PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 40


__ADS_3

Senyum merekah di wajah tampan Faris tidak hilang sejak pria itu bangun dari tidurnya. Hari ini terasa berbeda baginya karena Ana hari ini akan interview di Galerinya.


Meskipun sempat gundah karena kejadian dimana Ana di jemput oleh Adam namun saat ini keyakinannya kembali tumbuh.Dia bertekad selama belum ada janur kuning melengkung, kesempatan menaklukkan hati gadis itu masih ada untuknya.


" Mukanya cerah banget sampai ngalahin cerahnya matahari.." Celetuk Mama.


" Wajah putra Mama memang sudah ber Aura jadi matahari pasti insekyur duluan."


Mama terkekeh, " Mama tebak kamu lagi senang karena ketemu cewek cantik..?"


" Mama tau aja.." 


" Tapi Mama sangsi yang ini juga nggak akan bertahan lama.. Paling cuma bertahan lima hari."


" Doain dong Ma biar Faris menangin hatinya terus bisa nyusul Gavin."


" Pasti Mama doain sayang, kamu memang sudah pantas menikah.. Seriusin cewek baik yang sayang sama kamu dengan tulus."


" Faris juga berharap gitu Ma, tapi kayanya perjuangan kali ini lebih berat karena dia udah punya pacar."


" Eh, kamu yakin lelaki itu pacarnya?" Faris menggeleng.


" Cari tau dulu kebenarannya, jangan simpulin sepihak kali aja bukan.. Sebenarnya Mama nggak suka kamu gangguin pacar orang meskipun belum tentu jodoh juga."

__ADS_1


" Faris akan cari tau Ma, selama bukan istri orang Faris mau berjuang biar dia bisa lihat Faris itu kandidat terbaik."


Mama tertawa, " Putra Mama memang calon suami terbaik.. Jadi penasaran gadisnya kaya gimana?"


" Nanti Faris kenalin ya.."


Tawa Mama menular ke Faris, ibu dan anak itu menikmati sarapan paginya dengan saling bercerita. Kesibukan Faris dan suami terkadang membuat wanita paruh baya itu kangen dengan kebersamaan ini.


Ana melihat lagi papan nama di depannya, alamat yang dia cari ternyata tidak jauh dari kosannya. Rasanya jantung Ana terdegup dengan kencang untuk memulai interview hari ini, akhirnya dengan keyakinan kuat Ana masuk ke dalam.


Setibanya di sana Ana bertemu dengan Sinta, dia di minta untuk menunggu di ruang meeting sampai pemilik Galeri datang, gadis itu juga di berikan formulir untuk mengisi data diri karyawan.


Ceklek..


" Selamat Pagi.." Sapanya.


" Selamat Pagi Pak.." Balas Ana.


" Masih ingat saya..?" Ucap Faris setelah lelaki itu duduk.


Ana coba mengingat, " Bapak yang waktu itu di AlfaDol..?"


Faris mengangguk," Panggil Faris atau mas saja seperti waktu itu.."

__ADS_1


" Iya Pak eh Mas.." Ucapan Ana membuat Faris tersenyum.


" Saya sudah terima surat lamaran dan data diri kamu, info dari Gavin kalau kamu ingin kerjanya part time."


" Iya, karena sama masih membagi waktu dengan jam kuliah, apa di sini ada pekerjaan part time?"


" Di sini kerjanya flexibel, sibuk kalau lagi ada even atau acara yang besar aja.. Jadi kamu bisa atur jadwal kerja sama jadwal kuliah."


" Jadi apa saya di terima bekerja di sini?"


Faris mengangguk, " Selamat bergabung di Galeri kami, semoga kamu nyaman dan bisa bekerja dengan baik."


" Alhamdulillah, makasih mas Faris.. Saya akan bekerja dengan baik."


" Kamu bisa memulai dari hari ini Ana..?"


" Bisa mas.."


" Yaudah sekarang saya akan kenalkan kamu sama kru yang lain." Faris bangun dari duduk di ikuti Ana.


Dalam hati Ana mengucap syukur, mulai hari ini dan seterusnya keuangannya bisa terjamin jadi dia bisa terus mengirimkan uang untuk Bunda dan adiknya.


TBC..!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk VOTE, KOMEN dan LIKE..


__ADS_2