PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 65


__ADS_3

" Hubby…" Lirih Lea sudah dengan mata berkaca-kaca, dia juga merasakan perutnya sakit karena kram.


Lea melangkah perlahan menghampiri Gavin dan wanita itu, tangannya sudah gatal ingin menampar wajah sok cantik yang berani menyentuh miliknya.


Plakkk..


Suara dari tamparan Lea menggema, wanita itu terpekik kaget lalu memegang pipinya.


" Berani kau menyentuh milikku..!?" 


Wanita itu mendelik tajam kearah Lea sedangkan Gavin tersenyum melihat istrinya sudah mengeluarkan maungnya.


" Kau pasti tau, dia sudah beristri dan kau lihat hasilnya pada perut ku ini.." Lea mengusap dan merasakan tendangan kecil dari bayinya.


" Kau pasti merayunya makanya kau bisa menikah dan hamil anaknya, murahan.."


Lea berdecak, mendengar ucapan wanita itu.. " Kita basmi hama pengganggu Papa nak.." Gumam Lea dalam hati.


" Murahan? Bukannya itu harusnya berlaku buat mu? Menggoda suami orang dan berani menciumnya itu baru di bilang murahan.. Apa wajah cantik mu tidak dapat menarik pria lajang..?"


" Hubby, apa kau masih mau di sini bersama wanita ini..?" Lea menatap Gavin, membuat lelaki itu menelan ludah karena tatapan tajam Lea.


" Ayo kita pergi dari sini sayang.." Gavin merangkul pinggang Lea untuk masuk ke dalam meninggalkan wanita ulat itu dengan wajah marahnya.


" Kamu hutang penjelasan pada ku By, kalau berani bohong siap-siap tidur di luar."


Gavin menatap horor ke arah Lea, mana bisa dia tidur tanpa memeluk istrinya itu.

__ADS_1


" Aku akan jelasin nanti di rumah.." 


" Kita pulang aja sekarang, mood ku udah jelek.. Sebelumnya kita samperin Ana sama Faris."


" Iya sayang.." Gavin pasrah mengikuti kemauan istrinya itu. 


Lea dan Gavin menghampiri Ana, dia juga berpamitan dengan Bunda dan Ayah. Rasa kesal masih di rasakan oleh ibu hamil itu, padahal dia masih ingin menikmati kue-kue di sana.


" Kita jadi gagal makan kue ya dek, mama udah kesel duluan liat ulet bulu nempel sama papa kamu."


Lea tersenyum merasakan tendangan kecil dari bayinya.


" Aku pesenin yaa kue yang mau kamu makan tadi..?"


Lea menghembuskan nafasnya, " Udah nggak mood lagi sebenarnya tapi kalau kamu maksa aku gak bisa nolak.."


Gavin terkekeh mendengar ucapan istrinya itu, tak sulit sebenarnya meluluhkan marahnya cukup dengar dan pahami maunya.


Galen keluar dari balik pilar, dia sudah melihat dan mendengar semuanya tadi. Berani sekali wanita itu menggangu ketenangan adiknya.


" Jasinta Baseera.. Sepertinya petualangan mu mencari mangsa belum selesai? aku tak peduli siapapun yang akan menjadi korbanmu tapi khusus untuk Gavin, aku sendiri yang akan berdiri menjadi pemutus usahamu."


Sinta berdecak, " Kau jangan ikut campur dengan urusan ku, aku berhak melakukan apapun yang aku suka.. Pantang bagi ku mengalah sebelum mendapatkan incaranku."


Galen melangkah mendekati wanita itu dengan wajah tenang namun tampak mematikan untuk di pandang.


" Jangan menguji kesabaran ku ja*ang.. Pria yang kau goda adalah suami adik ku, tak kan aku biarkan kau berani melangkah lebih dalam."

__ADS_1


Sinta membelalakan matanya, setaunya Galen hanya anak tunggal tidak pernah terdengar dia memiliki adik perempuan yang menjadi istri Gavin saat ini.


" Terkejut..? Galen mengeluarkan senyum smirk nya, " Kau tidak perlu penasaran soal Lea yang menjadi adik ku.. Aku hanya memberikan satu peringatan dan kau camkan baik-baik, jangan sekalipun berniat untuk menggoda apalagi merebut Gavin dari Lea karena kalau kau tetap nekat, semua yang kau miliki akan lenyap hanya dengan jentikan jari ku."


Galen melangkah masuk ke dalam ruangan acara, dia akan menghampiri Mom dan melihat keadaan adiknya itu.


Faris dan Ana sudah tiba di parkiran apartemen milik Faris, sementara Ana dan keluarganya akan tinggal di sana sampai acara pernikahan mereka berlangsung. Faris menjaga agar Bunda dan adik Ana tetap aman tanpa gangguan dari sang Ayah.


" Anto sama Bunda langsung istirahat ya, sebentar lagi Kakak akan nyusul.." Ucap Ana pada Anto lalu menghampiri Faris yang sedang menunggunya di ruang tamu.


" Kamu mau bersih-bersih dulu atau langsung pulang mas?"


" Aku pulang aja, abis aku pulang langsung istirahat.. Jangan pikirin apapun, semua udah aku urus jadi kamu hanya siapkan diri buat jadi nyonya Bayanaka."


Ana tersenyum menatap wajah tampan itu, entah kebaikan apa yang sudah dia perbuat sehingga di pertemukan dengan lelaki baik di depannya itu.


" Iya mas, terima kasih udah melakukan banyak hal untuk Ana dan keluarga.. Ana beruntung bisa jadi calon istri lelaki baik seperti kamu."


" Aku yang beruntung dapetin kamu sayang, makasih udah terima niat baik aku.. Aku nggak mau beri janji-janji manis tapi semampu ku akan aku berikan semua kebahagiaan cuma buat kamu."


" Ana percaya mas bisa kasih itu, Ana sayang sama mas.."


" Mas lebih sayang sama kamu.. Aku pamit ya, langsung masuk kamar, bersih-bersih terus tidur."


" Siap bos.." Kekeh Ana.


" Good girl.." Faris mencium kening Ana lalu mengusap pipi merona tunangannya itu.

__ADS_1


'Tuhan izinkan aku buat terus bisa melihat senyum bahagia di wajah cantik ini'…gumam Faris lalu keluar dari apartemen menuju lift.


TBC…!!! 


__ADS_2