PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 55


__ADS_3

Faris baru tiba di bandara Soekarno Hatta, langkah kakinya terasa lebih ringan.. Senyum di wajah tampannya tidak hilang sejak tadi, dia bersyukur hubungannya dengan Ana semakin dekat, gadis itu tidak kaku seperti sebelumnya.


Hari ini dia berniat untuk memberikan kejutan untuk gadis itu, kepulangannya memang tidak di rencanakan namun karena pekerjaannya sudah bisa dia tinggal dan dia pantau dari Jakarta jadinya hari ini memutuskan untuk pulang.


" Kita ke Galeri ya Pak, saya ingin ke tempat seseorang.. Bapak tunggu saja di sana."


" Baik Tuan.." Mobil itu melaju keluar dari pelataran bandara.


Sementara di kosan Ana, gadis itu baru saja menyelesaikan kegiatan membuat kue. Jika kemarin dia membuat kue untuk di makan sendiri saat ini dia akan menitipkan kue-kue itu di warung dekat kosan. Sudah berjalan seminggu dan itu membuat Ana senang karena bisa menambah pemasukan untuknya.


Ada tiga kotak kue yang sudah terisi yang siap untuk dia titip di warung. Setelah mengunci pintu kosan, Ana berjalan menuju warung, suasana pagi yang ramai dengan hiruk pikuk warga sekitar yang menikmati hari libur.


Ana kembali ke kosan setelah membeli beberapa sayur dan bahan masakan untuk hari ini.


" Faris.." Pekik gadis itu saat melihat lelaki itu berdiri di depan pintu kosan.


" Hai calon pacar..? Terkejut..?" 


" Kamu kapan tiba di Jakarta? Katanya belum ada rencana pulang dalam waktu dekat."


Faris terkekeh, " Nggak ada pelukan hangat nih..?"


" Jangan mimpi ya, nggak ada peluk-peluk.. Bukan muhrim."


" Yaudah kita nikah sekarang.." Ana berdecak.


" Ngajakin nikah kaya ngajakin main, nggak romantis banget." 


Faris tergelak, " Aku nggak di ajak masuk? Aku baru tiba langsung ke sini lho.."


" Aku nggak nyuruh kamu ke sini ya.. Kenapa gak langsung pulang buat istirahat..?"


" Ya Allah, calon istri gak peka banget.. Nggak ngerti apa rindu itu berat, Dilan aja nggak sanggup."


" Lebay..!!" Ana masuk ke dalam di ikuti oleh Faris. 


" Kamu habis bikin kue yaa?" Ana mengangguk. Gadis itu melangkah ke dapur untuk membuatkan teh hangat.


" Nih di minum sekalian cobain kue buatan aku.."


" Duh, istri soleha.. Tau banget suami lagi haus." Ana memutar bola matanya, " Mulai halu nya."

__ADS_1


Ucapan Ana membuat Faris tertawa.


🌼🌼🌼


Mobil yang di kendarai oleh supir baru saja tiba di halaman rumah, Gavin keluar dari mobil di ikuti oleh Arik. Calon Ayah itu senang akhirnya bisa pulang dan bertemu dengan Lea.


Di teras rumah Trisa menyambutnya, ajudan Lea itu membungkukkan badan dan menyapa Gavin.


" Lea dimana Tris..?"


" Nona sedang di ruang lukis Bos.." Gavin mengangguk lalu melangkah menuju ruangan dimana istrinya berada.


Gavin membuka pintu dengan sangat perlahan, dia melihat Lea sedang fokus dengan lukisannya. 


Lea terperanjat saat merasakan tangan kekar memeluk perutnya, kuas yang dia pegang juga terjatuh.


" Astaghfirullah Hubby…!!"


Gavin terkekeh melihat wajah kesal Lea.


" Assalamu'alaikum sayang.." Ucap Gavin sambil mencium pipi chubby Lea.


" Aku niatnya semalam sayang namun ada undangan dari rekan bisnis jadi baru bisa pagi ini.. Maafin ya..?"


" Gapapa By, aku ngerti kesibukan kamu.." Gavin tersenyum


" Kamu lagi lukis apa? Udah sarapan belum?"


" Aku habis sarapan langsung ke sini.. Coba kamu tebak."


Gavin mengamati lukisan yang Lea buat.


" Kamar bayi..?" Lea mengangguk.


" Iya By, aku punya kamar impian untuk baby kita nanti .. Apa bisa di wujudtin?"


" Bisa sayang, aku akan wujudtin kamar bayi sesuai keinginan kamu."


" Terima kasih By.." Ucap Lea senang seraya memeluk tubuh Gavin.


" Nggak perlu terima kasih sayang, itu udah jadi tugas aku buat kebahagiaan kalian.. Apapun itu pasti akan aku lakukan."

__ADS_1


Mata cantik Lea berkaca-kaca, hatinya menghangat. Ucapan sederhana dari Gavin membuatnya sangat bahagia, hidupnya lebih berwarna dengan banyaknya limpahan sayang yang dia terima.


" Kamu udah sarapan By..? Mau aku buatin sesuatu..?"


" Aku udah sarapan di bandara, kita ke kamar yuk.." Lea meletakkan kuas dan mencuci tangannya, dia sambut uluran tangan Gavin lalu melangkah menuju kamar mereka.


Setibanya di kamar, Gavin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Lea masuk ke walk in closet menyiapkan baju santai untuk Gavin.


Selama menunggu Gavin keluar, dia melihat ponselnya yang sejak tadi tidak dia sentuh.


" Bajunya udah aku siapin By.." Ucap Lea saat melihat Gavin keluar dari kamar mandi.


Gavin melangkah menuju Lea membawa handuk kecil, Lea yang paham langsung meminta Gavin untuk duduk di depannya.


" Apa dia rewel selama aku tinggal..?" Gavin mengusap lalu menciumi perut buncit Lea.


" Anak kamu pinter, mual tapi nggak sampai muntah.. Aku bawaannya mau makan terus."


" Pinter anak Papa.." Gavin merebahkan kepalanya di paha Lea.


" Di pakai dulu bajunya By, nanti masuk angin.."


Gavin seakan enggan beranjak membuat Lea harus memaksa Gavin untuk berdiri dan Lea dengan mudah memakaikan baju ke tubuh Gavin.


" Aku berasa punya bayi.." 


Gavin tidak merespon, lelaki itu kembali merebahkan kepalanya di paha Lea menghadap perut Lea yang buncit.


" Apa ada masalah di sana..?" Gavin mengangguk.


" Mau cerita sekarang atau kamu mau istirahat dulu."


" Mau peluk kamu.."


Lea menggelengkan kepalanya, sifat manja Gavin yang terkadang suka kumat seperti ini. Lea tau pasti ada sesuatu yang terjadi di sana namun dia tidak akan memaksa Gavin untuk cerita saat ini karena tanpa di minta suami itu akan cerita dengan sendirinya.


...🌸🌸🌸...


TBC..!!


Jangan lupa buat VOTE, KOMEN dan LIKE..

__ADS_1


__ADS_2