
Azalea sudah cantik dengan gaunnya sedangkan Gavin sedang memakai taxedonya, lelaki itu meminta Lea untuk memasangkan jasnya.
" Uhh, Papa tampan banget dek.." Ucapan Lea membuat Gavin terkekeh.
" Dan ketampanan itu milik kamu seorang sayang.."
" Ish, Gavin..!! Make up aku rusak kalau kamu ciumin terus." Protes Lea menjauhkan wajah Gavin.
" Kamu tetap terlihat cantik sayang.."
" Yaa nggak bisa gitu Gavin.. Udah kamu duduk di sana atau tunggu aku di bawah.." Usir Lea, ibu hamil itu melangkah menuju ke meja rias. Gavin yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.
" Ayo, aku udah siap.." Lea mengulurkan tangannya untuk di genggam Gavin.
Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai bawah. Arik dan Trisa sudah menuju pasangan itu di depan teras rumah.
Tring..
Suara chat masuk membuat Gavin menghentikan langkahnya, dia melihat nama Bunda.
" Sayang, Bunda mau datang ke sini.. Katanya kamu bareng ke sana sama Bunda."
" Iya sayang, kita tunggu Bunda datang."
" Halo Ayah.." Ucap Gavin mengangkat telepon Ayah.
" Iya Yah, yaudah tunggu Gavin.."
" Sayang, aku jalan ke sana duluan gapapa? Ayah minta aku datang sekarang."
Lea mengangguk dan membiarkan Gavin pergi duluan dengan Arik sedangkan Lea menunggu ke datangan Bunda dengan Trisa.
" Tris, kamu ambilin buah di kulkas.."
Tris mengangguk dan berjalan ke dapur mengambilkan buah untuk nonanya.
Selama menunggu Bunda datang, ibu hamil itu fokus memakan buah sambil menonton youtube.
Suara klason mobil mengalihkan atensi Lea pada ponselnya, dia berdiri menghampiri Bunda lalu ikut masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" Gimana kabar kamu sayang..? Masih mual muntah?"
" Lea baik Bun, masih Bun tapi udah nggak terlalu mungkin karena udah masuk bulan ke empat."
" Sehat-sehat sayang biar kita bisa segera bertemu."
" Iya Oma.." Jawab Lea membuat Bunda terkekeh.
...🌸🌸🌸...
Mobil yang di kendarai oleh supir sudah tiba di lobby hotel tempat berlangsungnya acara. Bunda dan Lea turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam di ikuti oleh Trisa di belakang mereka.
" Bunda, Lea mau ke toilet dulu.. Bunda duluan aja ke dalam."
Lea berbelok menuju toilet di samping ballroom sedangkan Bunda masuk ke dalam ruangan acara.
" Lea.." Panggilan seseorang membuat Lea menoleh.
" Sheena..?"
" Apa kabar Lea? Aku lihat makin cantik, kamu juga seperti nyonya muda yang bahagia.."
" Masih, ini aku lagi jaga stand sama Rio.."
" Kamu lagi ngapain di sini Lea..? Jangan bilang kamu di undang juga?"
Lea mengangguk, " Siapa yang undang kamu?"
" Yang undang aku itu Ga…" Ucapan Lea terpotong saat Trisa menghampirinya.
Sheena melihat kepergian Lea dengan rasa penasaran yang besar, bagaimana temannya itu bisa di sini? Apa hubungannya dengan Gavin sudah membaik? Bukannya mereka sudah putus? Memikirkan itu semua membuat kepala Sheena pusing, dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam ballroom karena acara sebentar lagi akan di mulai.
Sheena berdiri di stand milik cafenya, dia mulai menata minuman agar para tamu bisa langsung meminumnya. Dari posisinya dia melihat Lea berdiri dengan Galen dan Devian, dia juga melihat perut Lea yang terlihat buncit.
' Apa Lea lagi hamil? Dia menikah sama siapa? Apa sama salah satu teman Gavin?' gumam Sheena.
Gavin belum terlihat, lelaki itu belum menghampiri Lea dan teman-temannya. Dia masih bersama dengan Ayah di salah satu ruangan.
" Duduk dulu Lea, nanti kamu capek.." Ucap Galen meminta untuk duduk.
__ADS_1
" Makasih Galen.."
" Faris kenapa belum datang? Coba lo telepon dia.." Ucap Galen pada Devian.
" Hai Bro.." Sapa Faris saat tiba di meja teman-temannya.
Ucapan Faris membuat Lea menoleh, " Ana.."
" Hai Lea.." Sapa Ana menghampiri Lea.
" Kamu datang sama Faris..?"
Ana mengangguk, Lea langsung memberikan tatapan tajam ke arah sahabat suaminya itu.
" Tenang Le, gue nggak macam-macam sama sahabat lo cuma mau halalin dia."
" Faris.." Ucap Ana membuat lelaki tersenyum kikuk.
" Emangnya Ana mau sama kamu?" Ucap Lea to the point.
" Bantuin gue Le, please." Mohon Faris, gadis di sampingnya itu sangat susah di taklukan.
" Usaha sendiri.. Masa playboy nggak bisa naklukin seorang gadis.." Celetuk Gavin membuat semua menoleh.
Lelaki itu langsung duduk di samping Lea. Dia menimpali obrolan teman-temannya tanpa peduli ada sepasang mata memandang tajam ke meja mereka.
" Shee, itu gelasnya udah penuh.." Tegur Rio membuat Sheena kaget.
Moodnya langsung hancur, dia tidak tau kalau Ana juga kenal dengan Gavin dan teman-teman. Dia kesal, kenapa Lea dan Ana bisa di terima dengan baik oleh para lelaki tampan itu. Seharusnya dia juga bisa ikut berkumpul bersama dengan mereka bukan sibuk di balik meja stand menyiapkan minuman untuk para tamu.
...💜🤍💜...
TBC...!!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H buat yang merayakannya.. 🙏
Tungguin terus cerita mereka...
Jangan lupa VOTE, KOMEN dan LIKE yaa..
__ADS_1