PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 16


__ADS_3

Pesawat dari Canada baru saja tiba di bandara Soekarno Hatta, wanita tua yang masih tampak cantik itu berjalan keluar pesawat di dampingi oleh ajudan di kiri kanannya.


“ Apa cucuku sudah datang..?”


“ Bos Gavin sudah menunggu di depan Madam..”


Di depan dia melihat lelaki tampan sedang menunggu sambil fokus dengan ponselnya.


“ Omaa..” panggil Gavin saat melihat Oma.


“ Gavin, cucu Oma.. kamu semakin tampan saja.” ucap Oma memeluk Gavin.


“ Pasti itu Oma, gimana kabar Oma? beneran udah sehat..?” tanya Gavin.


“ Kamu bisa lihat sendiri, Oma masih sanggup untuk memukul mu.” ucapan Oma membuat Gavin terkekeh.


Gavin membantu Oma untuk masuk ke dalam mobil, selama di perjalanan Oma banyak menanyakan kesibukan cucunya itu.


Setibanya di rumah, Ayah dan Bunda sudah menyambut di depan teras.


“ Selamat datang Ibu..” ucap Ayah sambil memeluk Oma.


“ Ibu kangen sama kamu.. apa sesibuk itu sampai kamu tidak menjengukku..?” ucap Oma.


“ Maafin Greg Bu, sekarang kan Ibu sudah datang jadi jangan marah lagi ya..” rayu Ayah sambil merangkul Oma.


“ Hai menantu, bagaimana kabar kamu? masih betah sama anak Ibu..?”


“ Kabar Agatha baik Bu, kalau aku nggak betah kasian nanti ada yang nangis terus ngadu sama Ibu.” balas Bunda.


“ Ehem.. maaf, ini reuniannya nggak mau di dalam aja?” ucap Gavin menghentikan interaksi ketiganya.


Oma mendelik sebal ke arah Gavin, cucu nya itu selalu merusak suasana.


Mereka akhirnya masuk ke dalam di ikuti dengan para ajudan. Bunda meminta Oma untuk istirahat terlebih dahulu sebelum makan malam.

__ADS_1


“ Bun, Lea dimana..?” tanya Gavin.


“ Dia lagi di taman belakang..” jawab Bunda.


Gavin melangkah menuju taman belakang untuk menghampiri Lea, di sana Lea tengah fokus melukis bunga-bunga di taman mini milik Bunda.


Grep.. Gavin memeluk tubuh Lea dari belakang membuat Lea tersentak.


“ Ya Tuhan Gavin..”


Gavin terkekeh, dia duduk di samping Lea lalu memeluk tubuh Lea.


“ Semenjak aku beliin kanvas dan cat air, kamu jadi nyuekin aku sayang.. aku buang aja ya.” protes Gavin.


“ Eh, jangan di buang dong.. suka banget buang-buang uang.” cibir Lea.


“ Biarin aja, uang aku nggak akan habis sampai kita punya anak selusin.” ucap Gavin sombong.


“ Ish, sapa juga yang mau punya anak selusin..” ucap Lea.


“ Yaudah kamu aja yang hamil sana.”


Gavin tidak membalas ucapan Lea, cowok itu malah semakin memeluk tubuh Lea dan memberikan kecupan di pipi Lea.


“ Gavin… lepasin ih..” rengek Lea.


“ Oma udah datang sayang, nanti malam aku kenalin sama Oma.” ucapan Gavin membuat gerakan tangan Lea terhenti.


“ Apa Oma akan nerima aku kaya Ayah sama Bunda..?”


Gavin terdiam, dia sangat tau karakter Oma tapi Gavin tidak mau membuat Lea takut.


“ Oma itu wanita berprinsip dan berwatak keras, tapi hatinya baik.. cukup kamu ambil hatinya maka dia akan luluh sendiri.”


Lea menganggukkan kepala, dia akan menjadi dirinya sendiri saat bertemu dengan Oma nanti.

__ADS_1


Gavin mengajak Lea untuk masuk dan Lea hanya pasrah saat tubuhnya di rangkul masuk ke dalam rumah. Cowok itu juga memintanya untuk segera membersihkan diri sebelum makan malam.


Suasana makan malam kali ini terasa berbeda dengan kehadiran Oma, Bunda meminta maid untuk membuatkan bermacam masakan dan dessert sebagai pelengkap.


“ Wah, apakah kita akan makan besar malam ini..?” ucap Oma saat melihat meja makan penuh dengan aneka masakan.


“ Iya, malam ini spesial untuk Ibu.. Gavin juga ingin mengenalkan seseorang.” ucap Ayah.


Oma tidak membalas ucapan Ayah, dia langsung duduk di samping Bunda yang nampak cantik dengan dress berwarna peach.


Obrolan mereka terhenti saat mendengar langkah kaki, di sana Gavin berjalan sambil menggenggam tangan Lea. Gavin dapat merasakan kegugupan yang Lea rasakan.


“ Tenang sayang.. angkat kepala kamu lalu tersenyum.” ucap Gavin dan Lea mengikutinya.


Oma terus memandangi Lea dengan intens, membuat Lea kembali menundukkan kepalanya.


“ Sayang, ini Oma.. Oma ini Lea calon istri Gavin.” ucap Gavin memperkenalkan Lea.


Lea mengulurkan tangannya agar bisa mencium punggung tangan Oma.


“ Duduk di sini sayang..” ucap Gavin menggeser bangku agar Lea bisa duduk.


“ Kamu selalu cantik.. Bunda senang lihatnya.” ucap Bunda.


“ Terima kasih Bunda..”


“ Apa dia salah satu wanita penggoda kamu..?” ucapan Oma membuat semua menatap ke arah Oma.


“ Omaa.. Lea bukan seperti itu.” ucap Gavin membela Lea.


“ Wanita yang mendekati kamu tidak jauh untuk mengincar harta keluarga kita, dia akan memakai topeng untuk menutupi niat busuknya dan itu tidak bisa di lakukan pada Oma.”


“ Bu, saya dan Agatha bisa menjamin Lea bukan salah satu dari wanita yang berniat buruk pada Gavin dan keluarga kita.” ucap Ayah.


“ Seyakin apa kamu sampai berani membela seperti itu?” ucapan Oma semakin membuat Lea takut. Lea sudah akan beranjak namun Gavin langsung menahannya. Lea harus berani menghadapi Oma agar rencana pernikahan mereka bisa cepat terlaksana.”

__ADS_1


TBC..!!


__ADS_2