
Faris kembali ke galerinya setelah satu jam bersantai di AlfaDol. Hari ini dia harus memindahkan folder hasil jempretan kameranya dua hari lalu.
Selain mengurus perusahaan, dia juga membuka galeri fotografi di bantu dengan beberapa crew yang akan menggantikan tugasnya jika dia sedang mengurusi perusahaan.
Hari ini sebenarnya dia malas sekali beranjak dari tempat tidur namun ada kewajiban yang harus dia kerjakan membuatnya beranjak dari hibernasinya dan dia juga bersyukur karena dengan datang ke galeri membuatnya bertemu dengan gadis cantik itu.
" Kalau ketemu lagi, gue ajak dia join jadi crew di sini.." Gumam Faris sambil membuka folder di laptopnya.
Seperti rencana Lea tadi pagi, saat ini dia sedang sibuk di dapur membuat dimsum dan telor gulung. Berbekal resep dari Bunda dan sedikit info dari laman pencarian untuk membuat telor gulung, Lea mulai menyiapkan bahan-bahan yang sudah dia beli tadi.
" Bi, teh buat Gavin udah di siapin..?"
" Udah Non.. Itu saya taruh di meja pantry."
" Makasih ya Bi, Lea kasih dulu teh nya buat Gavin.. Bibi bisa lanjutin siapin bahan-bahannya."
Ceklek..
Lea membuka pintu ruang kerja Gavin, dia melihat suaminya itu tampak serius dengan pekerjaannya. Gavin terlihat semakin tampan dengan kacamata yang terpasang di wajahnya.
" Sayang, aku buatin teh sama bawain brownies buat kamu."
Gavin menoleh lalu melepas kacamatanya, dia tersenyum melihat kedatangan Lea.
" Sini sayang.." Ucap Gavin. Lea menghampiri lalu duduk di pangkuan Gavin.
__ADS_1
" Apa pekerjaannya banyak?" Gavin mengangguk.
" Ini weekend lho, nggak bisa besok aja di kantor..?"
" Tinggal sedikit lagi sayang, besok berkasnya harus aku bawa di meeting jadi aku harus cek hari ini."
" Terlalu sibuk sampai lupa cukur jenggot, udah mulai lebat meskipun jadi semakin tampan."
Gavin terkekeh, " Yaudah nggak usah aku cukur ya biar gantengnya nggak ilang.."
Lea mengangguk, " Boleh, tapi pas acara perusahaan harus cukur biar keliatan rapi." Ucapan Lea membuat Gavin tersenyum.
Gavin mendekatkan wajahnya pada Lea, " Love you sayang.." Lalu mencium bibir Lea dengan lembut.
" Eughh.." Ucap Lea melepas tautan bibir mereka.
Gavin dengan berat hati melepaskan Lea karena dia pun masih harus menyelesaikan pekerjaannya
" Oiya, ada yang mau aku omongin nanti.."
Gavin mengernyit, " Oke sayang.."
***
Ana baru keluar dari kelas jurusan, hari ini hanya ada satu mata kuliah saja dan dia tidak suka berlama-lama di kampus jadi setelah mata kuliahnya kelar dia langsung menuju halte untuk menunggu busway yang lewat depan kosannya.
__ADS_1
" Eh kunti.. Maen kabur aja, lo nggak mau bareng gue?" Teriak Adam.
" Nggak mau.. Gue nggak sanggup bayar ongkosnya."
" Lo kira gue tukang ojek.. Dari pada lama nunggu busway."
" Nggak usah Dam, dadah gembul.."
Ana berlari meninggalkan Adam lalu masuk ke dalam halte. Tak lama menunggu bus pun datang, bangku di dalam bus banyak yang kosong namun Ana lebih nyaman duduk di belakang supir dan langsung memasang headset yang sudah tersambung dengan lagu di playlist ponselnya.
Setibanya di halte depan kosannya, Ana memutuskan mampir ke AlfaDol untuk membeli beberapa kebutuhan untuk di kosan, dengan menenteng keranjang Ana mulai berkeliling.
" Hai, kenapa saling berebut biskuit..? Liat, biskuitnya jadi hancur." Ucap Ana memisahkan kedua anak tersebut lalu mengangkat biskuit yang sudah remuk isinya.
" Dia beli biskuitnya yang besar sedangkan uang yang di kasih Bunda tidak cukup jadi hanya bisa beli satu."
" Nanti kan bisa di bagi dua, nggak harus di perebutkan kaya gini."
" Dia nggak mau berbagi biskuitnya."
Ana terkekeh, " Gimana kalau kita beli lagi..?" Keduanya saling tatap.
" Tenang, kakak traktir.." Ucapan Ana membuat keduanya tersenyum lalu mengangguk.
Ketiganya masuk kembali ke dalam AlfaDol tanpa mereka sadari interaksi Ana dengan dua bocah itu di saksikan sepasang mata yang sedang duduk di dalam mobil. Cowok itu melajukan mobilnya ke parkiran galeri lalu menyusul Ana masuk ke dalam AlfaDol.
__ADS_1
" Gue harus bisa kenalan sama tuh cewek hari ini.." Gumamnya sambilnya mengambil keranjang belanjaan.
TBC..!!