
" Jadi mulai saat ini, kalau bertemu dengan Clarissa maupun wanita-wanita yang memuja suami tampan kamu ini, angkat kepala kamu biar mahkota kamu nggak jatuh.. inget, kamu pemenangnya sayang."
Lea mengangguk lalu memeluk Gavin, suaminya selalu berhasil membuatnya tenang.
" Kamu ajarin aku buat sombong yaa?" ucap Lea setelah melepas pelukannya.
" Sombong..?" tanya Gavin bingung.
" Itu tadi kamu bilang aku harus sombong kalau ketemu Clarissa dan wanita pemuja kamu" ucapan Lea membuat Gavin tertawa.
" Kalau itu harus sayang biar mereka nggak berani buat ganggu aku.."
" Iya..iyaa.. udah ah aku mau bobo lagi, ngantuk!!" Lea kembali merebahkan tubuhnya.
" Eh, siapa yang suruh kamu bobo.. kamu harus terima hukuman aku." ucap Gavin dengan senyum smirk nya.
Gavin tertawa melihat wajah kaget istrinya itu, dia mendekatkan wajahnya lalu mencium lembut bibir Lea. Lea harus merelakan waktu tidurnya karena gangguan suaminya itu.
Pagi harinya Gavin tidak menemukan Lea ada di sampingnya, Gavin pun bangun dari tidurnya untuk membersihkan diri sebelum mencari keberadaan istrinya itu.
Aroma masakan langsung tercium saat kaki Gavin tiba di lantai bawah. Dia pun melangkahkan kakinya menuju dapur dan melihat Lea sedang asik memasak di bantu dengan Agusta.
" Kamu masak apa sayang?" ucap Gavin lalu memeluk Lea dari belakang.
" Gavin..! kamu ngagetin aja.. duduk di sana cepat, jangan ganggu aku." usir Lea sambil melepaskan pelukan Gavin.
" Aku nggak minta kamu buat masak ya, kasih semuanya ke Agusta.. kamu duduk juga sama aku." ucap Gavin.
" Tanggung, dikit lagi juga selesai." tolak Lea.
" Suka nggak nurut kalau di bilangin.." Gavin menggendong Lea membuat istrinya itu memekik kaget.
__ADS_1
" Aku sediain 5 maid di rumah ini biar kamu nggak perlu repot dengan urusan rumah dan dapur sayang.. jadi sekarang, duduk manis samping aku biar mereka jalanin tugasnya."
" Habis sarapan kita ke mall yuk.." ajak Gavin.
" Kamu mau beli apa?" tanya Lea.
" Ya Tuhan sayang.. aku ngajakin biar kamu bisa shopping, kasian black card aku di anggurin."
" Tapi aku nggak ada yang mau di beli, barang-barang hadiah kita nikah masih ada yang belum aku pakai."
" Sekarang kamu sarapan dulu, nanti kita jemput Bunda biar bisa ikut ke mall."
" Ish, pemaksa.." cibir Lea.
" I love you too sayang.." jawab Gavin cuek sambil memakan sarapannya.
Lea, Gavin dan Bunda sedang berkeliling mall, Gavin mengikuti langkah kedua wanita di depannya bersama dengan Arik dan Trisa. Kedua ajudan itu sudah menenteng beberapa kantong belanjaan hasil buruan Bunda dan Gavin.
Lea mengangguk, Gavin mengajak mereka untuk masuk ke dalam restoran yang ada di sana. Mereka memutuskan untuk makan siang sebelum kembali berkeliling.
Bunda berinisiatif untuk memesan menu andalan di restoran itu, Gavin pun tidak mempermasalahkan sedangkan Lea membelalakan matanya melihat semua makanan yang memenuhi meja mereka.
" Sayang, makan yang banyak biar kamu dan cucu Bunda tambah sehat." ucap Bunda.
" Ini banyak banget Gavin, aku pasti nggak habis." rengek Lea.
" Kamu makan sampai kenyang aja nanti sisanya ada Arik dan Trisa yang bisa abisin." ucap Gavin sambil mengusap puncak kepala Lea.
" Nanti kalau Arik sama Trisa kekenyangan kasian buat bawain kantong belanjaan kita sayang." ucap Lea.
" Aku nggak suka ya kamu perhatian gitu sama Arik." protes Gavin.
__ADS_1
" Kamu ini cemburu an banget sih.." cibir Bunda.
" Lea cuma boleh perhatian sama aku Bun.." ucap Gavin membela diri.
" Arik, nanti kalau udah kenyang jangan mau habisin makanannya." ucapan Lea membuat Gavin menatap tajam istrinya itu.
" Sayang..!!" ucap Gavin membuat Bunda dan Lea tertawa.
" Seneng kamu di kasih perhatian sama Lea.." cibir Gavin pada Arik yang sedang tersenyum.
***
Pagi ini Gavin sudah bersiap untuk pergi ke kantor, setelah kemarin dia meliburkan diri saatnya kembali dengan rutinitas kerjanya.
" Aku berangkat dulu.. jangan melakukan banyak aktifitas, kalau mau pergi harus kabarin aku." ucap Gavin sambil memeluk tubuh dan mencium kening Lea.
" Iya, hati- hati di jalan.." balas Lea.
Gavin masuk ke dalam mobil di ikuti dengan Arik, setelah mobil Gavin hilang dari pandangan Lea masuk kembali ke dalam.
Setibanya di kantor, Gavin melihat Clarissa sedang duduk di sofa lobby. Merasa tidak ada urusan dengan gadis itu Gavin tetap melangkah tanpa menyapa.
" Bilang aku tidak ingin di ganggu.." ucap Gavin pada Arik.
" Gavin.." panggil Clarissa saat lelaki itu tidak menghampiri dirinya.
" Mohon maaf Nona, bos sedang tidak ingin di ganggu.." hadang Arik menghentikan langkah Clarissa yang akan menghampiri Gavin.
" Gavin.. aku ingin bicara." teriak Clarissa namun tetap di abaikan oleh Gavin.
Clarissa hanya bisa pasrah meninggalkan kantor Gavin karena gagal berbicara dengan lelaki itu. Dia semakin kesal karena Gavin semakin sulit untuk di dekati.
__ADS_1
TBC...!!!