PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 24


__ADS_3

Hoek..hoek..


Lea kembali memuntahkan makanan di dalam perutnya, hanya sisa makan semalam dan cairan bening, kali ini kepalanya juga pusing. Gavin yang mendengar suara orang muntah langsung bangun menghampiri istrinya itu. Dia melihat Lea sedang tertunduk di depan wastafel.


“ Sayang..” dia mengusap tengkuk Lea dan istrinya kembali muntah namun hanya cairan bening saja. Gavin membersihkan mulut Lea, lalu dengan sekali gerakan langsung menggendong istrinya itu keluar dari kamar mandi.


“ Aku buatin kamu teh herbal dulu ya..” ucapnya setelah meletakkan Lea di atas ranjang mereka.


Tak lama Gavin kembali membawa satu cangkir teh herbal dan sepiring waffle dengan satu toples kue kering.


“ Sayang, minum dulu biar mual kamu berkurang..” Dia membantu Lea untuk bangun.


“ Aku mau bobo lagi, kepala aku pusing..” lirih Lea sambil memejamkan matanya.


“ Iya sayang..” Gavin mengusap peluh di dahi istrinya itu, dia jadi ragu untuk pergi. Setelah Lea kembali pulas, Gavin mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayah.


“ Trisa.. Istri saya sedang tidur di dalam, saya mau ke ruang kerja dulu.” ucap Gavin pada Trisa, ajudan yang di pilih Gavin untuk mendampingi istrinya itu datang saat dia selesai mandi tadi.


“ Baik bos..” jawab Trisa, gadis itu masuk ke dalam dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar.


Gavin tadi meminta izin pada Ayah untuk tidak pergi hari ini karena Lea sedang kurang sehat dan Ayah memakluminya.


“ Selamat pagi Nona..” ucap Trisa saat melihat Lea membuka matanya. Dia melihat jam di nakas, sudah jam 9.30 pagi, apa Gavin sudah berangkat ke Lombok?.

__ADS_1


“ Kamu Trisa..?” tanya Lea dan di balas anggukan.


“ Gavin dimana?” tanyanya lagi.


“ Bos sedang di ruang kerja.. Mau saya panggilkan?” Lea mengangguk, Trisa bangun dari duduknya untuk menghampiri Gavin di ruang kerjanya.


“ Sayang, kamu udah bangun? Masih pusing..?” tanya Gavin saat masuk ke kamar mereka.


“ Udah nggak, kamu kenapa belum berangkat?” tanya Lea.


“ Aku nggak mungkin ninggalin kamu sayang, aku juga udah bilang sama Ayah.” jawab Gavin.


“ Aku udah gapapa, Trisa juga udah datang.. Kamu bisa susul Ayah sayang.” ucap Lea, dia tau suaminya itu bimbang memilih dia atau pekerjaannya.


“ Beneran aku gapapa.. Cepat gih, koper kamu masih di dalam ya.”


Gavin masih memeluk tubuh Lea, dia masih berat untuk pergi namun Lea tetap bersih kukuh menyuruhnya menyusul Ayah. Zio dan Arik sudah siap di depan menunggu Gavin.


“ Pastiin makan kamu jangan sampai telat, istirahatnya di jaga.. hape kamu juga selalu aktif.” ucap Gavin.


“ Ya ampun sayang, aku hamil bukan sakit.. Aku janji nggak akan langgar larangan kamu, udah cepat sana.” Lea memeluk tubuh Gavin dan di balas oleh Gavin, suaminya itu juga tidak lupa mencium Lea membuat pipi Lea merona karena malu.


“ Trisa, saya titip Lea.. pastikan dia tidak melakukan kegiatan yang aneh-aneh.”

__ADS_1


“ Baik bos..”


Gavin masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Arik dan Zio, mobil Gavin keluar dari halaman rumah mewah mereka meninggalkan Lea dan Trisa yang melihat di teras rumah.


“ Saya mau ke kamar lagi ya.. “ ucap Lea, dia melangkah menuju lift.


Sesampainya di kamar, Lea mencari ponselnya.. Dia ingin menghubungi Umi, dia lupa hari ini Umi pulang.


“ Halo Umi..” ucap Lea saat Umi mengangkat teleponnya.


“ Iya, Lea sudah gapapa.. Gavin juga baru pergi nyusul Ayah ke Lombok, maafin Lea nggak jadi anter Umi.”


“ Kabarin Lea kalau udah sampai, Lea sayang Umi.”


Lea meletakkan kembali ponselnya, dia menumpuk bantal untuknya bersandar. Kepalanya masih pusing tapi tidak seperti waktu mual tadi. Hari pertama di tinggal tugas oleh Gavin sudah membuatnya rindu, suaminya itu suka jail jadi saat dia tak ada membuatnya sepi.


Bunyi chat yang masuk membuat Lea menoleh dan mengambil ponselnya itu, “ baru di pikirin udah kirim chat..” gumam Lea melihat chat dari suaminya itu.


Setelah berbalas chat dengan Gavin, Lea memutuskan untuk kembali beristirahat sebelum nanti dia meminta Trisa menemaninya menonton drakor.


Waktu berlalu seharian ini Lea dan Trisa asik saling mengenal satu sama lain, menonton drakor bersama, membuat kue dan cemilan. Saat sedang menonton drakor, Gavin sempat menghubunginya kalau dia sudah tiba di Lombok dan dalam perjalanan menuju hotel.


Lea baru saja selesai makan malam bersama Trisa, dia melihat notif terakhir dari suaminya itu dan saat ini sudah jam 8 malam lewat 15 menit, suaminya belum memberikan kabar lagi. Chatnya juga belum di baca, dia mencoba mengirimkan chat lagi namun centang satu.

__ADS_1


Notif Chat masuk, tapi bukan dari nomor suaminya. Nomor tidak di kenal dan isi chatnya sebuah foto suaminya itu, Lea mencoba memperjelas foto itu dan dia tidak salah itu Clarissa. Kenapa Clarissa ada di sana dan bersama dengan suaminya itu?.


TBC..!!


__ADS_2