PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 31


__ADS_3

Umi menatap foto yang ada di nakas, foto keluarga kecil mereka saat ulang tahun Lea yang ketiga. Hari bahagia itu berubah setelah Abah mengungkapkan sebuah rahasia besar di hidupnya.


Dari cerita yang mengalir tidak semuanya menjadi kesalahan Abah namun rasa sakit yang di torehkan cukup membuat sesak di hatinya.


Beberapa hari yang lalu, seseorang di masa lalunya datang dan membuat luka lama itu kembali terbuka. Tidak adil memang jika dia melimpahkan kesalahan padanya, dia sama seperti Lea yang tidak tahu kesalahan kedua orang tuanya.


Umi menghembuskan nafasnya, sepertinya Lea sudah saatnya tau rahasia yang selama ini dia simpan.


Gavin mengumpat kesal, Trisa melaporkan hari ini datang lagi makanan untuk Lea dari Galen. Sahabatnya itu sudah seminggu ini rutin mengirimkan makanan ke rumah mereka, bahkan terkadang mengirimkan barang keperluan wanita untuk Lea. Bukan perihal makanan atau barang yang di kirimkan namun perhatian yang tiba-tiba membuat Gavin overthinking.


Dering ponsel membuat Gavin menoleh dari depan laptop dan melihat nama Lea di layar ponsel.


Mylove..


Aku mau ke toko kue sama Trisa ya..


Gavin membalas chat itu untuk mengizinkan, istrinya semenjak hamil tidak terlalu suka keluar rumah, kesibukannya hanya sekitar ruang keluarga dan galerinya. Jadi saat dia izin keluar, Gavin pasti mengizinkan selama masih dalam pengawasan Trisa.


Zio masuk ke dalam ruangan Gavin untuk mengajaknya ke ruang meeting. Hari ini sepertinya Gavin akan di sibukkan dengan pekerjaannya karena ada projek baru yang sedang perusahaannya itu pegang.

__ADS_1


Mobil yang di kendarai oleh supir sudah berhenti di lobby mall, dia dan Trisa masuk ke dalam menuju toko kue langganan Bunda.


Lea mengambil kue dengan berbagai variasi, Trisa ikut membantu membawa nampan yang sudah terisi beberapa macam kue.


" Kamu bawa ke kasir untuk nampan itu, aku mau ambil roti dulu." 


Trisa melangkah menuju ke kasir seperti perintah Lea dan menunggu di sana memperhatikan pergerakan Lea.


Lea masih memperhatikan etalase, dia memilih beberapa rasa dan tanpa sadar ada seseorang di sampingnya. Ingin rasanya semua ingin Lea beli semua dan menunjukkannya pada Gavin.


Buggh..!!


" Eh, maaf Bu.." Ucap Lea menunduk lalu mengambil nampan dan roti yang terjatuh.


" Lo kira gue ibu-ibu? Mata tuh di pakai, norak banget.. Baru pertama kali belanja di mall ya." Semprot orang itu.


Trisa menghampiri dan membantu Lea mengambil nampan dan roti dari tangan Lea, Trisa memandang wanita di depannya, seseorang yang dia kenal.


" Kamu.." Ucap Lea kaget, ternyata Clarissa yang dia tabrak.

__ADS_1


" Iya, ini gue.. Seneng lo bisa foya-foya pakai uangnya Gavin?" 


" Maksud kamu apa?" tanya Lea bingung.


" Alah, gue tuh tau niat lo buat nikahin Gavin biar lo bisa morotin uang dia kan?" umpat Clarissa.


" Aku nggak kaya gitu.." Protes Lea.


" Nggak usah ngelak lo..!!" Clarissa mengangkat tangannya untuk menampar Lea namun ada tangan yang menahannya.


" Berani nyentuh dia, gue pastiin lo akan menyesal." 


Lea dan Clarissa menoleh, tangan Clarissa masih di cengkeram oleh orang itu dan membuat Clarissa kaget. Tatapan tajam yang membuat nyali Clarissa ciut karena baru pertama melihat kemarahan lelaki itu.


TBC..!! 


***


Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN..

__ADS_1


__ADS_2