PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 63


__ADS_3

Wanita itu keluar dari ruangan Gavin dengan wajah kesal, dia melihat Lea dengan tatapan sinisnya. " Aku yakin suami mu akan tergoda oleh ku.." Bisiknya sebelum pergi menjauh dari ruangan Gavin.


" Bos Gavin, nona Lea ada di depan..?" Zio masuk ke dalam ruangan Gavin membuat Gavin beranjak dari kursinya.


Dia melihat Lea berdiri dengan Trisa tapi yang menjadi perhatian Gavin adalah tatapan berkaca-kaca dari mata Lea.


" Sayang, kenapa nggak ngomong kalau mau datang..? Ayo kita masuk." Ajak Gavin menuntun Lea masuk di ikuti oleh Trisa.


Lea masih terdiam dan menatap wajah Gavin, belum ada ucapan satupun dari mulut ibu hamil itu.


" Sayang, aku bisa jelasin.. Dia tadi datang tiba-tiba, aku nggak ada janji apapun sama dia.."


" Trisa, istri ku kenapa?" Tanya Gavin saat Lea masih diam.


Trisa hanya menggelengkan kepalanya.


" Sayang, kenapa diam saja? Ada yang kamu rasain? Jangan marah ya, aku minta maaf kalau aku salah."


Tangis Lea pun pecah semakin membuat Gavin panik, dia meminta Arik dan Trisa keluar dari ruangan agar Gavin bisa bicara lebih tenang.


" Sayangggg.." Rengek Gavin, " Udah ya nangisnya, maafin kalau kamu marah soal yang tadi tapi jujur aku gak ada apa-apa sama dia, aku cuma ada kerjasama dengan perusahaan ayahnya."


Lea mengulurkan tangannya, dia meminta Gavin memeluknya, " Sayanggg…" Ucap Gavin mengusap punggung Lea.


" Makasih hubby.. Love you so much.." Ucap Lea di tengah tangisannya.


" Love you to sayang, makasih buat apa?" Tanya Gavin bingung.


" Makasih udah sesayang itu sama aku, aku merasa di istimewakan sama kamu.."


Gavin terkekeh, " Kamu memang istimewa sayang.. Hidup dan mati aku, apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan kamu."


Gavin melepas pelukannya, dia melihat wajah memerah Lea yang menggemaskan.

__ADS_1


" Kamu nggak marah soal yang tadi..?" Tanyanya sambil mengusap mata Lea.


Lea menggeleng, " Aku mendengar semuanya tadi.. Jadi dia yang selama ini spam di hape kamu?"


" Iya sayang, tapi jangan khawatir aku pastiin dia nggak akan ganggu lagi."


" Tapi dia cantik lho, bodynya juga bagus.. Aku takut nanti lama-lama kamu akan tergoda."


" Heyy.. Gak liat istri aku jauh lebih cantik dan seksi, apalagi ada 'dia' di sini.." Goda Gavin mengusap perut buncit Lea.


" Mana ada yang bisa membuat aku 'bangun' selain bibir yang bikin aku candu ini.." Ucap Gavin sambil menciumi Lea dengan gemas.


" Semua yang ada pada diri kamu buat aku candu, mana mungkin aku tukar semua itu dengan kesenangan semu.."


" Jadi jangan pernah ragu akan hal itu sayang, tahta kamu tak akan terganti oleh siapapun.."


Lea mengangguk senang lalu mencium hidung mancung Gavin, " Di sini dong ciumnya.." Gavin memberikan bibirnya.


" Nggak mau yaa, anak kamu udah laper ini.. Aku bawain makan siang favorit kamu nih.."


Lea memutar bola matanya, " Makan By.. Nggak kasihan anaknya laper..?"


" Iya..iya sayang, kita makan sekarang.." Gavin duduk di samping Lea dan membantu mengeluarkan kotak makan yang di bawa Lea.


" Habis makan nanti, aku mau lanjut makan kamu sayang.. Baby juga kangen di tengok sama papanya."


" Dasar mesum.." Gumam Lea membuat Gavin terkekeh.


Setelah pedebatan panjang, harus mendaki gunung dan melewati lembah akhirnya perjuangan Faris menaklukan hati Ana berhasil juga. 


Dan malam ini, ruangan ballroom sebuah hotel sudah di hias sedemikian cantik dengan bunga-bunga favorit Ana. Hotel itu tampak seperti perayaan pernikahan padahal hanya pesta pertunangan saja.


" Hati-hati sayang.." Ucap Gavin pada Lea, calon Papa itu sangat protektif memastika Lea nya baik-baik saja.

__ADS_1


Tak lama setelah mereka datang, mobil yang berisi Bunda dan Ayah tiba. Tadi rencananya mereka mau ikut semobil dengan Gavin namun karena Ayah ada urusan lain setelah acara ini akhirnya Ayah memutuskan membawa mobilnya sendiri.


Lea dan Gavin masuk kedalam di ikuti dengan Ayah dan Bunda, kedua wanita cantik kesayangan Addison berjalan bersama dengan pengawalan Gavin dan Ayah.


" Trisa, pastikan semuanya aman.. Bilang yang lain ikut menyisir bareng dengan bodyguard Faris."


" Baik bos.."


" Azalea.." Sebuah panggilan dari seseorang membuat Lea menoleh, dia sempat kaget dengan keberadaan orang itu.


Lea spontan mendekat ke arah Gavin dan bersembunyi sambil memeluk lengan kekar suaminya itu.


" Lea, abang pulang.." Teriak Galen, namun tidak ada respon dari Lea.


" Baby Bunny abang gak mau meluk nih? Abang kangen lho.." Lea masih bersembunyi dan tidak membalas ucapan abang tirinya itu.


" Sayang, itu Galen.. Katanya kangen, orangnya udah datang kenapa nggak mau ketemu..?"


" Dia bukan abang Lea, abang Lea nggak pernah bohong.." Galen tampak sedih mendengar ucapan Lea, dia mengaku salah dua kali berjanji akan pulang namun ternyata pekerjaannya tidak bisa di tinggal.


" Abang minta maaf baby bunny.. Lea gak mau maafin abang..?" Ucap Galen sedih, biasanya Lea akan antusias bertemu dengannya tapi melihat respon adiknya itu membuat Galen semakin bersalah.


" Biarkan dulu adik mu itu, kamu juga yang salah kenapa tidak menepati janji."


" Lea, ini mommy.. Lea nggak mau peluk..?"


Lea keluar dari persembunyiannya lalu mengintip, disana dia melihat mommy berdiri tak jauh dari Galen.


Lea melangkah menghampiri lalu memeluknya.


Selama berlangsungnya acara Lea tidak lepas dari rangkulan Gavin, Lea sempat merasa perutnya kencang dan membuat panik Gavin dan yang lain.


" Sayang, kamu mau makan apa lagi biar kau ambilin?" Lea menggeleng, dia mengusap perut buncitnya lalu melihat sekeliling.

__ADS_1


Ada rasa bahagia di hati Lea, sahabatnya telah menemukan pangeran yang akan selalu menjaganya. 


TBC..!!


__ADS_2