PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 14


__ADS_3

Lea meminta Gavin untuk membersihkan dirinya sedangkan Lea menemani Clarissa di ruang tamu.


“ Maaf, Lea belum tau nama kamu..” ucap Lea.


“ Saya Clarissa, lo kenal sama Gavin dimana?” tanya Clarissa.


“ Lea ketemu sama Gavin di cafe.” jawab Lea.


“ Kok bisa kenalan sama dia, lo yang nyamperin dia ya..?” tanyanya lagi.


“ Iya..” jawab Lea singkat, dan itu berhasil membuat Clarissa memandang berbeda pada Lea.


“ Waktu itu Lea ngasih menu di cafe buat Gavin dan teman-temannya, dan mengantar pesanan itu ke meja mereka.. dari situ Gavin ngajak kenalan.”


“ Lo kerja di cafe itu..?” Lea mengangguk, “ tapi sekarang udah nggak kerja lagi..”


“ Gue yakin lo pasti modus kan ke Gavin dan teman-temannya.. gue sering ikut ngumpul sama mereka dan banyak cewek yang caper sama mereka terutama Gavin.”


Lea tertawa mendengar ucapan Clarissa, “ Lea di sana kerja.. nggak ada waktu buat caper atau modus, pengunjung cafe yang datang banyak juga yang berwajah seperti Gavin dan teman-temannya meskipun memang Gavin paling tampan.”


“ Tapi kalau lo nggak modus dan caper sama dia, kenapa kalian mau nikah?”


“ Mungkin udah jodohnya.. Lea nggak pernah tau rencana Tuhan lagipula Gavin juga maksa jadi Lea terima.”


Clarissa tertawa pongah, dia masih belum terima alasan Lea. Baginya Gavin itu cowok yang sangat suka dengan cewek berkelas tidak polos dan sederhana kaya Lea.


“ Kamu bisa tanya langsung sama Gavin kalau nggak percaya sama cerita Lea.”


Ceklek..


Gavin datang dengan nampan berisi jus strawberry dan mangkok cream soup.


“ Sayang, ini aku bawain jus kesukaan kamu..”


Gavin meletakkan nampan di atas meja lalu duduk di samping Lea, “ tadi katanya ada yang mau di omongin, ngomong aja sekarang Ris..”


“ Aku mau ngomong tapi kita berdua aja..” ucap Clarissa.


“ Lho memang kenapa kalau Lea ikut dengar juga..?” tanya Gavin heran.

__ADS_1


“ Aku bisa keluar kalau kalian memang mau bicara serius..” ucap Lea sambil berdiri dari duduknya.


“ Nggak sayang, kamu tetap di sini..” Gavin menarik pelan lengan Lea.


“ Ayo Ris, lo bisa ngomong sekarang..” ucap Gavin sambil memberikan jus pada Lea.


Clarissa gamang, dia terdiam bingung harus bagaimana, “ Nggak jadi Vin.. aku pamit pulang aja.” Gadis itu berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar ruangan.


“ Kamu nggak temenin dia keluar..?” ucap Lea.


“ Dia bukan anak kecil sayang, dia udah beberapa kali ke sini jadi nggak mungkin nyasar..” kekeh Gavin.


“ Di makan tuh cream soup nya nanti keburu dingin..”


“ Aku kayanya mau makan yang lain aja..” ucapan Gavin membuat Lea mengernyit.


“ Kamu mau makan apa?” tanya Lea.


“ Tadi ada yang bilang aku tampan, jadi aku mau kasih reward..” Gavin mendekatkan wajahnya tanpa menunggu lama, Gavin menautkan bibir mereka. Lea yang sempat kaget akhirnya ikut terbawa suasana dan membalas ciuman itu.


“ Ehmm..” erang Lea di sela ciuman mereka, dia lalu melepaskan tautan bibir mereka.


“ Tadi aku dengar ada yang bilang, ‘ di cafe banyak cowok yang kaya Gavin tapi Gavin paling tampan’..” ucap Gavin melirik ke Lea yang terlihat malu.


“ Ish, kamu salah dengar kali..” elak Lea.


“ Gengsi aja terus sayang…” ledek Gavin sambil terkekeh.


^^^


Bunda dan Lea mengantar Ayah dan Gavin sampai teras rumah, kedua wanita kesayangan pria Addison itu akan mengunjungi pihak EO untuk membicarakan konsep pernikahan Gavin dan Lea.


“ Habis rapat aku susul kamu ya..” ucap Gavin memeluk Lea.


“ Lepasin ih, malu di liat Bunda sama Ayah..” bisik Lea.


Gavin melepas pelukannya dan langsung mencium bibir Lea, membuat Lea tersentak kaget.


“ Bundaa.. Gavin nyosor mulu kaya bebek soang di kampung Lea.” rengek Lea.

__ADS_1


Bunda spontan memukul lengan Gavin membuat cowok itu tertawa.


“ Sekarang Gavin udah bisa kaya Bunda dan Ayah..” ucap Gavin.


“ Itu mah kamu modus Gavin..” balas Bunda.


“ Udah Bun, Gavin jangan di tanggepin.. Ayah berangkat ya, kabarin Ayah kalau ada apa-apa.” ucap Ayah sambil mencium pipi dan jidat Bunda lalu memeluk tubuhnya.


Wajah Lea memerah malu melihat pemandangan romantis Ayah dan Bunda.


“ Liat sayang, Ayah selalu gitu sama Bunda di depan aku.. jadi nanti kita harus lebih so sweet.” ucap Gavin sambil mencium kembali bibir Lea.


“ Udah jalan sana nanti keburu siang.. kalau kamu telat jemput aku pergi ke rumah sakitnya sama Bunda aja.” ancam Lea membuat Gavin bergegas masuk ke dalam mobil.


“ Jangan berani pergi kalau nggak sama aku sayang.. aku hukum kamu nanti.” ucap Gavin dari dalam mobil.


Lea hanya bisa meledek dengan memberikan peletan lidahnya. Setelah mobil keduanya pergi, Lea memutuskan untuk kembali ke kamar sebelum pergi bersama Bunda.


Lea terkekeh setelah mengirimkan chat ke nomor ponsel Gavin, Lea sangat yakin sebentar lagi dering teleponnya akan berbunyi. Dan benar saja telepon dari Gavin masuk.


“ Iya.. ada apa ya?” ucap Lea. Dia me- loudspeaker teleponnya.


“ Sayang, aku beneran puter balik ya sekarang..”


“ Ehh, jangan lah.. mau ngapain?”


“ Mau nerkam kamu..”


Mendengar ucapan Gavin, Lea hanya bisa tertawa, di kira Lea ikan mau di terkam.


“ Ish, kalau beneran balik.. aku nggak akan izinin kamu buat nemenin cek bayi aku.”


“ Our baby sayang, dia juga anak aku.”


“ Ehmm.. udah ya, aku mau siap-siap dulu.”


“ Iya, inget nanti jangan terlalu aktif.. dah sayang.”


Lea menaruh kembali ponselnya di atas nakas, dia masuk ke dalam walk in closet untuk mengganti bajunya. Lea kembali tersenyum jika melihat tingkah Gavin, cowok itu selalu berhasil membuatnya terpesona, Gavin yang terkenal dingin dan minim ekspresi itu seolah berubah menjadi cowok konyol dan jail.

__ADS_1


TBC..!!


__ADS_2