
" Serius kamu tanya itu sayang? apa semua yang aku lakuin nggak bisa buktiin kalau kalian sangat berarti buat aku..?" Lea menggeleng dan terkekeh melihat raut wajah Gavin, dia sangat senang membuat suaminya itu kesal.
Lea langsung berteriak histeris saat Gavin menghujani wajahnya dengan ciuman.
“ Gavin udah ihh..” rengek Lea sambil menjauhkan wajah Gavin.
“ Balik lagi ke pertanyaan aku.. setelah Clarissa bilang suka sama kamu, kamunya respon gimana?”
“ Ya seperti yang aku bilang tadi, aku nggak mau terikat komitmen jadi aku bilang kalau aku cuma anggap dia sama kaya teman-teman cewek yang lain tapi aku nggak larang dia untuk terus suka sama aku, sikap aku ke dia tetap sama nggak ada yang berubah ‘just friend’.”
“ Aku mau bilang, aku itu kalau udah sayang jadi posesif.. aku tau dunia kamu di kelilingi oleh wanita yang cantik dan seksi, mereka juga pasti dari kalangan yang sama kaya kamu.. aku cemburuan dan overthinking, aku harap kamu bisa ngerti kalau tiba-tiba aku jadi batasi pergaulan kamu dengan mereka.”
“ Aku nggak masalah sayang, karena bagi aku sekarang kamu adalah dunianya aku, aku lebih takut kehilangan kamu daripada mereka.. aku malah senang kalau kamu batasi berarti waktu aku sama kamu jadi lebih banyak.”
“ Makasih sayang..” ucap Lea membuat Gavin langsung bangun.
“ Deal ya, panggil sayang terus kaya gitu.”
Lea menggeleng, “ kalau aku nggak sadar aja..” kekeh Lea.
Gavin sangat senang jika Lea memanggilnya ‘sayang’ karena selama mereka dekat dan sekarang sudah menjadi suami istri, kata sayang dari mulut Lea bisa di hitung jari.
“ Pokoknya aku mau kamu panggil aku sayang mulai hari ini.. harus.”
“ Ish maksa..” kekeh Lea.
Gavin memandang wajah Lea, “ sayang kamu.. banget.” ucap Gavin sambil mencium bibir Lea. Naluri alami mengantar mereka untuk mengulang kembali kegiatan yang sudah menjadi candu bagi keduanya.
^^^
Hari ini Gavin dan Lea memutuskan untuk pulang, Gavin ingin mengajak Lea melihat rumah mereka. Rumah yang sudah di siapkan oleh Gavin sebelum mereka menikah.
“ Besok Umi bilang mau pulang, aku mau ikut juga.. kamu masih cuti kan?” tanya Lea.
“ Kamu lupa kalau aku bos nya…?” jawab Gavin.
“ Oh, siap pak bos..” kekeh Lea.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai oleh Arik sudah keluar meninggalkan hotel, Lea tampak asik memakan buah yang khusus Gavin pesan kepada pihak hotel.
“ Aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat.” ucap Gavin.
“ Mau kemana..?” tanya Lea.
“ Rahasia dong.. bukan kejutan kalau aku kasih tau.” jawab Gavin.
Lea melihat sekeliling, komplek yang sama dengan rumah Bunda tapi beda blok. Mobil mereka berhenti di depan rumah bergaya Eropa modern yang tampak mewah.
“ Ayo sayang..” ajak Gavin.
“ Ini rumah siapa..?” tanya Lea.
Gavin masuk ke dalam, di sana mereka di sambut dengan 5 orang maid.
“ Selamat datang Tuan dan Nyonya.. saya Agusta, kepala maid di rumah ini.” ucapnya sambil menundukkan kepala, Lea dan Gavin membalas sambutan Agusta.
“ Ini rumah kita sayang.. gimana? kamu suka..?” tanya Gavin.
Lea mengangguk. Rumah impiannya dan sekarang Gavin telah mewujudkannya. Gavin mengajak Lea berkeliling untuk melihat bagian dalam dan kamar utama.
“ Aku akan wujudtin satu per satu mimpi kamu sayang, jadi terus temani aku ya biar kamu bisa liat semua.”
“ Iya..”
“ Kita liat kamar kita yuk..” Gavin menggandeng tangan Lea menuju lift, dia menekan lantai di mana kamar mereka berada.
Di lantai atas tidak kalah indah dengan di bawah namun terasa lebih intim dengan warna soft lilac kesukaan Lea. Kamar mereka juga sangat indah sesuai dengan keinginan Lea dan Gavin masih mengingatnya. Semua sudah lengkap termasuk dengan pakaian dan keperluannya.
“ Malam ini kita tidur di sini..?” tanya Lea menoleh pada Gavin.
“ Tentu, kita harus coba ranjang ini.” jawab Gavin mengikis jarak lalu menautkan bibir mereka dan kalian pasti tau apa yang terjadi selanjutnya.
Malam harinya Gavin mengajak Lea ke rumah Bunda, niat mereka setelah melihat rumah akan langsung kesana namun harus tertunda karena kegiatan mereka tadi.
“ Hai sayang.. kok udah pulang? Bunda kira kalian masih betah berduaan di hotel.”
__ADS_1
“ Kalau sudah halal bebas mau di mana aja Bun, di rumah pun jadi.” ucap Gavin yang langsung mendapat cubitan dari Lea.
“ Tadi Lea habis liat rumah sama Gavin, Bun.”
Bunda tersenyum, “ Gimana Lea, kamu suka dengan rumahnya?”
“ Suka Bun, rumahnya bagus dan mewah..” ucap Lea.
“ Bunda senang kamu suka, kalian mau langsung pindah?” tanya Bunda.
“ Iya Bun, mulai besok kami tinggal di sana.. Oiya Ayah mana..?” tanya Gavin.
“ Ayah lagi di ruang kerja..” jawab Bunda.
Gavin akhirnya menghampiri Ayah meninggalkan Lea bersama Bunda di ruang keluarga.
“ Kalian sudah datang..?” tanya Ayah saat melihat Gavin masuk.
“ Iya, baru saja.. di chat Ayah bilang ada yang di omongin.” jawab Gavin.
“ Perusahaan kita di Lombok sedang ada masalah, Ayah mau ajak kamu ke sana buat cek kondisi kantor.”
“ Berapa hari di sana..?”
“ One weeks..”
Gavin terdiam, Lea nya harus dia tinggal selama satu minggu.
“ Gavin ngomong dulu sama Lea Yah.. nanti Gavin kabarin Ayah lagi.”
Ayah mengangguk, dia mengerti Gavin pasti berat meninggalkan Lea namun dia butuh Gavin untuk mengatasi masalah disana.
TBC..!!
^^^
Ehmm.. pengantin baru udah mau LDR an aja...
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung cerita aku ya bestie dengan cara VOTE, KOMEN dan LIKE..