PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 7


__ADS_3

“ Sayang, ikut aku ke dalam ada yang mau aku omongin.” Gavin menarik pelan tangan Lea untuk masuk ke dalam.


Lea hanya bisa pasrah karena dia pun tidak tau apa yang ingin Gavin bicarakan, namun raut wajah yang Gavin tunjukan cukup membuatnya mengerti ada suatu yang penting.


“ Ada apa..?” tanya Lea.


“ Aku harus pulang ke Jakarta saat ini juga karena ada hal penting, kamu mau ikut sama aku sekarang atau nanti aku jemput lagi..?”


“ Kalau emang penting, kamu pergi duluan aja nanti baru kamu jemput aku..”


“ Nggak mau bareng aja..?”


“ Kalau nungguin aku beberes barang nanti kelamaan, aku juga belum ngomong sama Umi.”


“ Tapi beneran kamu mau ya nanti pas aku jemput..”


Lea mengangguk, “ Iya..”


Arik sudah membawa koper dan barang-barang Gavin untuk di masukan ke bagasi mobil, Lea dan Umi menemani di teras rumah.


“ Umi, Gavin pamit ya.. terima kasih tiga hari ini Gavin di terima dan di izinkan untuk menginap.”


“ Sama-sama Nak Gavin, hati-hati di jalan.. Umi tinggal ke dalam ya..” ucap Umi.


“ Aku pamit, baik-baik sampai aku jemput..” ucap Gavin pada Lea, tak lupa genggaman jemari keduanya saling terpaut.


“ Iya, kamu hati-hati di jalan.. jangan lupa kasih kabar.”


Gavin tersenyum senang, “ Pasti sayang.. kamu yang terus kabarin aku.”


“ Udah sana, kasihan Arik nungguin di mobil..”


Gavin memeluk tubuh mungil Lea, belum pergi saja dia udah kangen.


“ See u sayang..” ucapnya sambil mencium Lea.


“ Bye..”

__ADS_1


Langkah kaki Gavin terasa berat meninggalkan rumah Umi tapi dia harus pergi menyelesaikan masalah di kantornya.


Lea masuk ke dalam menghampiri Umi, acara bakar ikan di hentikan terlebih dahulu karena Asep dan Bian pergi membantu Arik membawa barang-barang Gavin ke mobil.


“ Umi, kalau Lea ikut Gavin ke Jakarta nanti Umi kasih izin..?”


“ Iya neng, Umi kasih izin.. Gavin mau kenalin kamu sama orang tuanya kan?”


“ Rencananya gitu tapi Lea takut Umi, Gavin enak udah dapat restu Umi.. Lea belum tau nanti gimana reaksi orang tua Gavin.”


“ Umi yakin kedua orang tua Gavin akan terima kamu neng, putri Umi sangat mudah untuk di cintai karena kebaikan hatinya.”


“ Semoga Umi, Lea tidak akan memaksakan jika orang tua Gavin menolak Lea.. Lea tetap menjadi diri Lea sendiri.”


Umi tersenyum, “ Sekarang kamu istirahat aja.. mulai beberes baju-baju kamu jadi pas Gavin jemput kamu tinggal pergi aja.”


“ Iya Umi..” Lea masuk ke dalam kamar, sedangkan Umi menghampiri Asep dan Bian di depan rumah.


Tring..


Lea melihat layar ponselnya, ada chat masuk dari Gavin.


Gavin..


Lea terkekeh, cowok itu belum lama pergi udah bilang kangen aja. Lea pun membalas chat Gavin dan langsung di bala lagi oleh cowok itu.


Gavin..


Rasanya mau puter balik lagi ke rumah Umi..


Lea sengaja tidak membalas chatnya, dia ingin ke kamar mandi sebelum mutuskan untuk merebahkan badannya di kasur.


“ Neng, ponsel kamu bunyi terus tuh..” teriak Umi dari arah dapur.


Lea sudah tau siapa pelakunya, dia pun mengambil ponsel lalu mengangkat telepon dari Gavin.


“ Sayang, kenapa chat aku nggak di balas..?” ucap Gavin di ujung telepon, suaranya terdengar karena Lea menyalakan loudspeaker.

__ADS_1


“ Aku ke kamar mandi tadi, udah sampai mana?”


“ Udah sampai tol.. untungnya jalanan sebelum masuk tol nggak macet.”


“ Bilang Arik jangan ngebut bawa mobilnya..”


“ Iya, kamu jangan lupa makan terus langsung istirahat.”


“ Iya, aku tutup ya teleponnya..”


Lea langsung mematikkan teleponnya sebelum Gavin membalas ucapannya, dan Lea yakin sebentar lagi chat dari cowok itu akan masuk.


Tring..


“ Tuh kan benar, pasti langsung kirim chat gara-gara di matiin sepihak..” gumam Lea sambil terkekeh membayangkan wajah kesal Gavin.


Mobil yang di kendarai oleh Arik sudah tiba di lobby kantor Addison, Gavin memutuskan untuk memeriksa berkasnya di kantor agar besok bisa dia jabarkan di rapat direksi.


“ Malam bos..” ucap Zio saat Gavin datang.


“ Malam Zio, maaf kalau waktu istirahat kamu jadi terganggu.”


Zio memberikan berkas data yang di laporkan divisi keuangan, di bantu oleh Zio dan salah staf keuangan, Gavin coba menggali masalahnya.


Beberapa jam kemudian,


“ Besok kumpulkan semua direksi, termasuk staf yang bertanggung jawab.. siapkan semua bukti-bukti transaksinya biar bisa kita teruskan ke pihak berwajib.”


“ Siap bos Gavin..”


Gavin mendengus kesal karena masalah ini dia harus meninggalkan Lea namun dia bersyukur langkah awal untuk masalahnya sudah bisa dia tangani.


Setelah membereskan berkas untuk rapat besok, Gavin memutuskan untuk langsung pulang.


“ Arik, nanti mobilnya kamu bawa saja, besok jemput aku lebih awal.”


“ Baik bos..” Mobil itu keluar dari kantor menuju kediaman Addison.

__ADS_1


Gavin sangat tidak suka kecurangan dalam bentuk apapun dan sebisa mungkin harus dia bereskan agar tidak menjadi kendala yang lebih besar nantinya. Dan alasan lain adalah keberadaan Lea yang saat ini menjadi prioritas utamanya, dia tak mau masalah kantor membuatnya kehilangan banyak waktu bersama Lea.


TBC..!!


__ADS_2