
Mobil yang di kendarai oleh Devian sudah terparkir di depan agensi milik Clarissa. Cowok tampan itu masuk ke dalam dengan menenteng kantong makanan.
Ceklek..
Dia melihat ke dalam, suasana studio masih sepi hanya beberapa kru namun dia sudah melihat keberadaan Clarissa.
" Hai Cla.." Sapanya lalu duduk di smping gadis itu.
" Hai Dev.. Tumben nggak bilang mau ke sini?"
" Sekalian lewat tadi.. Lo udah sarapan?"
" Belum, lo bawa makanan..?" Devian mengangguk.
" Lo emang terbaik Dev.." Puji Clarissa lalu membuka makanan itu.
" Faris nggak lo ajak? Biasanya kemana- mana selalu berdua sama dia.
" Dia mah jam segini masih bikin pulau.. Cuma pas kerja doang dia bisa bangun pagi."
Clarissa terkekeh, " Kalian masih suka kumpul..?"
" Masih, kemarin baru aja kumpul."
" Gue pengen ikutan juga tapi jadwal gue padet banget seminggu ini.. Gavin gimana kabarnya?"
" Baik dia, apalagi sekarang udah ada yang ngurus.."
" Dia bahagia ya berarti.."
Devian dapat melihat wajah sedih gadis itu, " Lo juga bisa bahagia Cla tanpa harus dengan Gavin.. Dia udah menemukan cintanya berarti lo juga harus bisa."
" Cintanya gue ya dia Dev, gimana dong..?"
" Lo cari cinta lain Cla, bukan cinta Gavin yang udah jadi milik Lea.. Gue yakin lo bisa nemuin cinta lo itu."
" Gue nggak yakin ada yang cinta sama gue.."
" Ada Cla, lo aja yang matanya ketutup sama pesona Gavin."
Clarissa menatap Devian, cowok di depannya ini juga tak kalah tampan dengan Gavin. Seandainya dia suka sama cowok itu mungkin kisah cintanya tak akan suram seperti saat ini. Clarissa tidak bisa sulit menebak kalau Devian suka padanya tapi entah kenapa cowok itu tidak berani mengungkapkan perasaannya.
__ADS_1
" Gue nggak bisa lama-lama, gue mau ke butik nyokap." Ucapan Devian membuat Clarissa bangun dari duduknya lalu menemani cowok itu sampai pintu studio.
" Thank Dev buat sarapannya.. See u."
Devian hanya mengangguk lalu melangkah menuju lift.
...💜💜...
Alea sudah cantik dengan dress berwarna soft lilac. Dia ingin mengajak suaminya itu untuk pergi ke pasar pagi yang tak jauh dari komplek rumahnya.
" Sayang…" Panggil Lea di telinga Gavin.
Suaminya itu hanya memutar badannya tanpa membuka matanya.
" Sayang…!!" Teriak Lea membuat Gavin spontan membuka matanya.
" Lea sayang, ini masih pagi lho.." Protes Gavin kembali memejamkan matanya.
" Cepat bangun terus mandi.. Aku mau ngajak ke pasar pagi." Ucap Lea menarik tangan Gavin.
" Nanti aja kita ke mall ya.. Kamu bebas mau beli apa aja." Tolak Gavin masih berat membuka matanya.
" Nggak bangun nih..? Yaudah aku pergi sama Trisa.. Disana nanti Ana sama Adam mau nyusul juga katanya."
Mendengar nama Adam, Gavin langsung bangun dari tidurnya. Lelaki itu beranjak ke dalam kamar mandi membuat Lea terkekeh lalu masuk ke dalam walk in closet mengambilkan baju untuk Gavin.
Setelah memarkirkan mobilnya, Lea dan Gavin mulai berkeliling di pasar pagi yang rutin di buka setiap weekend.
" Sayang, kita duduk dulu di bangku itu.." Ajak Gavin setelah 15 menit berkeliling.
Lea membuka kantung belanjanya, selama berkeliling Lea membeli beberapa cemilan dari kue pancong, telor gulung, sosis bakar dan dimsum.
" Aaa.." Ucap Lea menguapkan salah satu makanannya.
" Biarpun bukan di tempat mewah, rasa makanannya nggak kalah enak."
" Aku nggak biasa sayang, baru sama kamu aku main ke pasar pagi."
Lea mengembalikan lagi botol minum pada Trisa lalu meneruskan memakan dimsumnya.
" Berarti mulai sekarang kamu harus ikut aku ketempat kaya gini biar merakyat." Kekeh Lea.
__ADS_1
" Aku mau lagi tapi buat di rumah aja biar banyak, habis dari sini kita beli bahannya ya.." ucap Lea setelah dimsumnya habis.
" Gimana kalau kita berangkat sekarang aja..?" Ajak Gavin karena dia sudah mulai bosan di tempat itu.
" Nanti dulu sayang, aku mau beli yang lain dulu." Gavin hanya bisa pasrah mengikuti langkah istrinya itu.
Dia sudah mulai risih dengan pandangan para gadis dan ibu-ibu yang memandangnya terang-terangan.
Mobil Gavin keluar dari parkiran, setelah setengah jam tersiksa di pasar pagi akhirnya Gavin bisa bernafas lega.
" Makasih sayang.. Udah mau nemenin aku." Ucap Lea sambil mengecup pipi Gavin.
" Hadiahnya kurang, nanti di rumah aku tagih lagi." Ucapan Gavin membuat Lea mendengus, dia udah bisa tebak apa yang akan suaminya minta nanti.
" Kata kamu Ana sama Adam mau datang juga tapi sampai kita selesai mereka nggak keliatan."
" Aku cuma alasan aja biar kamu bisa bangun terus mau nemenin aku.." Ucap Lea sambil terkekeh.
" Mulai berani ya ngerjain suaminya, liat nanti aku hukum kamu di rumah."
Lea langsung histeris saat Gavin menggigit pipinya dengan gemas. Mereka tidak sadar dengan keberadaan Trisa di depan kemudi yang menyaksikan interaksi keduanya.
Ana menghembuskan nafasnya, dia baru saja keluar dari bilik Atm yang ada di samping AlfaDol.
" Gimana gue bertahan sampai akhir bulan kalau kaya gini..? tapi kalau nggak di transfer, adek nggak bisa ikut praktek."
Semalam adiknya telepon harus membayar uang praktek sekolah dan bayaran yang sudah telat dari bulan kemarin. Ana harus mengorbankan tabungannya agar adiknya itu bisa mengikuti praktek sekolah.
Dumelan gadis itu di dengar oleh telinga cowok tampan yang sedang duduk di meja mini market itu.
Gadis cantik itu menyebrang menuju kosan yang ada tepat di depan Galerinya dan itu tidak lepas dari tatapan cowok tampan yang tak lain adalah Faris.
Cowok itu terkekeh karena menyadari dirinya terpesona dengan wajah cantik itu.
TBC..!!
🌸🌸🌸
selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankannya.. tungguin terus cerita mereka ya..
Jangan lupa VOTE, KOMEN dan LIKE bestie..
__ADS_1