
Adam kembali mendengus, Lea dan Ana masih sesekali menggoda Adam. Bagi mereka, ketertarikan Adam pada lawan jenis termasuk hal langka dimana biasanya dia yang menjadi objek incaran para gadis.
" Gue berangkat sekarang aja deh.. " Adam mengambil tas ranselnya.
" Ish, buru-buru banget.." Ucap Ana.
" Gue mau ke perpus dulu sebelum masuk.. Lo masih mau di sini Le..? Lea mengangguk.
" Hati- hati gembul, nanti aku sampein salamnya ke Trisa.. Tapi janji jangan mainin hatinya ya."
" Gue belum ngapa-ngapain lho Le, ini kan baru kesimpulan kalian berdua."
" Gue sama Lea dukung lo 100% kalau lo mau deketin Trisa."
" Yup bener banget.."
" Udah ah, gue cabut yaa.. Bye rabit, bye snowie.."
Adam keluar dari kosan Ana dan berpapasan dengan Trisa yang membawa dua kantong belanjaan.
" Nona, mau makan sekarang..?"
" Iya.." Trisa memberikan makanan kearah Lea.
" Buset Le.. Nafsu makan lo nggak main-main ya.. Nggak liat itu pipi udah kaya bakpao."
" Gapapa, kata Gavin pipi aku gemesin."
Ana hanya memutar bola matanya saat mendengar ucapan Lea. Apa nanti dia juga akan begitu kalau sudah bertemu dengan belahan jiwanya.
Trisa melihat ponselnya yang bergetar, nama Gavin tertera disana. Dia pun mengangat teleponnya dan memberikan ponselnya itu pada Lea.
" Halo By.."
" Hai sayang.. Kamu udah makan?"
" Ini aku lagi makan, kamu udah makan juga?"
" Aku baru aja selesai meeting ini lagi nunggu Zio bawain makan siang."
__ADS_1
" Aku hari ini makan banyak By, anak kamu nggak kenyang-kenyang.."
" Bagus dong sayang, biar dia tumbuh sehat.. Yaudah makan dulu sana."
" Iya By, dadah By.."
Trisa membantu Ana membereskan sisa makan siang sedangkan Lea sudah bersandar pada tembok kosan dengan bantal ibu hamil yang dia bawa dari rumah.
" Trisa, kita pulangnya sebelum ashar ya.. Aku ngantuk banget."
" Iya, jangan lupa minum vitaminnya dulu." Trisa memberikan satu butir vitamin dan segelas air putih.
Tak lama mata indah milik Lea terpejam, Ana dan Trisa membiarkan ibu hamil itu masuk ke dunia mimpi.
" Tris, mau bantuin gue buat kue..?"
" Boleh Nona.."
" Panggil gue Ana aja Tris.. Nggak usah kaya panggil Lea."
Trisa mengangguk, dia mulai membantu Ana menyiapkan bahan dan acara membuat kue pun di mulai. Ana dan Trisa saling cerita, keduanya memiliki kisah hidup yang sama. Baik Ana maupun Trisa sama-sama menjadi tulang punggung keluarga, bedanya Trisa memang sudah tidak memiliki Ayah, sedangkan Ana hanya status saja sedangkan nyatanya lelaki yang dia sebut Ayah layaknya orang tak berguna.
" Berarti selama ini lo sama nenek lo bertahan karena keluarga Gavin?" Trisa mengangguk.
" Keluarga Bos semuanya baik, Bos besar juga.. Waktu kejadian kecelakaan beberapa tahun lalu semua yang urus Bos besar."
" Apa tugas lo sekarang menjaga Lea salah satu balas budi lo sama keluarga Gavin." Trisa mengangguk kembali.
" Tugas saya ini tak seberapa dari apa yang udah keluarga Bos Gavin lakukan."
Trisa melihat ponselnya yang bergetar, dia meletakkan nampan lalu mengambil ponselnya. " Iya Bos.. Nona sedang tidur siang, baik Bos.."
Trisa meletakkan kembali ponselnya, dia melanjutkan kembali menata kue yang sudah di buat Ana.
" Kalau kamu sendiri, sudah lama kenal sama Nona?"
" Gue ketemu Lea saat sama-sama masih jadi MABA, terus nggak lama kenal sama Adam pas kita bertiga kena hukuman dari kakak senior terus berlanjut deh sampai sekarang."
" Mereka berdua selalu bantuin gue Tris, mereka tau kondisi keluarga gue dan nggak pernah sekalipun ninggalin gue."
__ADS_1
" Yaa, Nona memang baik.. Dia memperlakukan semua pekerja di rumah seperti keluarga.. Bos Gavin beruntung bisa punya istri kaya Nona."
" Kalian lagi ngapain..?" Suara Lea membuat atensi mereka teralihkan.
" Nona mau sesuatu..?"
" Botol minum aku dimana Tris..?"
" Ada di rak piring, abis gue cuci.. Nih cobain kue buatan gue sama Trisa."
Ana meletakkan piring berisi kue-kue yang baru saja matang.
" Habis ini kita pulang ya, Umi kasihan di tinggal lama.."
" Iya Nona.." Trisa membereskan semua barang Lea agar tidak ada yang tertinggal. Ana juga memisahkan satu kotak makan berisi kue khusus buat Lea.
" Hati-hati ya Lea, makasih udah jenguk dan nemenin gue.."
" Sama-sama An, inget tetap jaga kondisi.. Kalau ada apa-apa kasih tau aku atau Adam ya." Ana tersenyum dan mengangguk.
Mobil yang di kendarai oleh supir keluar dari gang kosan Ana menuju jalan raya.
" Nona, Bos Gavin bilang nggak jadi pulang hari ini karena ada acara kantor.."
Lea menolah, dia membuka ponselnya yang baru saja menyala. Di sana banyak chat masuk salah satunya dari Gavin.
MyHubby💜
'Sayang, maafin aku nggak bisa pulang hari ini.. Ada undangan acara dari rekan bisnis, janji besok aku pulang.. Baik-baik di rumah, love you..'
Lea menghembuskan nafasnya, dia tidak boleh egois.. Gavin harus bertanggung jawab bukan hanya padanya tapi ribuan kepala yang bergantung pada perusahaan yang dia pegang saat ini.
Trisa melihat kegundahan Nonanya itu, dia sangat tau Lea tidak bisa jauh dari Gavin namun kondisi membuat mereka harus berjarak saat ini.
...🍑🍑🍑...
TBC..!!
Terus dukung cerita aku yaa.. aku usahain hari ini double up.. Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN..
__ADS_1