PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 27


__ADS_3

“ Jujur sama aku.. Kamu menyesal nikah sama aku..?” ucapan Gavin membuat mata Lea berkaca-kaca.


“ Jawab Lea.. apa kamu nyesel karena aku milih kamu jadi istri aku? Apa selama ini kamu terpaksa nerima aku..?” Gavin tidak bisa membendung emosinya, dia tak ingin seperti ini tapi ucapan Lea membuatnya takut dengan prasangka yang menyerah hatinya.


Lea masih terdiam, ibu hamil itu malah semakin terisak. Gavin memutuskan untuk keluar dari kamarnya karena jika di teruskan, mereka berdua akan saling menyakiti.


Gavin meminta Trisa untuk menemani Lea di kamar, sementara dia pergi untuk menemui Bunda.


“ Trisa, Gavin pergi ya..? A.. apa di..dia akan ninggalin aku..?” ucap Lea sambil terbata.


“ Nona tenang saja, bos Gavin tidak akan meninggalkan Nona.” ucap Trisa menenangkan istri bos nya.


Mobil Gavin baru saja tiba di halaman rumah Bunda, dia langsung masuk ke dalam dan menanyakan keberadaan Bunda.


“ Loh Gavin..? Kamu udah ada di Jakarta? Lea mana?” tanya Bunda saat melihat kedatangan putra tunggalnya itu.


Gavin tidak menjawab pertanyaan Bunda, dan Bunda bisa menebak ada sesuatu dengan putranya itu.


“ Ikut Bunda ke dalam..?” Gavin mengikuti langkah Bunda ke dalam ruang kerjanya.


“ Apa terjadi sesuatu dengan kalian..?” tanya Bunda to the point.

__ADS_1


“ Gavin bingun Bun, apa Gavin salah udah perjuangin Lea dan berhasil nikahin dia?”


“ Maksudnya Vin..? Bunda bingung kenapa kamu bisa tiba-tiba ngomong gitu.”


Meluncurlah cerita Gavin ke Bunda, dia sebenarnya tidak mau masalah rumah tangganya di ketahui oleh orang lain termasuk orang tuanya namun Gavin butuh saran dan orang itu pasti Bundanya.


“ Bunda nggak nyalahin Lea kenapa dia bisa berpikir kaya gitu, Lea hanya kurang percaya diri kalau dia itu setara dengan para wanita pemuja kamu, dia jauh lebih cantik dengan wajah alami tanpa make up dan yang pasti dia terima kamu apa adanya bukan karena ada apanya.”


“  Tugas kamu harus tetap sabar untuk membimbing Lea dengan kelembutan, buat dia menjadi seseorang yang selalu istimewa di hidup kamu.”


" Gavin memang memperlakukan Lea istimewa Bun, apapun akan Gavin lakukan untuk kenyamanan hatinya."


Yaudah sekarang kamu pulang, temui dan ajak bicara istrimu baik-baik.. Bunda heran, Lea yang hamil kenapa jadi kamu yang sensi."


Ceklek..


Gavin membuka pintu kamar mereka, terlihat Lea sedang berbaring di tempat tidur. Trisa langsung keluar dari kamar setelah melihat kedatangan bosnya.


" Sayang.." ucap Gavin sambil menyingkap rambut di dahi Lea.


" Eugh.." Lea menggeliat saat merasakan ada sentuhan. Matanya menyesuaikan cahaya lampu kamar.

__ADS_1


" Gavin.." pekik Lea langsung memeluk Gavin dan menangis tersedu.


" Kamu tadi kemana? ka..kamu mau ni..ninggalin aku ya..?" ucap Lea terisak di pelukan Gavin.


Gavin hanya merespon dengan memberikan usapan di punggung istrinya itu.


" Mulai deh overthinkingnya kumat, aku nggak mungkin ninggalin kamu.. aku mau semua jelas dan nggak ada salah paham lagi, jadi kita sama- sama saling terbuka saat ini.. bangun dulu yuk kita omongin sekarang."


Lea dan Gavin saling mengungkapkan semua yang masih mengganjal di hati mereka, semua masalah selalu satu paket dengan solusinya jadi cukup di bicarakan.


“ Siapa yang kamu maksud pantas marah dan apa yang kamu bilang rebut sayang? Nggak ada yang berhak marah atau bilang kamu perebut karena aku tidak di miliki oleh siapapun selain kamu.”


“ Dia merasa kalau perhatian kamu ke dia jadi berubah setelah ada aku.”


“ Dengar aku sayang, dan kamu ingat baik-baik.. Aku nggak punya urusan untuk menjaga perasaan dan memberikan perhatian lebih juga karena yang berhak itu hanya kamu.. Kamu juga lebih dari pantas jadi istri dan ibu untuk anak-anakku, dia mau berusaha kaya gimana pun kalau pilihan aku tetap kamu, dia bisa apa?”


“ Jadi mulai saat ini, kalau bertemu dengan Clarissa maupun wanita-wanita yang memuja suami tampan kamu ini, angkat kepala kamu biar mahkota kamu nggak jatuh.. inget, kamu pemenangnya sayang."


Lea mengangguk lalu memeluk Gavin, suaminya selalu berhasil membuatnya tenang.. semua ketakutannya seakan hilang dan Lea yakin kalau semua akan baik-baik saja selama ada Gavin di sampingnya.


TBC..!!

__ADS_1


Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN ya bestie..


__ADS_2