PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 19


__ADS_3

“ Saya terima nikah dan kawinnya Azalea Putri Ardani binti Ivander Ardani dengan mas kawin tersebut tunai.” Jawab Gavin dengan suara tegas dan lantang, Gavin berhasil mengucapkan ijab kabul itu dalam satu tarikan nafas, tidak ada pengulangan dan getar karena grogi.


“ Sah..?” tanya penghulu pada para saksi.


“ Sah..”


Lea tidak dapat menahan rasa haru, hari ini dia resmi menjadi istri Gavin. Tak jauh berbeda dengan Lea, Gavin pun tak bisa menahan rasa bahagianya. Perjuangannya untuk memperistri Lea bisa terwujud hari ini.


Gavin dan Lea saling bertukar cincin, mereka juga menandatangi surat nikah. Dengan bangga keduanya menunjukkan akta nikah di depan fotografer yang mengabadikan moment pernikahan mereka.


“ Selamat menempuh hidup baru Neng, semoga bahagia selalu melingkupi pernikahan kalian.. Umi titip Lea ya.” ucap Umi.


“ Aamiin.. makasih Umi..” balas Lea.


“ Umi tenang aja, Gavin akan berusaha menjadi suami terbaik buat Lea.” ucap Gavin.


“ Selamat Nak, Ayah dan Bunda berdoa untuk kebahagian kalian.”


“ Makasih Ayah, Bunda..” ucap Gavin dan Lea.


“ Selamat datang di keluarga Addison Lea, jaga dengan baik cicit Oma karena dia akan jadi penerus keluarga.” Lea memeluk Oma dengan sayang.


“ Gavin akan jaga Lea dan cicit Oma dengan baik.” ucap Gavin.


Ketiga sahabat Gavin mendekat, mereka memberikan selamat dan hadiah pernikahan untuk Gavin dan Lea.


“ Kawin.. kawin.. akhirnya Gavin kawin..” ucap Faris sambil menyanyi.


“ Dia mah udah kawin bro.. kan udah ada hasilnya di perut Lea.” celetuk Galen.


“ Berarti nggak perlu honeymoon ya Bro..? kadonya di ganti aja kalau gitu.” ucap Devian.


“ Honeymoon tetap dong, ya nggak sayang.” kekeh Gavin langsung mendapat cubitan dari Lea.

__ADS_1


“ Sakit sayang..” keluh Gavin.


“ Kata Bunda aku nggak boleh di sentuh dulu..” ucap Lea.


“ Eh, nggak bisa dong.. nanti malam aku buat kamu bergadang.” protes Gavin.


“ Bisa lah, nanti Lea mau bobo sama Umi.”


“ Aku kurung kamu di kamar biar nggak bisa keluar..”


“ Sopan kah ngomong malam pertama di depan kita..?” ucapan Galen membuat Faris dan Devian tertawa.


Bunda menghampiri Gavin dan Lea, keduanya di minta untuk berfoto bersama dengan keluarga dan kerabat. Kebahagiaan terpancar dari keduanya, sejak tadi Gavin tidak melepas genggaman di jemari Lea.


Lea mengajak Gavin untuk ke kamar make up karena Lea harus bersiap untuk acara resepsi di tambah kantung kemihnya sudah penuh ingin di keluarkan.


“ Kalian keluar dulu, saya mau berbicara berdua dengan istri saya.” ucap Gavin pada kedua perias yang mendandani Lea.


Lea keluar dari kamar mandi sudah mengenakan bathrobe, dia tidak melihat dua perias di meja rias hanya ada Gavin yang sedang bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.


Gavin membuka matanya, dia melihat Lea dengan bathrobenya. Lelaki itu mendekat kearah Lea lalu menarik pelan tubuh Lea.


“ Mba nya aku usir biar kita bisa berduaan.” ucap Gavin, dia menatap wajah Lea yang cantik dan langsung menautkan bibir mereka. Lea spontan mengalungkan lengannya di leher Gavin.


“ Ehm..” reaksi Gavin saat Lea melepas tautan bibir mereka.


“ Nanti kita di cariin Gavin..” Lea melangkah ke depan pintu lalu meminta mua nya masuk.


Lea mulai di dandani untuk acara resepsi, sedangkan Gavin berganti jas dengan warna yang sedana dengan gaun Lea. Setelah keduanya siap, Gavin dan Lea keluar dari kamar make up menuju tempat resepsi. Alunan lagu mengiringi langkah keduanya, paras keduanya yang sangat serasi, cantik dan tampan membuat para tamu yang hadir terhipnotis dengan raja dan ratu sehari itu.


“ Habis acara ini, jangan harap kamu bisa lepas dari pelukan aku..” bisik Gavin di telinga Lea.


“ Ish, omongannya ngga jauh dari itu..” cibir Lea membuat Gavin terkekeh.

__ADS_1


“ Istri aku gemasin banget sih..” ucap Gavin sambil mengecup bibir Lea.


“ Astaga Bro, di sosor mulu.. nggak sadar apa lagi di tonton banyak orang..” cibir Devian.


“ Biasa banget jadi penggangu..” balas Gavin.


Devian terkekeh lalu membisikan sesuatu di telinga Gavin. “ Okay thank bro..”


Cowok itu turun lagi ke bawah untuk berkumpul dengan kedua sahabatnya. Suasana di ballroom hotel sudah ramai dengan rekan bisnis Ayah dan Oma. Keluarga dan para sahabat berbaur dengan kebahagian Lea dan Gavin.


“ Selamat Gavin, biarpun nggak rela tapi aku harap kamu bahagia.” ucap Clarissa.


“ Gue pasti bahagia, thank Ris uda mau datang..” balas Gavin.


“ Makasih mba Rissa, di nikmati ya acaranya.” ucap Lea membuat Clarissa semakin kesal.


“ Muka mba nya galak..” celetuk Lea setelah Clarissa turun dari pelaminan mereka.


“ Cuekin aja sayang..”


“ Dia kayanya suka banget sama kamu..” ucap Lea.


“ Tapi aku sayangnya sama kamu, gimana dong.” jawaban Gavin membuat Lea tersenyum.


“ Ahh masaaa..?” ledek Lea.


“ Aku bisa serang kamu di sini sayang.. mau bukti.” ancam Gavin membuat Lea membelalakkan matanya.


“ Kamu kenapa jadi mesum gini sini.. ya Tuhan.”


“ Mesum sama istri sendiri dapat pahala.”


“ Mesumin aku dong..” tantang Lea.

__ADS_1


Gavin tidak membalas dengan ucapan tapi gerakan tubuh dengan penuh ancaman membuat Lea tertawa melihat tingkah suaminya itu. Ketiga sahabat Gavin menatap senang ke arah pasangan yang tengah berbahagia itu. Bersatunya Gavin dan Lea sedikit mengurangi rasa bersalah di hati mereka.


TBC..!!


__ADS_2