PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 5


__ADS_3

Lea beranjak ke dalam karena ingin mandi, dia meninggalkan Umi dan Gavin di depan bersama dengan Asep dan Fabian.


Lea masuk ke dalam kamar untuk mengambil bathrobe dan pakaian dalam, dia ingin memasak air panas tapi malas jadi dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi, Lea melihat Gavin sedang menaruh nampan berisi gelas kotor. Cowok itu melihat Lea berbalut bathrobe dengan rambut di gulung tinggi menampakkan leher jenjang putihnya.


“ Kenapa liat Lea kaya gitu..?” tanya Lea, dia mengernyit saat Gavin mendekat padanya.


“ Kamu mau ngapain..?” Lea sudah hendak pergi namun lengannya di tahan oleh Gavin.


“ Bibir kamu sampai biru gini, kenapa nggak masak air panas dulu biar kamu nggak kedinginan..?.” ucap Gavin mengusap bibir Lea.


“ Le..Lea.. ma..malas.” ucap Lea terbata, tak tau kah jarak mereka sangat dekat saat ini. Hembusan nafas beraroma mint menerpa wajah Lea membuat Lea serasa membeku di depan Gavin.


“ Kenapa nggak minta masakin sama aku..?”


Lea menggeleng, “ Lea mau pakai baju dulu..” Lea beranjak dari hadapan Gavin lalu masuk ke dalam kamarnya.


“ Haduh jantung jangan dustak-dustak gini dong..” ucap Lea sambil memegang da*a nya.


Sedangkan Gavin terkekeh melihat kegugupan Lea, jangan lupa tatapan polos yang membuat Gavin selalu gemas. Entah sadar atau tidak sebenarnya Gavin nyaman dengan kedekatan mereka namun saat Lea pergi membuatnya sadar rasa sayang itu sebenarnya juga sudah ada.


Gavin baru saja selesai mandi, dia melangkah menuju teras rumah. Terlihat Lea sedang berbicara dengan Umi sambil membaringkan kepalanya di paha Umi.


“ Umi, masih inget nggak keinginan Abah waktu Lea lulus SMA..?”


“ Inget dong, Abah ingin ajak kamu berlibur di pantai karena Abah tau kamu sangat suka sama laut.”


“ Iya, tapi Abang nggak bisa ajak Lea pergi ke pantai gara-gara kecelakaan itu.”

__ADS_1


“ Kamu bisa pergi nanti sama Umi, setelah semua hasil panen habis terjual kita liburan ke pantai.”


“ Janji ya Umi..”


“ Iya, oiya kuliah sama kerja part time kamu gimana..?”


“ Lea ambil cuti dulu Umi sampai dia lahir, kalau kerjaan Lea di cafe, Lea udah ngajuin resign.”


“ Gapapa si dede tinggal sama Umi sementara kamu di kota..?”


“ Ya mau gimana lagi Umi, Lea harus selesain kuliah biar Abah bangga Lea bisa jadi sarjana biarpun Lea udah ngecewain Abah dengan keadaan Lea saat ini.”


“ Apa yang terjadi sama kamu, bukan sepenuhnya salah kamu.. Umi ngerti, bahkan Abah jika masih ada juga pasti sama kaya Umi, kecewa itu pasti neng bahkan marah pun kami berhak namun apa dengan marah dan kecewa dapat mengembalikan semuanya..?”


“ Maafin Lea, Umi..” ucap Lea sedih.


“ Saat ini kamu harus bisa kuat untuk ‘dia’.. rawat dan didik ‘dia’ jadi anak yang baik.”


“ Dede bayi punya Ayah neng, Gavin ke sini juga mau memperbaiki semua kenapa nggak kamu kasih kesempatan kedua..?”


“ Lea nggak mau membebani Gavin dan memaksa dia untuk terima anak ini Umi.. Lea juga masih bisa jadi orang tua tunggal buat dia.”


“ Cukup Lea aja yang sakit Umi tapi jangan anak ini.”


“ Umi liat Gavin perhatian dan sayang sama kamu.”


“ Nggak tau Umi, Lea bingung..”


Gavin terdiam setelah mendengar ucapan Lea, wanitanya itu harus menanggung derita akibat perbuatannya bahkan anaknya pun harus ikut merasakan kesedihan Bundanya.

__ADS_1


Gavin keluar untuk menghampiri Umi dan Lea, melihat kedatangan Gavin kearah mereka membuat Lea bangun dari rebahannya. Umi tau Gavin ingin berbicara dengan putrinya jadi dia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


“ Nanti malam pasti lebih dingin ya hawanya..?” Gavin duduk di samping Lea.


“ Iya, semakin malam hawanya akan semakin dingin..”


Lea menatap ke depan tanpa melihat kearah Gavin yang sejak tadi memandangnya. Lea tampak cantik dalam balutan piyama tidurnya.


“ Kamu di sini mau berapa lama..?” ucapan Lea membuat Gavin tersadar.


“ Ahh, kenapa..?”


“ Kamu mau di sini sampai kapan..?”


“ Aku akan terus di sini sampai kamu ikut pulang sama aku.”


“ Pulang kemana Gavin..? di sini rumah aku.”


Gavin merubah posisi duduknya jadi menghadap kearah Lea, dia lalu menggenggam jemari Lea.


“ Mungkin maaf aku nggak akan merubah semua yang udah terjadi tapi aku mohon izinin aku untuk memperbaikinya.. anak kita butuh keluarga yang lengkap, dia butuh kasih sayang dari kita berdua bukan cuma dari kamu.. mau ya menikah sama aku..?”


“ Kalau kamu mau menikahi Lea karena rasa tanggung jawab atas anak ini, Lea nggak mau Gavin.. dia tetap bisa dapat kasih sayang dari kamu tanpa harus kita menikah.”


“ Ini semua salah Lea karena terlalu sayang sama Gavin jadi biar ini menjadi tanggung jawab Lea untuk merawat dia dengan baik.”


“ Nggak Lea, aku nggak akan biarin kamu menanggung semuanya sendiri, ini juga salah aku.. aku mohon..”


Lea masih terdiam, dia melihat kesungguhan di mata Gavin. Netra berwarna emerald yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pemilik mata indah itu.

__ADS_1


“ Bantu Lea untuk percaya lagi..” Gavin mengangguk lalu memeluk tubuh Lea. Dia akan berusaha untuk mendapat kepercayaan Lea lagi, apapun itu akan dia lakukan.


TBC..!!


__ADS_2