PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 26


__ADS_3

" Apa? Chat..?" tanya Gavin.


" Yasudah nanti aku liat ya.. jangan lupa sarapan, nanti aku telepon lagi.. bye sayang."


Gavin memutuskan sambungan telepon lalu masuk ke aplikasi chat, di sana dia tidak menemukan chat yang masuk dari istrinya. Dia pun melihat chat kontak istrinya, ya atas izin istrinya itu Gavin bisa mengetahui aktifitas chat di ponsel Lea dan matanya langsung terbelalak kaget melihat satu chat yang membuat nafasnya memburu.


" Kurang ajar..!! berani dia main-main denganku", umpat Gavin geram sampai membuat Zio dan Arik menolah satu sama lain.


“ Kenapa bos..?” tanya Zio.


“ Kontak Clarissa dengan asistennya, lalu pesankan tiket pulang.” jawab Gavin.


Setelah sarapan pagi, Gavin dan Ayah meninjau kantor cabang yang sedang ada kendala. Dia fokus mendengarkan omongan perwakilan cabang yang sedang menjelaskan kondisi kantor, Zio juga dengan cekatan mencatat semua tanpa ada yang terlewat.


Selama tinjauan, konsentrasi Gavin terpecah. Emosinya semakin bertambah setelah dia terima chat dari orang itu. Langkah Gavin terhenti setelah melihat Clarissa dengan asistennya di restoran hotel. Sepertinya mereka baru mau makan siang.


“ Gavin..” ucap Clarissa saat melihat Gavin mendekat ke arahnya.


“ Kamu mau ikut gabung..?” tanya Clarissa di balas gelengan.


“ Ada yang mau gue tanyain, gue harap lo nggak ngelak atau bohong.” ucap Gavin datar.


Gavin mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan pada Clarissa, gadis itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


“ Gue nggak tau tujuan lo kirim itu ke nomor istri gue tapi satu hal yang harus lo tau Ris, gue nggak akan tinggal diam kalau istri gue di ganggu, siapapun itu gue lawan termasuk lo.”


“ Ga.. Gavin.. Itu bukan aku yang kirim.” ucap Clarissa terbata, wajah Gavin yang dingin dan datar membuat nyali Clarissa ciut.


“ Lalu siapa? Dia..?” tunjuk Gavin pada asisten Clarissa.

__ADS_1


Gavin melihat Clarissa memberikan kode pada asistennya itu dan itu semakin membuat Gavin kesal.


“ Gue nggak masalah kalau kalian nggak ngaku tapi gue harap sekali ini aja lo usik istri gue atau kalian akan terima akibatnya.”


Gavin langsung keluar dari restoran hotel menuju kamarnya, dia ingin segera bertemu dengan istrinya itu. Dia yakin Lea tidak akan bicara dengannya dan menganggap itu semua hal wajar namun tidak untuknya.


Gavin, Zio dan Arik sudah di dalam mobil menuju bandara, Gavin sengaja tidak menghubungi Lea bahwa saat ini dia sedang di perjalanan pulang.


Di kediaman Andres, Lea sedang sibuk dengan maid membuat kue. Niatnya nanti malam dia akan ke rumah Bunda sesuai permintaan Gavin, jadi saat ini dia ingin membuat cake agar bisa dia bawa ke sana.


“ Loyang yang tadi sudah di kasih topping..?” tanya Lea pada Agusta.


“ Sudah Nona, biar kami yang lanjutkan.. Nona menunggu saja di meja pantry.” ucap Agusta, dia tidak mau nyonyanya itu banyak melakukan aktifitas.


“ Iya Nona, biar saya dan Bibi Agusta yang buatkan cakenya.”


Mereka hanya bisa saling tatap, dan pasrah mengikuti kemauan Nyonya mereka.


Agusta dan Sinta mulai fokus membantu Lea membuat cake, Agusta dapat melihat senyum senang di wajah Lea, Nyonyanya itu terlihat bahagia bermain dengan bahan-bahan membuat kue.


“ Apa yang sedang kau buat sayang? Aku sudah bilang kamu jangan terlalu banyak kegiatan.” suara berat di depan pintu membuat Lea dan kedua maid menoleh.


“ Gavin..” ucap Lea lalu menghampiri suaminya itu.


Gavin langsung membawa Lea ke dalam pelukannya, emosi Gavin sedikit berkurang setelah memeluk tubuh istrinya itu.


“ Aku ingin membuat kue buat Bunda..” ucap Gavin.


“ Sekarang kamu ikut aku biar Agusta yang buat cakenya.” Gavin merangkul Lea untuk dia ajak ke kamar mereka.

__ADS_1


“ Aku siapin air hangat dulu biar kamu bisa membersihkan diri.”


Gavin membiarkan Lea masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan dia masuk ke dalam walk in closet untuk mengambil piyama.


Setelah selesai membersihkan diri, Gavin meminta Lea untuk naik ke ranjang mereka.


“ Kamu bukannya satu minggu di Lombok? Kenapa sekarang udah pulang..?” tanya Lea setelah berada di pelukan Gavin.


“ Ada yang ingin aku bicarakan..” balasan Gavin tidak sesuai dengan pertanyaan Lea.


“ Tanya apa..?” ucap Lea.


“ Kenapa tidak bilang kalau kamu dapat chat seperti ini..?” ucap Gavin menunjukkan isi chat pada Lea.


Lea diam tertunduk, Gavin akhirnya tau.


“ Jawab aku sayang, kenapa juga kamu hapus? Biar aku nggak tau..?” Lea mengangguk.


“ Aku rasa isi chat itu benar adanya, aku rebut kamu dari dia.. Dia pantas kesal sama aku.” ucapan Lea membuat tatapan Gavin menajam.


“ mungkin kamu harusnya menikah dengan dia atau wanita dari kalangan kamu.”


“ Bukan itu yang mau aku dengar dari kamu sayang..? Apa sejauh ini kamu masih ragu dengan perasaan ku?” Lea menggeleng.


“ Jujur sama aku.. Kamu nyesel nikah sama aku..?” ucapan Gavin membuat mata Lea berkaca-kaca.


Gavin sedikit kecewa dengan pemikiran istrinya itu, apa selama ini Lea masih ragu dengannya, ragu dengan perasaan sayangnya?


TBC..!!

__ADS_1


__ADS_2