
Faris memperkenalkan Ana dengan para kru, total kru saat ini menjadi 9 orang termasuk dirinya. Ana senang dia bisa di terima dengan baik, mereka tidak pelit ilmu dan mau mengajarkannya jika dia masing bingung dengan pekerjaannya. Faris juga sebagai bos tidak sungkan berbaur dengan mereka, di sela bekerja dia meminta office boy untuk menyediakan makanan dan minuman. Bekerja jadi menyenangkan dan Ana bersyukur bisa menjadi bagian dari team mereka.
Tak terasa sudah setengah hari Ana di sana, hari ini dia ada satu mata kuliah di jam 2 siang. Dia masih ada waktu 1 jam lagi untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat kuliah.
Drttt…drttt..
Getaran di pouch milnya membuat Ana mengambil ponselnya dan nama Adam tertera di sana. Dia bangun dari duduknya untuk mengangkat telepon.
" Iya Dam.. Kenapa?" Ucap Ana sambil mengambil cangkir untuk membuat teh. Dia meletakkan ponselnya lalu mengaktifkan loudspeaker nya.
" Gimana interviewnya..?"
" Alhamdulillah gue di terima Dam, udah bisa mulai hari ini.."
" Alhamdulillah.. Nanti gue jemput pas jam kuliah ya.. Eh,Nggak ada penolakan."
" Ish, dasar pemaksa.. Yaudah nanti gue shareloc, nggak jauh dari kosan gue kantornya."
" Wih, mantap.. Jangan maen kabur ke kosan ya buat rebahan."
" Sembarangan..!!"
Ana mendengar Adam tertawa di ujung telepon, sahabatnya itu tau saja kebiasaannya.
" Yaudah gue mau lanjut lagi, bye gembul.."
" Semangat kerjanya rabit.."
" Eh, mas Faris.. Mau bikin minuman juga? Ana buatin ya.." Faris mengangguk.
" Iya Ana, kopi saja.." Ana mengambil cangkir dan menuangkan kopi untuk Faris.
" Makasih.." Ucap Faris setelah menerima kopi dari Ana. Gadis itu beranjak dari pantry menuju ke ruang kerja meninggalkan Faris dengan pikirannya.
Dia mendengar semua pembicaraan Ana dan Adam, tidak terdengar seperti pasangan kekasih tapi Faris bisa menebak hubungan keduanya sangat dekat.
__ADS_1
...🌸🌸🌸...
" Nino.. Apa semua yang aku minta sudah kau siapkan?"
" Semua sudah siap bos.."
" Bagus.. Aku ingin setelah acara ulang tahun perusahaan Addison, dia sudah tau kebenarannya."
" Baik bos, saya pastikan semua berjalan dengan lancar.. Semoga nona senang mendengarnya."
" Iya, aku berharap begitu.. Oiya makanan untuknya sudah kamu kirim?"
" Sudah bos.. Mungkin sekarang nona sudah menerimanya."
" Minta pada chef untuk buatkan tiap hari dan langsung kirimkan ke sana."
" Baik bos, saya akan kontak chef sesuai perintah."
" Yasudah kamu boleh pergi.." Nino mengangguk lalu keluar dari ruangan Galen.
Trisa masuk ke dalam setelah mengambil paket makanan untuk Lea. Dia sebenarnya tak kaget dengan paket yang datang untuk nonanya karena itu sudah berlangsung lama hanya saja untuk sekarang hampir tiap hari.
" Wah, banyak banget.. Ambil piring Tris." Lea membuka paket itu. Di dalamnya banyak terdapat makanan kesukaan Lea.
" Sayang, lihat.. Galen kirim makanan banyak banget." Ucap Lea setelah teleponnya di angkat sama Gavin.
" Iya sayang, kamu suka..?" Lea mengangguk.
" Awas aja nanti dia minta imbalan.." Ucapan Gavin membuat Lea tertawa.
" Yaudah di makan ya, nanti mau aku bawain apa buat oleh-oleh..?"
" Bolen sama brownies.. Bawain itu aja."
" Ada lagi nggak yang lain..?"
__ADS_1
Lea menggeleng," Aku kangen.. Cepat pulang, jangan lama-lama di sana."
" Miss u to sayang.. aku janji, kalau hari ini bisa selesai aku langsung pulang.. Baik-baik di rumah, jangan banyak aktifitas nanti aja aktifitas sama aku."
" Ish itu mah maunya kamu.." Gavin terkekeh.
" Aku lanjut kerja lagi ya biar cepat selesai.."
" Iya sayang.."
Setelah telepon di putus oleh Lea, Gavin langsung menghubungi Galen.
" Yes ma bro.." Ucap Galen saat mengangkat telepon Gavin.
" Lo kirim apa lagi buat bini gue..?" Tanya Gavin to the point.
" Apapun yang buat dia senang pasti gue kirimin."
" Nggak usah sok perhatian sama bini gue.."
" Dih, kenapa emangnya kalau gue perhatian sama Lea..?"
" Gue lebih dari sanggup buat kasih itu semua ke dia."
" Ck..! Lo harus siap kalau nanti perhatian Lea terbagi buat gue."
" Kagak bisa.. Nggak boleh!!"
" Dasar posesif..!!"
" Biarin aja Lea harus bangga punya suami posesif kaya gue.. Udah, gue mau lanjut kerja lagi."
Galen menggelengkan kepala, Lea telah berhasil merubah Gavin jauh lebih baik dari sebelumnya.
TBC..!!
__ADS_1
Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN..