
Ana melihat Lea melangkah menuju meja mereka, dia juga melihat tak jauh ada Sheena di belakang Lea.
" Lama banget bumil.. Gue udah khawatir lo kenapa-kenapa di toilet."
Lea hanya terkekeh saat Ana memarahinya, " Ish, malah nyengir dia." Decak Ana.
" Nona tadi Bos bilang sudah otw menuju kesini.."
Lea mengangguk sambil meminum jus yang ada di depannya.
" Tadi gue liat Sheena ada di belakang lo Le, dia habis dari toilet juga..?"
" Iya, tadi aku sempet ngobrol sama dia."
" Ngobrol apaan dah? Kalian kan nggak akrab.. Paling mulutnya berbisa kaya biasanya.
Adam berdecak lalu menarik pelan pipi chubby Ana, " Jangan bikin muka lo tambah jelek rabit gara-gara ngomel.."
" Gembull.. Sakit ihh!!" Pekik Ana memukul tangan Adam.
" Snowie, lo mau gue ambilin apa lagi..?"
" Aku mau pancake, dimsum sama kebab.."
" Biar saya yang ambilin nona." Trisa baru saja ingin bangun tapi Adam sudah menahan pergerakkannya.
" Cie.. Cie.. Adam sok gentle deh, ini mah Trisa jadi fall in love." Ledek Ana.
Lea tertawa mendengar ucapan Ana sedangkan Trisa terdiam namun senyum kecil tetap terbit di wajah cantiknya.
Adam kembali dengan membawa nampan berisi makanan pesanan Lea beserta minuman buat yang lain.
" Gomawo gembul.."
Cup..
Lea tersentak kaget karena ada yang mencium pipinya lalu dia tersenyum saat tau siapa pelakunya.
" Hubby.." Lea mengulurkan tangan agar bisa di peluk Gavin.
" Miss you.." Ucap Lea sambil memeluk leher Gavin.
" Miss you too sayang.."
Lea melirik kearah Sheena yang tengah menatapnya tajam, entah kenapa semakin gadis itu menantangnya semakin Lea gencar mengumbar kemesraan. Sepertinya bawaan hamil membuatnya jadi galak.
" Belum jam pulang lho By, kamu pasti kabur lagi.." Gavin terkekeh mendengar ucapan Lea
" Suami kamu ini bebas mau pulang jam berapa aja sayang.."
" Yaa.. Yaa.., Arik.. Kamu jangan diri aja di situ, duduk di samping Trisa sana."
__ADS_1
Arik mengangguk lalu melangkah menuju bangku tak jauh dari posisi Gavin.
Tak lama bos Fajar datang di ikuti oleh Sheena dan Paul, kedua crew itu membawakan makanan dan minuman khusus di meja Lea.
" Boleh saya bergabung..?" Tanya Fajar sambil menyapa semua yang ada di meja tersebut.
" Boleh, silahkan bos.." Ucap Ana.
" By, kenalin ini bos Fajar.. Bos Fajar, ini suami Lea."
" Gavin.. Fajar.." Ucap keduanya.
" Makannya pelan-pelan sayang, nggak ada yang minta juga." Gavin membersihkan bibir Lea yang terkena coklat.
Lea terkekeh, " Donatnya enak By.. Aku udah lama gak makan menu favorit cafe ini."
" Kamu bisa bawa nanti pasti pulang biar saya bilang Mia buat siapkan." Ucap Fajar membuat Lea tersenyum senang.
" Boleh ya By..?" Ujar Lea sambil memandang Gavin dengan puppy eyes nya.
" Iya sayang, pesan aja yang kamu suka nanti aku bayar."
" Donat itu saya kasih free buat kamu Lea.."
" Wah, saya nggak dapet juga bos..?" Celetuk Ana.
" Boleh An, tapi cukup dua aja.." Jawab Fajar membuat Lea dan yang lain tertawa.
" Sheen, kamu diam aja dari tadi.. Ini Gavin udah datang, katanya mau ngajak ngobrol."
Gavin menoleh pada istrinya lalu melihat Sheena dengan tatapan bingung.
" Dia tuh mau ngajak ngobrol kamu, mungkin mau berdua aja." Ucap Lea.
" Kita kan dari tadi udah ngobrol ya Le, kenapa juga dia nggak ikutan ngomong." Ucap Ana.
Lea dan Adam terkekeh sedang Fajar hanya tersenyum mendengar celetukan Ana.
Gavin mengerti maksud ucapan Lea, Sheena memang menaruh hati padanya sejak Gavin dan ketiga sahabatnya sering kumpul di cafe ini. Dulu cafe masih di pegang oleh pemilik asli sebelum di gantikan oleh Fajar.
" Sheena, lo di panggil chef.." Paul tiba-tiba datang menghampiri meja Lea, Sheena pun beranjak pergi meninggalkan Lea dan teman-temannya. Fajar juga memutuskan untuk berkeliling menghampiri tamunya yang lain.
" Jangan cemberut gitu sayang, tenang aja.. Suami kamu ini teruji klinis soal kesetiaan." Celoteh Gavin membuat Lea tertawa.
" Aku percaya Hubby, cuma lama-lama jadi kesel sendiri sama dia.. Aku kan nggak maksa kamu buat milih dan suka sama aku daripada dia."
" Ishh, snowie jadi galak sekarang.. Padahal awal hamil masih kalem, dulu cuek aja mau ada yang usil kaya gimana juga."
" Kayanya baby kalian posesif, Papa nya gak suka di deketin sama cewek lain."
Lea mencengkram botol air mineral hingga tak berbentuk lalu melempar ke atas meja.
__ADS_1
Gavin bergidik, dia mengusap perut buncit Lea.." Papa janji tak akan menduakan Mama kamu.."
" Lebih baik lo makan lagi bumil.. Ini semua buat lo.." Ana mendorong beberapa makanan kehadapan Lea karena dia tau mood bumil bisa berubah dengan makanan.
" By, aku mau nyusul abang ke Jerman.."
" Sebentar lagi juga pulang, dia mana betah lama-lama disana."
Lea berdecak, " Aku coba telepon sama videocall nggak di angkat.. Biarin aja nanti Lea minta Mom buat hukum abang."
Ya Tuhan, istri gue dari tadi ngeGas mulu.. " Jangan marah-marah mamah.." Bisik Gavin di telinga Lea membuat Lea langsung menerbitkan senyumannya.
" Astaga, bumil satu ini.. Random banget moodnya tadi marah-marah sekarang udah senyum-senyum.."
" Biarin aja rabit.. Ibu hamil nggak bisa di tebak moodnya."
" By, kita pulang yuk.. Aku mau berendam, rasanya badan aku udah gerah banget.."
" Yuk.. Yuk, kita pulang sebelum moodnya berubah lagi." Kekeh Gavin sambil membantu Lea bangun dari duduknya.
Lea dan Ana pamit dengan Fajar dan para crew tak terkecuali Sheena. Lea sejak tadi bergelayut manja pada lengan Gavin dengan tangan Gavin merangkul pinggang Lea.
Lea ikut satu mobil dengan Gavin sedangkan Adam dan Ana di mobil yang tadi Adam bawa. Sepanjang perjalanan, Lea hanya terdiam sambil menyandarkan kepalanya di pelukan Gavin.
" By, aku mau es krim satu bucket, pesanin sekarang biar pas sampe rumah udah ada.."
" Arik, pesankan sekarang.. Pesan semua rasa jadi biar Lea bisa pilih nanti."
" Baik bos.."
" Udah tuh lagi di pesenin Arik.. Senang nggak?"
" Senang dong, makasih Hubby.. Oiya kata Sheena aku suka kamu karena kamu kaya raya dan cuma jadi beban kamu aja."
" Itu memang kelebihan aku selain wajah aku yang tampan dan semuanya udah jadi milik kamu.. Apapun yang di omongin sama dia jangan kamu pikirin sayang, aku akan lakukan segalanya buat kebahagian kamu dan itu bukan jadi beban buat aku."
" Nanti coba kamu ulang kata-kata yang tadi biar aku rekam terus aku kirimin ke dia."
Gavin terkekeh gemas lalu menciumi pipi chubby Lea membuat Lea memekik dan menjauhkan muka suaminya itu.
" Gemes banget pengen gue kurung aja di kamar.." Gumam Gavin masih terus menciumi pipi Lea.
...❄❄❄...
TBC..!!!
Happy Reading..💕
Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN bestie..
baru sempet di up sekarang, dari kemarin ketunda terus..
__ADS_1