
Suara langkah kaki terdengar dari arah lobby, gadis cantik dengan rambut tergerai itu berjalan masuk ke dalam lift menuju ruangan dimana kekasih hatinya berada. Ah, entah lelaki itu masih menganggapnya kekasih atau tidak, mengingat ucapannya kemarin malam pasti membuatnya terluka.
Suasana kantor yang sudah sepi karena sudah masuk jam kerja membuatnya leluasa masuk tanpa khawatir pandangan yang mengarah padanya.
Clarissa menghembuskan nafasnya, dia melihat kembali layar ponselnya dan masih sama seperti kemarin. Semua ucapan yang keluar dari mulutnya kemarin malam sudah jelas menyakiti hati Devian.
" Devian ada di dalam Ostin?" Tanya Clarissa saat tiba di depan ruangan Devian.
" Bos ada di dalam, tapi sepertinya bos tidak ingin bertemu dengan siapapun."
" Aku harus bicara padanya, bantu aku biar dia mau membuka pintunya.."
Ostin beranjak dari duduknya, dia pun melangkah untuk membuka pintu ruangan Devian. " Bos boleh saya masuk..?"
" Masuk saja.."
Devian masih fokus dengan laptopnya dia tidak sadar keberadaan Clarissa. Lelaki itu tetap tampan meski garis hitam di bawah matanya terlihat menandakan kurangnya istirahat. " Ada ap..?" Ucapan Devian terhenti saat netranya melihat Clarissa berdiri tak jauh dari meja kerjanya.
" Hai Dev.. Kenapa chat dan telepon ku tidak di respon."
" Ada apa datang ke sini..?" Devian tidak membalas ucapan Clarissa, dia pun melanjutkan pekerjaannya.
" Apa aku tidak boleh main ke kantor kekasih ku sendiri..?"
Devian berdecak, " Cla, berhubung kamu sudah di sini.. Aku ingin berbicara hal penting padamu, aku ingin semuanya jelas, sebaiknya kita akh.."
" No Dev.. Jangan di lanjutkan..!! Aku kesini ingin menjelaskan semuanya.."
" Nggak ada yang perlu kamu jelaskan, ucapanmu kemarin sudah menjelaskan semuanya."
" Dev, aku mohon.. Aku tidak bermaksud berbicara seperti itu."
" Tidak bermaksud bagaimana menurutmu..? Bukankah orang yang sedang mabuk justru berkata jujur, semua yang dia rasakan bisa dengan bebas dia ucapkan."
" Dev, aku mohon jangan begini.." Rengek Clarissa.
Devian mendengus, sekesal apapun dia pada gadis itu rasa sayangnya selalu mendominasi.
__ADS_1
" Aku harus gimana? Bertahan meskipun harus melangkah tanpa tujuan?"
" Dev.."
" Dari awal aku tidak pernah memaksa kamu buat balas semua perasaan ku tapi kamu sendiri yang memintanya padaku, lalu setelah ucapan kamu waktu itu aku harus tetap bertahan..? Segampang itukah kamu mempermainkan hati seseorang..?"
Devian menghampiri Clarissa dan berdiri di depan gadis itu, wajah cantik yang sudah lama dia puja dan saat ingin dia miliki seutuhnya namun sepertinya takdir sedang bercanda padanya.
" Aku memang mencintaimu Cla, sejak dulu bahkan mungkin sampai saat ini.. Meskipun berulang kali kamu patahkan tanpa kamu beri kesempatan.. Jika semua ini membebani mu..Pergilah cari kebahagiaan mu Cla, kamu berhak bahagia meski bukan aku jadi tujuan bahagia mu."
" Ostin, masuk keruanganku.." Devian melangkah kembali ke meja kerjanya meninggalkan Clarissa dengan keterdiamannya.
" Ada apa bos..?"
" Ajak Nona Clarissa keluar, aku mau meneruskan pekerjaan ku.."
" Dev.." Lirih Clarissa namun tetap mengikuti langkah Ostin keluar dari ruangan Devian. Tanpa Clarissa sadari sejak tadi tangan Devian mengepal menahan amarah yang siap meledak.
Brakkkk..
Devian menendang kursi miliknya untuk meluapkan kekesalan dan melangkah masuk ke dalam ruang pribadinya.
" Sayang.." Panggil Gavin karena tidak menemukan keberadaan istrinya itu.
Gavin pun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mencari keberadaan istrinya itu.
" Sayang.." Panggilnya lagi setelah keluar dari lift.
Di meja makan istrinya itu sedang membantu maid dan Umi menata makanan untuk mereka sarapan.
" Pagi Umi.." Sapa Gavin seraya menghampiri Lea dan memberikan kecupan di dahi istrinya.
" Pagi Gavin, liat Umi sama Lea udah masak makanan kesukaan kamu.."
" Terima kasih Umi, seharusnya Umi tidak usah repot-repot memasak.. Gavin ajak Umi ke Jakarta biar tidak sibuk dengan kegiatan."
" Umi senang melakukannya Gavin, lagipula Umi kan tidak sering-sering di sini.. Jadi jangan larang Umi untuk memasak atau membuatkan sesuatu buat kalian."
__ADS_1
" Gavin hanya tak ingin Umi lelah.."
" Iya, Umi mengerti Nak, terimakasih untuk perhatiannya.."
" Umi susah By kalau di suruh diem.. Terbiasa sibuk dengan banyak kegiatan di kampung jadi apa aja di kerjain sampai bunga-bunga aku Umi semua yang urus."
" Sepertinya itu menurun padamu sayang, aku sudah membatasi kegiatan kamu tapi tetap aja di langgar.."
Lea mengerucutkan bibirnya, dia menerima uluran lauk dari Umi lalu mulai memakan sarapannya.
" Nanti Umi di antar sama supir sampai stasiun saja.."
" Kenapa nggak sampai kampung aja Mi..?"
" Asep jemput di stasiun sekalian mau antar barang."
Lea dan Gavin mengangguk, dia tidak akan memaksa jika Umi sudah memutuskan seperti itu.
Gavin meninggalkan Lea dan Umi di taman belakang sedangkan dia melangkah menuju ke ruang kerjanya. Tadi Zio menelponnya bahwa ada email kerjaan yang harus segera Gavin cek.
" Kamu jadinya mau empat bulanan atau tujuh bulanan neng?"
" Lea yang mana aja Umi, Lea nggak ngerti soalnya.. Kalau emang mau empat bulanan Umi nggak usah pulang biar gak bolak balik."
" Umi nggak masalah kalau harus bolak balik neng, Umi juga punya tanggung jawab di kampung."
" Yaudah kalau gitu, Lea mau tujuh bulanan aja Umi.. Sekalian buat rayain ulang tahun Gavin." Ya, tepat kehamilan Lea tujuh bulan di saat itu juga pertambahan usia Gavin.
" Umi minta kamu jaga kondisi ya neng, nurut apapun kata suami kamu.. Jangan terlalu aktif, inget sekarang bukan cuma yang jadi prioritas tapi juga 'dia'.." Ucap Umi seraya mengusap perut buncit Lea.
" Iya Umi, Lea janji akan jaga diri.. Umi juga di kampung jaga kesehatan jangan di porsir badannya."
Umi tersenyum lalu memeluk dan menciumi dahi Lea, putri kecilnya sebentar lagi akan menjadi Ibu. "Lea kecil kamu sudah menemukan bahagianya, jadi aku harap kamu bisa tenang di sana.." Gumam Umi.
Gavin melihat interaksi ibu dan anak itu, dua orang yang dia sayang. Gavin beruntung memiliki keduanya.
Gavin pun memutar badannya kembali ke dalam menuju dapur, sudah waktunya ibu hamil kesayangannya itu meminum susu dan memakan cemilan sehat.
__ADS_1
TBC..!!