PURPLE LOVE

PURPLE LOVE
Chapter 42


__ADS_3

Gavin, Arik dan Zio sudah dalam perjalanan ke Jakarta. Gavin sudah tidak sabar bertemu dengan Lea, dua hari tak mendengar rengekan langsung dari istrinya itu membuat Gavin sangat merindu.


Dia melihat jam sudah menunjukkan 10 malam. Lea pasti sudah tertidur, terbiasa tidur cepat di tambah kebiasaan yang sudah Gavin terapkan untuknya semenjak hamil membuat jam tidur Lea semakin teratur.


Mobil yang di kendarai oleh Arik sudah terparkir di carport. Gavin melangkah masuk ke dalam menuju lift.


Gavin membuka pintu kamar dengan perlahan, dia melihat Lea sudah tertidur pulas. Sebelum menghampiri Lea, Gavin memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


" Kamu gemasin banget sayang.." Ucapnya saat duduk di samping Lea.


Gavin langsung memeluk tubuh Lea, dia tau istrinya tak akan bangun kalau sudah pulas tidurnya. Gavin pun menyusul Lea untuk tidur sambil memeluk tubuh istrinya itu.


Lea mengerjapkan matanya, dia melihat Gavin tertidur di sampingnya.


" Dek, Mama kayanya kangen banget sama Papa sampai lihat Papa disini..?" Gumam Lea sambil menguap.


Gavin mendengar gumaman Lea, dia melihat istrinya masih mengantuk jadi mengira dirinya masih di luar kota.


" Tuh kan pelukannya berasa juga.." Gavin terkekeh lalu mencium pipi Lea dan membisikan sesuatu.


" Sayang.. Kamu beneran udah pulang?" Ucap Lea sambil berbalik badan.


Gavin mengangguk, " Iya sayang.." 


" Beneran..?" 


Raut muka Lea membuat Gavin tersenyum geli, " Beneran ini aku.. Emang ada Gavin yang lain?"


Bugh..


" Aduh, aku kenapa di pukul..?" Keluh Gavin.


" Kenapa pulang nggak bilang?" Omel Lea.


" Kejutan sayang.." Cengir Gavin tapi tetap membuat Lea kesal.


" Ish, Aku kan mau sambut kamu pulang, siapin makanan sama tampil cantik biar kamu senang."


Gavin tersenyum, " Kamu nggak perlu lakuin itu sayang, aku memang sengaja buru-buru pulang karena sudah kangen sama kamu.."


" Lea kangen banget.. Welcome home sayang." Ucap Lea sambil memeluk Gavin.


Gavin melepas pelukan mereka, dia menatap wajah Lea. Wajah natural tanpa make up yang membuat Gavin menggila jika di dekatnya, Gavin mendekatkan wajah lalu mencium bibir Lea dengan lembut.


Naluri alami mengantar mereka untuk menyatukan cinta dengan jutaan rindu yang sudah tertahan beberapa hari ini. Perlakuan lembut Gavin membuat Lea terbuai dan menikmati permainan mereka.

__ADS_1


" Makasih sayang.." Ucap Gavin sambil mencium Lea.


Lea hanya mengangguk, dia masih memeluk leher Gavin. 


" Aku kalau nggak inget ada baby kita, rasanya aku nggak mau berhenti.. Kamu udah jadi candu bikin aku mau terus."


" Ish mesum.."


Gavin terkekeh, dia menghujami muka Lea dengan banyak kecupan.


" Gavin.." Rengek Lea menjauhkan wajah suaminya.


" Aku masih ngantuk tapi laper.."


" Aku ambilin sarapannya.." Gavin beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan Lea yang masih bergelung di dalam selimut dengan tubuh polosnya.


...🌼🌼🌼...


Entah sudah beberapa kali dia menghembuskan nafasnya, semangatnya seakan lenyap setelah menerima tagihan pembayaran kartu kredit yang masuk di emailnya.


" Kalau kaya gini bisa kelaparan gue buat nutupin tagihannya.." Dumel gadis itu.


" Wajah gue cantik tapi kenapa cowok tampan dan tajir nggak ada yang tertarik ya..? Ada cowok tampan tapi kere, hari gini cuma mikirin cinta bisa nggak makan."


Dia memandang foto di galerinya, foto dia dengan seorang lelaki dan teman-temannya.


Gadis itu mencari nomor hape Gavin lalu mengirimkan chat ke nomor lelaki itu.


" Gue kayanya harus berjuang lagi buat dapetin hatinya walaupun harus bersaing sama Clarissa, setidaknya satu pesaing udah nggak ada."


Sheena melangkah masuk ke dalam cafe, jam istirahatnya sudah selesai dan dia harus kembali berkutat dengan pekerjaannya.


Gavin melangkah masuk ke dalam galeri, istrinya itu sedang fokus dengan car air dan canvas. 


" Sayang, aku bawain susu buat kamu.. Di minum dulu."


" Bentar sayang, taruh di meja dulu.. Sebentar lagi selesai.."


Gavin menaruh gelas itu di meja lalu duduk di samping Lea.


" Kamu kalau lagi di sini suka lupa waktu, aku sampai di lupain." Protes Gavin.


" Kan tadi kamu lagi sibuk juga di ruang kerja jadi aku ke sini.."


" Nanti kalau cat airnya habis, aku nggak mau beliin lagi.. Kamu nemenin aku aja di ruang kerja sambil baca novel."

__ADS_1


" Aku melukisnya di ruang kerja kamu aja berarti tapi jangan nggak di beliin ih.."


" Habis ini aku boleh berenang?"


Gavin menggelengkan kepalanya, " No sayang.. Kamu nggak boleh banyak aktifitas kecuali aktifitas sama aku."


" Ish, nggak boleh gitu.." 


" Aku nggak terima bantahan.. Nurut sama aku, itu juga buat kebaikan kalian."


Lea mendengus kesal, dia kan hamil bukan sakit sampai nggak boleh ngapa-ngapain.


Tring..


Gavin melihat ada chat masuk di ponselnya, dia langsung membuka ternyata dari Sheena.


" Ini cewek maunya apa sih..? Udah di tolak padahal masih ganggu aja.." Gumam Gavin dalam hati setelah membaca pesan dari Sheena.


" Chat dari siapa sayang..?"


" Bukan dari siapa-siapa sayang, salah kirim kayanya.."


Lea mengulurkan tangannya, " Aku udah selesai.."


Gavin bangun dari duduknya lalu menggendong Lea.


" Aku mau bikin kue boleh..?"


" No, lebih baik kamu pelukin aku aja di kamar.."


" Aww.." Pekik Gavin saat Lea menggigit pundaknya.


" Nggak percaya cuma peluk doang, itu mah modus.."


Gavin tertawa, " Itu tau.."


Lea menciumi leher Gavin membuat lelaki itu menggeram. " Nggak usah mancing sayang.. Nanti aku kurung beneran ya..?"


Lea terkekeh mendengar ucapan kesal Gavin, " Kurung aku dong.." Tantang Lea membuat Gavin membelalakan matanya.


Gavin bergerak cepat menuju lift membuat Lea tertawa melihat tingkah suaminya itu. Tingkah yang membuat Lea semakin cinta pada lelaki itu dan Lea berharap bahagia akan tetap menjadi miliknya.


...🌸🌸🌸...


Terus tungguin Chapter selanjutnyaa... 😚

__ADS_1


Jangan lupa VOTE, KOMEN dan LIKE ya..


__ADS_2