
Gavin pamit ke semua keluarga untuk mengajak Lea ke kamar, dia sudah terlihat lelah dan itu tidak baik untuk kandungannya.
“ Sayang, aku siapin air hangatnya ya..” ucap Gavin setelah mereka berada di kamar.
“ Iya..” balas Lea sambil bersandar di sofa kamar.
Gavin dengan telaten membantu Lea membuka gaunnya, dia sampingkan dulu niatnya untuk menyerang Lea. Setelah semua yang di kenakan Lea terlepas, Gavin langsung menggendongnya ke dalam kamar mandi.
“ Kalau udah selesai bilang aku..” Lea hanya mengangguk. Dia menikmati air hangat yang di siapkan oleh Gavin.
“ Damn..!! Lea kenapa jadi makin seksi..” umpat Gavin, dia terlihat frustasi saat membuka gaun dan pakaian dalam istrinya tadi.
Dua puluh menit kemudian Lea memanggil Gavin karena acara berendamnya sudah selesai. Saat Gavin masuk ke dalam kamar mandi, Lea sudah memakai bathrobe nya, dia meminta Gavin untuk segera membersihkan diri.
Gavin keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya namun bagian atasnya masih shirtless. Air masih menetes dari rambutnya yang basah.
“ Duduk sini..” pinta Gavin untuk mendekat.
Lea langsung mengusap rambut basah Gavin dengan handuk yang di pegangnya tadi. Gavin sangat senang diperlakukan seperti ini oleh Lea, istrinya itu juga sudah menyiapkan piyama tidur untuknya.
“ Makasih sayang..” ucap Gavin sambil mencium pipi Lea.
Gavin meminta Lea untuk naik ke atas ranjang, dia pun mengikuti. Dia menarik selimut sampai menutupi perut mereka.
__ADS_1
“ Kamu sekarang bobo ya.. aku tau kamu pasti cape.” ucap Gavin.
“ Aku nggak akan di serang kan pas tidur nanti..?”
“ Jangan mancing sayang.. aku rela menahannya karena nggak mau kalian kenapa-napa.. tapi besok jangan harap kamu bisa nyuruh aku berhenti.”
Lea meringsek ke dalam pelukan Gavin, “ makasih udah sayang sama aku dan baby kita..”
“ Ya Tuhan , kamu beneran mau goda aku ya..?” ucap Gavin putus asa karena ulah istrinya itu.
Lea terkekeh mendengar ucapan Gavin, tawanya pecah saat melihat Gavin langsung menutup seluruh badannya dengan selimut. Lea pun semakin senang menggoda suaminya itu. Malam pertama mereka terlewat dengan canda dan pillow talk sebelum akhirnya mereka terlelap.
^^^
Gavin mengerjapkan matanya, dia menoleh ke arah samping dan melihat Lea masih terlelap. Di pandangi wajah cantik itu, wanita yang sudah menjadi istrinya itu sangat menggemaskan saat tertidur seperti ini.
Gavin menciumi seluruh wajah Lea, lalu di menyingkap sedikit piyama Lea untuk mencium perut Lea.
“ Hai sayang.. Papa kangen pengen nengok kamu, boleh ya?” ucap Gavin sambil mencium perut Lea.
“ Eughh..” Gavin menoleh melihat pergerakan istrinya.
“ Morning baby..” ucap Gavin.
__ADS_1
“ Kamu kok udah bangun..? emang jam berapa sekarang..?” tanya Lea.
“ Udah jam 6 sayang.. tadi aku udah minta izin sama baby kita buat jengukin dia.”
“ Ehh.. izin? jeng—” ucapan Lea terputus karena Gavin membukam bibirnya dengan ciuman lembut.
“ Ingat ucapan aku semalam, jangan pernah minta aku untuk berhenti..”
Lea tidak sempat mengutarakan protesnya dan dia hanya bisa pasrah karena suaminya itu sudah meminta haknya. Tak ada satu jengkalpun yang Gavin lewati, Lea merasa senang Gavin memperlakukannya dengan lembut meskipun suaminya itu tetap usil di bagian-bagian tertentu.
“ Squishy aku kayanya tambah besar..?” ucap Gavin memainkan daerah sensitifnya membuat Lea meringis.
“ Gavin.. jangan di gigit.” rengek Lea.
“ Abis aku gemas sayang, aku mau nikmatin sebelum nanti di kuasai sama baby kita.”
Gavin dan Lea menikmati permainan mereka, suara indah yang mengisi kamar saling bersautan, dinginnya ac tidak dapat mencegah peluh yang sudah membanjiri tubuh mereka.
“ Makasih sayang..” ucap Gavin sambil menatap Lea dan mengusap peluh di dahi istrinya itu. Kondisi Lea yang tampak berantakan karena ulahnya malah menambah keseksian Lea.
Lea tidak merespon, tubuhnya lelah mengikuti pergerakan Gavin yang tetap berhati-hati karena adanya bayi di perut Lea.
“ Aku lapar..” ucap Lea membuat Gavin menoleh pada jam di nakas, ternyata olahraga pagi mereka sudah menghabiskan banyak waktu.
__ADS_1
Gavin menghubungi pihak hotel untuk meminta di kirimkan sarapan ke kamar mereka. Menunggu makanan datang, Gavin membantu Lea untuk membersihkan diri. Dengan sekali gerakan Lea sudah berada di gendongan Gavin, dan bibir Lea tidak lepas dari kecupan Gavin. Semua bagian tubuh Lea sudah menjadi candu untuknya.
TBC..!!