
Pesawat pribadi keluarga Addison baru saja tiba di bandara Zainuddin Abdul Madjid, Gavin turun di ikuti oleh Arik dan Zio. Mobil perusahaan sudah menunggu di depan pintu kedatangan.
“ Halo sayang.. Aku baru aja sampai lagi mau otw ke hotel.” ucap Gavin saat teleponnya di angkat oleh Lea.
“ Kita ke hotel A dulu, Ayah sudah nunggu di sana..” ucap Gavin pada supir.
Mobil keluar dari pelataran bandara menuju hotel dimana Ayah dan Diego berada. Baru beberapa pergi meninggalkan Lea, dia sudah kangen dengan wajah cantik istrinya itu di tambah sebelum berangkat tadi istrinya baru saja mual dan muntah karena kehamilannya. Dia berharap masalah di sini cepat selesai agar dia bisa segera pulang.
“ Gavin..” panggil seseorang membuat Gavin menoleh, di sana Clarissa berjalan dengan asistennya.
“ Rissa..” ucap Gavin.
“ Kamu ngapain disini..?” tanya wanita itu.
“ Lagi kunjungan, lo sendiri lagi liburan?” Gavin bertanya balik.
“ Aku lagi ada pemotretan Gavin sekalian liburan..” kekeh Clarissa, dia spontan merangkulkan tangannya di lengan Gavin dan mengajak masuk.
Gavin membiarkannya karena Clarissa memang sudah biasa seperti itu namun Gavin tidak menyadari kalau asisten Clarissa mengambil foto mereka.
Selama Gavin berbicara dengan Ayah, Clarissa memilih meja berbeda dan membiarkan cowok itu fokus dengan pembicaraannya.
“ Lihat, kau pasti suka..” ucap Asisten Clarissa menunjukkan foto pada bosnya.
“ Good, lo emang bisa di andelin.. Sambil menunggu Gavin selesai, pesen minuman sana.”
Asisten itu beranjak untuk memesan minuman meninggalkan Clarissa yang telah asik bermain ponsel.
“ Lo berapa hari di sini..?” tanya Gavin setelah Ayah pergi meninggalkan restoran hotel.
“ Sekitar 4 hari, kalau kamu berapa lama di sini..?”
“ One weeks..” jawab Gavin singkat.
“ Kasian banget pengantin baru udah pergi kerja..” ledek Clarissa.
__ADS_1
“ Bercanda Gavin..” lanjutnya lagi saat melihat tatapan tajam Gavin.
“ Zio, kamu duluan aja ke kamar.. Biar saya sama Arik nanti nyusul.”
“ Baik..” Zio beranjak meninggalkan restoran.
“ Istri kamu kenapa nggak di ajak..?”
“ Dia sedang kurang sehat.. Lagi pula Lea belum boleh bepergian naik pesawat.”
“ Oiya, waktu itu aku lihat kalian baru keluar dari ruangan dokter kandungan..Lea hamil?"
“ Iya.. dia lagi hamil anak gue..”
Clarissa tercengang, dia tidak salah menduga. Gavin akan memiliki anak dari wanita itu. "Pernikahan mereka baru hitungan hari, berarti Lea..?" gumam Clarissa dalam hati.
“ Bos, saya mau angkat telepon dulu.” Arik keluar restoran menuju taman belakang hotel.
“ Lo masih lama nggak? Gue mau ke atas sekalian mau ke toilet.”
“ Pake aja, yaudah gue ke toilet restoran aja..” Gavin beranjak menuju toilet meninggalkan Clarissa sendiri.
Clarissa membuka ponsel Gavin dan mencari nomor hape Lea, dia juga membuka chat terakhir yang belum sempat di baca oleh Gavin dan menghapusnya.
“ Gue ke atas duluan ya..” Gavin mengambil ponselnya dan melangkah menuju lantai di mana kamarnya berada. Dia melihat layar ponselnya ternyata hampir lowbet dan dia melihat aplikasi hijau tidak ada chat yang masuk dari istrinya.
Setibanya di kamar Gavin langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dia ingin merilexkan diri sebelum berkutat dengan pekerjaan.
Gavin melangkah menuju meja di dalam kamarnya, dia mengambil laptop dan mulai fokus dengan pekerjaannya.
Sedangkan di tempat berbeda Lea masih memandangi ponselnya, pesannya belum di baca Gavin. Apa suaminya itu sedang sibuk bekerja sampai lupa membaca dan membalas chatnya?
" Halo Rik..?" ucap Lea saat Arik mengangkat teleponnya.
" Oh gitu, ya sudah makasih infonya.." ucap Lea memutuskan sambungan telepon setelah Arik menginfokan keadaan bos nya.
__ADS_1
Lea akhirnya menaruh ponselnya dan merebahkan badannya, Arik sudah cerita kalau tadi Gavin sudah berada di kamar. Mungkin benar kalau dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.
***
Gavin mengerjapkan matanya, dia tidak sadar sudah tertidur di meja tempatnya semalam menyelesaikan tugas kantornya.
"Aghh.." cowok itu merenggangkan badannya, semalaman dengan posisi tak nyaman membuat badannya sakit.
Gavin baru ingat, hape nya lowbet semalam dan lupa untuk di charge. Dia melihat ponsel itu tergeletak di meja nakas. Menunggu sampai terisi sebagian, Gavin memutuskan untuk mandi sebelum dia turun ke bawah untuk sarapan pagi dengan Ayah.
Setelah di rasa rapi dan siap untuk turun, Gavin mengambil ponsel dan tas laptopnya. Dia bertemu dengan Zio dan Arik yang juga keluar dari kamar mereka.
" Pagi Bos.." ucap Arik dan Zio bersamaan.
" Pagi Zi, Rik.."
" Bos, semalam Nona Lea telepon nanyain bos." ucap Arik membuat Gavin menoleh, dia langsung mengambil ponselnya.
Gavin menyalahkan ponselnya yang sejak tadi mati selama di charge. Dia mencari kontak istrinya lalu menghubungi nomor tersebut.
" Halo sayang.. maaf semalam hape aku lowbet terus lupa di charge." ucap Gavin setelah Lea mengangkat teleponnya.
" Apa? Chat..?" tanya Gavin.
" Yasudah nanti aku liat ya.. jangan lupa sarapan, nanti aku telepon lagi.. bye sayang."
Gavin memutuskan sambungan telepon lalu masuk ke aplikasi chat, di sana dia tidak menemukan chat yang masuk dari istrinya. Dia pun melihat chat kontak istrinya, ya atas izin istrinya itu Gavin bisa mengetahui aktifitas chat di ponsel Lea dan matanya langsung terbelalak kaget melihat satu chat yang membuat nafasnya memburu.
" Kurang ajar..!! berani dia main-main denganku", umpat Gavin geram sampai membuat Zio dan Arik menolah satu sama lain.
TBC..!!
***
Oo..ohh siapa dia..?
__ADS_1
Terus dukung cerita aku ya bestie dengan cara LIKE, KOMEN, dan VOTE..