
Faris keluar dari ruang UGD setelah menidurkan Ana di ranjang agar di periksa dokter. Banyak pertanyaan yang memenuhi pikirannya, Ana dengan sikap tertutupnya dan kejadian yang baru saja terjadi membuatnya semakin berpikir keras. Apa ini salah satu bentuk penolakan yang gadis itu lakukan padanya? Faris hanya bisa menghembuskan nafas berat, mungkin kalau kondisi sudah memungkinkan dia akan bicara empat mata dengan gadis itu.
" Permisi tuan, teman anda sudah sadar.. Anda sudah bisa melihatnya.." Ucap seorang suster membuat Faris beranjak masuk dan menghampiri dokter.
" Kondisinya baik-baik saja, memar di keningnya juga tidak perlu di khawatirkan.. Saya pamit dulu." Faris mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Faris mendekati ranjang Ana, gadis itu masih terdiam dan tidak menyadari kedatangan Faris.
" An.. " Panggil Faris sukses membuat Ana terlonjak kaget.
" Mas.."
" Apa yang kamu rasain sekarang? Masih sakit nggak keningnya..?"
Ana menggeleng lalu tersenyum, " Maafin Ana mas udah banyak ngerepotin.. Terima kasih juga masih mau nemenin di sini."
" Nggak perlu minta maaf dan terima kasih Ana.. Aku tulus ngelakuinnya jadi jangan sungkan."
Ana kembali tersenyum, lelaki tampan di depannya ini memang sangat baik padahal mereka juga baru kenal beberapa bulan.
" Jangan di pandangin terus An, nanti kamu jatuh cinta.." Ucapan Faris membuat Ana mendengus.
Faris tidak dapat menahan tawanya melihat rona di pipi Ana. Lucu sekali melihat raut wajah malu- malu yang di tunjukkan gadis itu.
...🍉🍉🍉...
Sementara di istana Lea dan Gavin sedang ada kehebohan yang di lakukan oleh ibu hamil itu.
" Sayang, iya ini aku pakai bajunya.. Jangan nangis lagi."
Lea bukannya berhenti malah semakin kencang, dia kesal karena Gavin menolak untuk memakai baju kostum yang sudah Lea beli secara online.
" Papa nggak sayang sama kita dek, kita cari papa baru yuk.." Ucapan Lea membuat Gavin membelalakan matanya.
" Sayang, jangan gitu dong.. Iya, iya ini aku pakai.." Gavin pasrah di pakaikan baju kostum itu.
" Kamu jangan ketawa Arik, sekarang kamu pakai juga bajunya.."
" Saya pakai juga bos..?" Arik bergidik ngeri membayangkan ikut memakai baju itu.
" Trisa, siapkan bahan-bahan lukis aku sekalian kamera pocket aku.."
__ADS_1
Trisa berjalan ke galeri dan mengambil barang-barang yang di minta Nonanya itu. Selama menunggu kedua lelaki tampan itu memakai baju kostum, Lea mengambil mangkok berisi buah-buahan yang sudah di siapkan maid untuknya.
" Yaa Tuhan, kalau buka demi anak istri mana sudi aku pakai kostum lakn*t ini.." Dumel Gavin dalam hati.
" By, kamu nggak ikhlas ngelakuinnya yaa..?" Ibu hamil itu udah mulai berkaca-kaca dan tangis pun kembali terdengar.
" Eh, eh.. Aku ikhlas sayang.. Suer, kalau bohong biar Arik jadi jomblo abadi."
" Bos.." Protes Arik, enak saja namanya jadi tumbal.
" Udah sekarang kalian ke halaman belakang, aku mau lukis dan foto di sana.."
Gavin dan Arik hanya bisa pasrah mengikuti kemauan ibu hamil itu, di taman belakang sudah lengkap alat tempur yang sudah di siapkan oleh Trisa.
" Sayang, boleh ganti posisi..? Kaki aku pegal."
" No, kamu diem terus kaya gitu By.. Nanti kalau udah selesai baru boleh." Lea kembali fokus dengan lukisannya.
" Masih lama gak sayang..?" Gavin kembali bersuara, kaki dan badannya sudah kebas rasanya.
Lea meletakkan kuasnya lalu membersihkan tangannya, dia juga melihat foto-foto yang sudah di ambil oleh Trisa.
Lea membantu Gavin membuka baju kostumnya, dia juga membersihkan riasan di wajah tampan suaminya itu.
" Makasih By, udah mau nurutin aku.. Kamu juga harus kasih bonus buat Arik."
" Makasih Nona bos.."
" Dia udah dapat banyak bonus dari aku sayang, jadi nggak usah di tambah lagi."
Arik mendengus, ini kan bonus dari Nona bosnya yang pasti beda.
" Yaudah aku pakai uang aku aja buat kasih bonus buat Arik.." Arik tersenyum senang sedangkan Gavin menatap Aris tajam.
" Dia kesenangan kamu belain sayang, aku nggak suka.." Entah kenapa Gavin jadi suka cemburu kalau Arik mendapat perhatian dari Lea padahal Lea memang baik ke Arik dan Trisa.
Setelah Gavin kembali normal dengan pakaian santainya, Lea mengulurkan tangan agar bisa di gendong. Lea meminta Gavin ke kamar mereka sebelum nanti turun kembali untuk bermain di kolam renang.
" Aku kangen sama Ayah, Bunda, Umi sama Abang.."
" Nanti kita telepon mereka yaa, Ayah belum bisa pulang karena masalah di sana masih belum selesai."
__ADS_1
" Galen kayanya lagi nyari jodoh di sana, inget kan ancaman Mom waktu itu."
" Nggak mungkin By, abang katanya lebih suka cewek lokal.."
" Gaya banget pakai ada kriteria padahal liat cewek cantik sama body goal juga tergoda."
" Sama kaya kamu yaa By, apalagi sekarang badan aku jadi bulet kaya gini.." Lea mulai insecure dengan kondisi badannya.
" Oh tentu tidak sayang.. Aku udah punya yang sempurna mau cari yang kaya gimana lagi coba."
" Ish gombal aja.."
Gavin terkekeh lalu menciumi pipi chubby Lea dengan gemas.
" Tunggu di sini, aku siapin air hangat buat kamu mandi.. " Gavin menurunkan Lea dari gendongannya lalu beranjak menuju kamar mandi.
Lea mengambil ponselnya lalu membuka medsos untuk sekedar tahu perkembangan baru.
Drttt.. Drrttt…
Getaran ponsel di nakas membuat Lea menoleh, panggilan di ponsel suaminya tapi nomor tanpa nama. Telepon itu terputus saat Lea mengambil ponsel itu.
" Kenapa sayang..?" Tanya Gavin saat melihat Lea memegang ponselnya.
" Ada yang telepon kamu tapi nomor tidak terdaftar.." Jawab Lea. Dia meletakkan kembali ponsel milik Gavin ke atas nakas.
" Cuekin aja sayang, kalau nomornya nggak aku simpan berarti bukan orang penting." Gavin menggendong Lea dan membantu Lea untuk berendam di bathtub.
Entah kenapa ucapan Gavin tidak membuat pikiran dan hati Lea tenang, nomor tersebut bukan sekali menghubungi nomor suaminya tapi tadi sudah ada beberapa panggilan tidak terjawab dari nomor tersebut.
" Kalau udah selesai panggil aku yaa, aku mau cek email kerjaan dulu.." Lea hanya menjawab dengan anggukan.
Lea kembali memikirkan siapa pemilik nomor itu, " Semoga ketakutan ku tidak menjadi kenyataan.." Gumam Lea dalam hati.
... 🍒🍒🍒...
TBC…!!!
Maaf baru sempat untuk update, kesibukan real life gak bisa di tinggalin di tambah kondisi badan juga sedang kurang fit.. 🙏
Dukung terus cerita aku, jangan lupa VOTE, KOMEN dan LIKE..
__ADS_1