
Clarissa masih terdiam di dalam mobil setelah tadi dia pasrah di turunkan oleh Devian dari gendongannya lalu melihat kepergian lelaki itu dengan perasaan gamang. Dia seperti tidak rela lelaki itu pergi padahal sebelumnya saat Devian pergi urusan kantor Clarissa tidak cemas bahkan terkesan biasa saja.
Clarissa menghembuskan nafasnya, dia melajukan mobilnya keluar dari bandara. Dia ingin langsung pulang ke apartemen, rasanya malas untuk perawatan di salon jadi lebih baik dia menghabiskan waktunya di apartemen saja.
Azalea baru saja selesai mandi, sebenarnya dia sedang malas untuk bertemu air tapi karena belakangan ini dia sering berkeringat membuatnya harus mandi lebih banyak dari biasanya.
Di dalam walk in closet Lea mengambil dress dengan motif flower berwarna navy yang kontras dengan kulitnya yang putih, dia mengerai rambut panjangnya dan di percantik dengan bandana.
Setelah selesai dengan pakaiannya dia beralih ke lemari sendal dan sepatu, sejak hamil Gavin hanya mengizinkan dia menggunakan flat shoes.
" By, aku udah mau jalan.. Lagi nunggu Adam sama Ana datang." Ucap Lea setelah teleponnya di angkat oleh Gavin.
" Iya sayang, baik-baik di sana.. Nanti kalau kerjaan aku udah selesai aku nyusul ya.."
Tin.. Tin..
" Itu kayanya mereka udah datang.. Aku tutup teleponnya, semangat kerjanya.. Bye By."
" Bye sayang.. Love you."
Lea melangkah keluar dan meminta Adam memarkirkan motornya. Dia memberikan kunci mobil pada Adam agar lelaki itu yang bawa. Lea juga meminta Trisa duduk di depan sedangkan dia dan Ana duduk di belakang.
" Nanti laki lo nyusul Le?" Lea mengangguk.
" Sepulang dia kerja katanya jemput aku."
" Faris juga katanya mau jemput, tadinya mau bareng tapi ada kerjaan yang nggak bisa di tinggalin."
" Uhhh.. Kaya-kayanya ada yang makin deket nih Dam.." Kekeh Lea meledek Ana.
" Dia kan sok nolak tapi sebenernya mau." Balas Adam langsung dapat tatapan tajam Ana.
" Berisik gembul…!!"
" Cie rabit blushing…" Adam tidak bisa menahan tawanya.
Lea dan Trisa juga ikut tertawa melihat tingkah keduanya.
Mobil yang di kendarai oleh Adam sudah terparkir, Lea keluar dari dalam mobil di bantu Trisa. Ajudan sekaligus bodyguard ibu hamil itu juga membawakan pouch milik Lea agar gerak Lea tidak terganggu.
Lea dan Ana saling menyapa teman-teman di cafe, serasa reuni karena sudah lama dia tidak berkunjung.
__ADS_1
" Ana, Lea.." Panggil Paul. Lelaki dengan lesung pipi itu menghampiri lalu mengajak keduanya di ruangan acara.
" Selamat ulang tahun bos Fajar.." Ucap Lea mengulurkan tangan di ikuti oleh Ana.
" Hai, Lea Ana.. Ya ampun makasih udah datang."
" Ini bos kado dari kami.." Ana memberikan kado yang sudah mereka siapkan untuk mantan bosnya itu.
" Wah, makasih banyak jadi enak.. Oiya kamu udah berapa bulan?" Tanyanya sambil melihat perut Lea.
" Minggu depan udah lima bulan bos.."
Fajar mengangguk, dia terlihat senang bisa melihat Lea dan Ana kembali. Dua crew terbaik di cafe yang dia pegang, sejak mereka resign suanan cafe menjadi beda karena sedikit banyak kehadiran mereka membuat pengunjung cafe semakin ramai.
" Kamu makin cantik dan bersinar Lea sejak hamil pasti suami kamu tambah sayang banget ya."
" Bukan sayang lagi bos, udah jadi bucin laki nya."
Lea hanya terkekeh menanggapi ucapan Fajar, dia melangkah menuju meja yang tak jauh dari sana. Setelah memperkenalkan Adam dan Trisa, acara pun di mulai.
Bos Fajar sampai tidak bisa berkata-kata, kue yang khusus di buatkan oleh crew membuat mukanya memerah.
" Ini mah harusnya di kasih pas pesta bujang nanti.. Siapa sih yang nyiapin kue nya?" Protes Dio membuat para crew tertawa.
" Ckck, dulu pas acara bos Arfan.. sekarang pas acara bos Fajar juga, emang suka ngadi-ngadi idenya."
Paul hanya bisa meringis dan mengangkat tangan membentuk tanda maaf. Siapa suruh semua di serahin ke dia.
" Nih Le, kuenya udah gue potongin.." Ana memberikan sepiring cake yang di minta Lea.
Lea mengucapkan terima kasih lalu memakan cake itu. " Aduh.." Ringis Lea memegang perutnya.
" Kenapa Le..?" Panik ketiganya.
" Aku mau pipis, di tambah tadi perutnya sedikit kram."
Trisa membantu Lea bangun dari duduknya dan membiarkan Nonanya itu pergi ke toilet sendiri karena Lea menolak untuk di temani.
Lea keluar dari satu bilik lalu melangkah ke depan wastafel untuk mencuci tangan dan sedikit merapihkan dandanannya.
" Hai Le.." Sapa Sheena
__ADS_1
" Hai Sheena…" Balas Lea.
Lea tersenyum kearah Sheena tapi Lea dapat merasakan gadis itu menatapnya berbeda.
" Gimana rasanya jadi istri Gavin?"
" Bahagia pastinya.. Kamu lagi duty atau lagi off..?"
" Lagi off.."
" Gue masih mikir Gavin kenapa bisa suka sama lo yaa..? Padahal yang deketin duluan itu gue."
" Kalau soal itu kamu bisa tanya sendiri sama orangnya."
" Jadi gue boleh ketemu dan ngomong sama dia?"
" Selama Gavinnya mau yaa ajak aja ngobrol, dia bilang nanti mau jemput."
" Ehmm.. Kalau gue minta dia buat jadi milik gue boleh?"
Lea mengernyit, " Gavin bukan barang yang bisa kamu minta."
" Atau lo mau berbagi? Gue bersedia jadi yang kedua.."
Lea tergelak, dia terkekeh pelan.. " Apa stok pria single udah habis sampai harus jadi yang kedua di hubungan seseorang..?"
" Lo nggak akan ngerti rasanya sayang sama seseorang tapi lelaki itu malah jadi pasangan orang lain bukan gue yang jelas sayang sama dia."
" Kamu juga harusnya ngerti, nggak semua keinginan kamu bisa terwujud salah satunya soal pasangan.. Sekeras apapun usaha kamu buat menggapainya kalau dia bukan jadi milik kamu pasti gak akan bersatu juga, begitu sebaliknya." Lea terpekik dalam hati 'gak sia-sia hubby ajarin aku..'
Sheena mengerang kesal dengan tangan terkepal, Lea sudah berani membalas ucapannya biasanya wanita itu hanya bisa terdiam tanpa membalas atau berkomentar jika dia mengeluarkan taringnya.
" Kalau gue berhasil goda Gavin, apa lo rela buat lepasin dia buat gue..?"
Lea tersenyum lalu melangkah keluar tanpa menjawab ucapan Sheena, baginya semakin di balas semakin banyak kata-kata menyakitkan yang keluar dan itu membuat Lea tidak nyaman.
...💕💕💕...
TBC..!!
Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN yaa..
__ADS_1
Aku usahain double up hari ini..