biarpun Gavin sayangnya hanya ke bayi kami aja.”
“ kata siapa aku nggak sayang sama kamu..?” Gavin tiba-tiba masuk ke dalam bersama Ayah.
“ Kata aku tadi..” ucap Lea polos.
Gavin menghampiri Lea lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Lea, tanpa rasa malu Gavin mencium Lea di depan Ayah dan Bunda, tindakan tersebut membuat Lea terbelalak kaget.
“ Ih, Gavin.. malu tau ada Bunda.” ucap Lea sambil memukul lengan Gavin
Gavin terkekeh mendengar omelan Lea sedangkan Ayah dan Bunda hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“ Kalau itu harus Gavin, kalau dua minggu lagi gimana?” ucap Bunda.
“ Nah, bagus Bun.. seminggu lagi juga Gavin oke aja.”
“ Eh, nggak terlalu cepat..?” ucap Lea.
“ Kamu tenang aja, semua biar Bunda yang urus.. gimana Yah?”
“ Ayah ikut aja.. lebih cepat lebih baik.”
“ Asik bentar lagi kita bisa buat adik untuk baby kita..” celetuk Gavin sambil memeluk Lea.
“ Anak kamu belum lahir udah mikirin adik aja.. inget lho, wanita hamil di larang sering berhubungan.” ledek Bunda.
“ Dulu Ayah puasa sampai tiga bulan waktu Bunda hamil kamu.” ucap Ayah menambahkan.
__ADS_1
Gavin membelalakan matanya, “ Masa lama banget.. Gavin nanti tanya sama dokter aja langsung.”
“ Ish Gavin..” ucap Lea mencubit lengan Gavin.
“ Auww, sakit sayang…jangan di cubit.” keluh Gavin.
“ Kamu ajak Lea istirahat dulu nanti malam kita bisa ngobrol lagi..” ucap Bunda. Gavin mengajak Lea untuk beristirahat di kamar tamu, Bunda melarang Lea untuk istirahat di kamar Gavin karena tau putranya pasti akan jail.
“ Kamu istirahat dulu ya, nanti aku bangunin pas makan malam.” ucap Gavin.
“ Nggak baik tidur jam segini.. nanti aja aku istirahatnya.”
“ Tadi pagi kamu mual muntah nggak..?” Lea mengangguk.
“ Anak Ayah yang pinter, jangan buat Bunda mual muntah lagi ya..” ucap gavin sambil mengusap perut Lea.
“ Kamu yakin buat nikahin aku..?” ucapan Lea membuat Gavin menoleh.
“ Kamu nggak percaya kalau aku serius..?” Gavin membalas ucapan Lea dengan wajah datarnya.
“ Apa usaha aku sejauh ini nggak berarti buat kamu..?” ucapnya lagi.
“ Jawab Lea..” bentak Gavin membuat Lea tersentak.
Mata Lea sudah berkaca-kaca, “ Bu..bukan gitu ma..maksud aku.. a..aku..”
Gavin bangun dari duduknya lalu melangkah keluar kamar tanpa menjawab ucapan Lea, dia tidak sanggup melihat mata Lea yang berkaca-kaca. Gavin belum bisa menghentikan emosinya jadi lebih baik dia pergi menjauh sejenak sebelum nanti mengajak Lea untuk berbicara lagi.
TBC..!!
^^^
Jangan lupa buat vote, komen dan like yaa.. trims
__ADS_1