
Lea menatap kepergian Oma dan Gavin, kenapa dia jadi di tinggal. Lea melihat jam pada dinding, sudah mendekati jam 12 malam. Tidak dia sadari berbicara dengan Oma ternyata menghabiskan banyak waktu. Seharusnya dia saat ini sudah tertidur lelap, terbiasa dengan jadwal kerja waktu itu membuat Lea memang lebih cepat untuk istirahat. Lea memutuskan untuk segera naik ke kamarnya, dia pun beranjak keluar dari ruang keluarga namun saat membuka pintu, mata Lea terbelalak kaget melihat apa yang ada di depan matanya.
“ Selamat Ulang Tahun…” Teriak semua orang di depan pintu.
Lea menatap orang-orang di depannya, ada kedua orang tua Gavin, Oma, ketiga sahabat Gavin, dan Umi. Lea langsung berlari menghampiri Umi.
“ Sayang, jangan lari.. ya Tuhan.” pekik Gavin.
“ Umi kok bisa ada di sini..?” ucap Lea sambil memeluk Umi.
“ Nanti Umi cerita, sekarang tiup lilinnya dulu kasian itu yang pegang kue nya.”
Lea berbalik lalu menghampiri kue ulang tahunnya. “ Berdoa dulu sayang..” ucap Gavin.
Lea memejamkan matanya lalu meniup lilin berbentuk love. Gavin meminta Lea untuk duduk di sofa namun Lea lebih memilih memeluk Umi lagi.
“ Selamat ulang tahun Lea, Ayah sama Bunda doakan semoga kamu selalu sehat.” ucap Ayah.
“ Selamat ulang tahun cantik..” ucap Galen mewakili kedua sahabatnya.
“ Lea, selamat ulang tahun.. semoga kamu kuat ngadepin cucu Oma.” ucap Oma memeluk Lea.
“ Terima kasih semuanya, Lea senang banget.. Lea nggak pernah di kasih kejutan kaya gini sebelumnya.”
__ADS_1
“ Kamu harus tau sayang, kejutan ini semuanya idenya Oma..” Lea menoleh pada Oma yang tersenyum padanya.
“ Nggak usah bingung, besok Oma ceritakan semua sekalian perayaan ulang tahun kamu, sekarang kamu istirahat ya nggak bagus buat kesehatan ‘kalian’..” ucap Oma.
“ Iya Oma, Lea pamit buat bobo ya.. makasih kejutannya.” ucap Lea pada semuanya.
Pagi harinya, Gavin sudah masuk ke dalam kamar Lea, terlihat Lea masih terlelap. Gavin menyingkap hordeng agar cahaya pagi masuk ke dalam kamar Lea.
“ Sayang bangun yuk..” ucap Gavin sambil mengusap pipi Lea.
“ Ehmm, sekarang emangnya jam berapa?” tanya Lea, dia membuka matanya perlahan.
“ Jam 7.. semua udah nunggu kamu buat sarapan.” Gavin membantu Lea untuk bangun.
“ Aku mandi sebentar ya..” Lea langsung masuk ke dalam kamar mandi.
“ Selamat pagi.. maaf Lea bangun paling terakhir.”
“ Gapapa sayang, kata Umi kamu mual muntah lagi ya..?” ucap Bunda.
“ Iya Bun terus karena masih ngantuk Lea bobo lagi eh jadi kesiangan.”
“ Sekarang kamu sarapan dulu, setelah ini ada yang mau Oma kasih tau.” ucap Oma sambil menatap Lea.
__ADS_1
Semua menikmati sarapan pagi yang berbeda hari ini, Lea masih tidak menyangka setelah ketegangan yang terjadi waktu berbicara dengan Oma semalam berubah jadi keakraban di meja makan saat ini.
“ Lea, Oma mau ngomong serius sama kamu.. Oma sudah tau semua yang terjadi dengan kamu dan Gavin, jujur Oma kecewa dengan Gavin tapi semua sudah terjadi saatnya Gavin belajar untuk memperbaikinya.. Semalam Oma ajak kamu ngomong hanya ingin tau reaksi kamu, Oma itu sangat menyayangi Gavin, Oma ingin dia memiliki pasangan yang terima dia bukan karena statusnya saat ini.”
“ Saat orang kepercayaan Oma memberikan laporan tentang kegiatan Gavin dan apa yang sudah dia perbuat, Oma langsung mencari tau semua tentang kamu.. Oma sangat memperhatikan bibit, bebet dan bobot dari orang yang akan menjadi keluarga kami tapi Oma juga nggak akan biarin Gavin jadi lelaki pecundang yang tidak bertanggung jawab dengan perbuatannya.. Oma hanya berpesan, kehidupan Gavin banyak di kelilingi oleh rival bisnis dan wanita-wanita yang akan datang menggoda, Oma harap Lea selalu percaya dan kuat mendampingi bagaimanapun kondisi Gavin.”
“ Lea cuma mau bilang terima kasih, Lea nggak nyangka kalau Lea akan ngalami ini semua, bisa di sayang sama Gavin aja Lea masih nggak percaya apalagi saat ini keluarga Gavin mau nerima Lea dengan baik.. saat Lea berani untuk pacaran sama Gavin sebenarnya mental Lea udah di latih saat itu, meskipun tidak terang-terangan tapi Lea tau setiap kami jalan berdua banyak pasang mata yang memandang Lea berbeda.”
“ Ya kamunya setiap aku ajak shoping sama perawatan ke salon nggak pernah mau, tiap jalan sama aku lebih suka t-shirt sama celana jeans, baju girly bisa keitung jari.”
“ Kamunya ngajak belanja ke Mall mewah, aku biasanya belanja di pasar malam.. aku ajakin ke sana nggak mau, padahal pasar malam banyak yang jualan, makanannya juga enak-enak, kalau di sana aku bisa traktir kamu.. seratus ribu bisa dapat banyak.”
“ Astaga sayang.. buat apa ke pasar malam sedangkan aku masih sanggup belanjain kamu di Mall manapun, mau makan, shoping, atau perawatan bersamaan juga gapapa.”
“ Dengar kan Umi, Lea di ajarin boros mulu sama Gavin..” ucapan Lea membuat semua tertawa.
“ Oma sudah memutuskan pernikahan kalian akan di langsungkan dua hari lagi.”
Gavin bersorak senang sedangkan Lea menatap kaget ke arah Umi.
“ Iya Neng, Umi juga setuju.. nggak baik nunda hal baik.”
“ Kamu udah nggak bisa nolak lagi sayang..” ucap Gavin sambil memeluk tubuh Lea.
__ADS_1
Kalau sudah seperti ini Lea hanya bisa pasrah, Lea bersyukur ketakutannya tidak terjadi. Gavin dan keluarganya sangat baik memperlakukan dirinya dan Umi. Melihat senyum di wajah Umi membuat Lea yakin keputusannya sudah tepat menerima pinangan Gavin.
TBC..!!