Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Lulus


__ADS_3

Sudut Pandang Earnest


Aku kewalahan menyikapi diriku sendiri karena merasa terlalu bahagia. Rasanya seperti sedang tidak berjejak di bumi, melayang-layang di atas awan, bahkan kadangan tidak percaya bahwa cintaku bersambut.


Naluri pria-ku mengagumi fisiknya 1000%. Aku bertanya-tanya, apa yang Tuhan pikirkan ketika sedang menciptakan seorang Jade? Apakah Tuhan secara khusus menciptakannya untukku? Bisa jadi. Berdasarkan kualifikasi profil seorang Earnest Lee, Tuhan pasti menyiapkan seseorang yang sempurna seperti Jade untuk mendampinginya. Lihat, aku bahkan membuat kesimpulan bodoh seperti itu. Akhirnya masuk akal, mengapa aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Aku menunggu kamu Jade, kamu! Kau sempurna untukku, dan tidak pernah akan melepaskanmu dari hidupku, tidak pernah!


Dan kepribadiannya membuatku jatuh cinta lebih dalam. Dia adalah buku yang terbuka, bisa dengan bebas mengatakan semua yang ada di pikirannya, sisi lain dari dirinya yang paling ku sukai. Dia tidak punya agenda tersembunyi, murni dan polos. Aku merasa menjadi pria paling beruntung di dunia karena telah menemukannya. Aku percaya bahwa Tuhan telah mengantarkannya ke depan pintuku. Dan aku harus berterima kasih untuk itu. Dan itu! Ketika dia dengan genit meminta yang 3% lagi, benteng pertahananku runtuh. Aku sangat lemah untuknya.


Dia bergerak meraih wajahku dan mencium bibirku. Dia pandai melakukannya. Sisi jantanku terbangun dalam hitungan detik.


...


Ku cium wajahnya bertubi-tubi dan dia cekikikan menerima perlakuanku. Ku temukan hal baru lainnya, Jade sangat cantik, itu adalah versi dirinya yang paling cantik, ketika dia sedang bahagia. Aku tertantang untuk bisa membuat dia bahagia seunur hidup. Agar aku bisa melihat sisi dirinya yang itu selamanya. Aku merasa seperti seorang raja yang baru saja memenangkan peperangan memperebutkan tahta untuk menguasai dunia, dan aku memiliki seorang ratu di pelukanku. Sempat-sempatnya dia mengkhawatirkan karierku. Dia tidak tahu, aku bahkan lebih khawatir tidak akan bisa mendapatkan hatinya dibanding jika aku harus berhenti dari karierku.


“Berapa persen yang ku dapatkan ?” Aku berbisik di telinganya, menggodanya. Dia terkikik pelan.


"Mungkin 1000%?"


“Itu jauh melebihi target, aku harus mendapat hadiah kalau begitu.” Kami tertawa, dan aku sangat menyukai momen itu.


"Apa yang kau mau dari ku?"


"Menikahlah denganku..." Dia terkekeh lagi dengan lembut.


"Itu terlalu cepat."


"Jadi bisanya kapan?"

__ADS_1


"Aku ada permintaan. Tolong bantu aku..."


"Pasti akan ku bantu. Katakan saja.”


"Tolong bantu untuk menemukan siapa aku..." Suasana berubah serius. Dia akhirnya membuka diri. Pasti akan ku bantu.


"Kamu Jade." Ku jawab dengan becanda. Dan dia terkekeh.


"Aku tahu. Kau sudah memperoleh semua informasi tentang aku kan?" Aku tertangkap basah.


"Kok tau?"


“Begitulah cara kalian bekerja. Aku tau setelah lama mengikuti Gaia. Setiap kali penasaran tentang seseorang, dia menggunakan jasa detektif swasta untuk mendapatkan detail informasi tentang orang itu.”


"Jade, aku membencinya sekarang, tolong jangan hancurkan suasana ini dengan menyebut namanya..."


“Mari kita bicara tentang dirimu. Coba ceritakan lebih lanjut.”


“Aku? Mmm... Aku tidak ingat apa pun sebelum aku berusia 10 tahun. Waktu umur 10 tahun itu, aku ingat seorang wanita meninggalkanku di taman sebuah gereja. Kemudian aku dipungut oleh seorang nenek dan akhirnya tinggal bersamanya. Dari ceritanya, sejak dia menemukan aku di sana, aku tidak bisa bicara, sampai 2 tahun lamanya. Ingatan tentang asal usulku hanya sebanyak itu. Kemudian, semua benda yang melekat di tubuhku ketika ditinggalkan di sana sudah ku bakar, dress, sepatu, entah apa lagi, pokoknya semua yang menempel di tubuhku pada saat itu. Itulah sebabnya aku tidak suka mengalami hal itu lagi. Perasaan ditinggalkan begitu saja, sangat  menakutkan. Lebih baik aku hidup sendiri daripada dimiliki lalu kemudian ditinggalkan. Tolong jangan lakukan itu padaku. Jika kau terpaksa melakukannya kelak, tolong beri tahu aku jauh-jauh hari. Agar aku bisa mempersiapkan diri...”


“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu...”


“Maksudku, siapatau. Tidak ada yang tau kan? Hati manusia bisa saja berubah. Kau harus beritau aku sebelumnya. Jangan pergi begitu saja.”


“Sudah ku bilang, itu tidak akan terjadi.”


“Kalau-kalau kamu berubah pikiran. Siapa tahu kan?" Dia bandel. Ku towel hidungnya.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku mungkin melakukannya?"


“Fakta bahwa aku ditinggalkan di sana saat itu, bilang saja dibuang. Berarti aku tidak diinginkan. Wanita itu pasti punya alasan. Apa pun itu, dia melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Bisa saja kau berpikir tidak akan mungkin meninggalkan aku. Tapi siapatau aku akhirnya punya sesuatu yang menjadi alasan untuk kau melakukannya. Dan tidak masalah. Ku pikir aku akan bisa meng-handle perasaanku, asalkan kau beritahu aku jauh hari, dan apa alasannya. Oke?"


“Aku yakin itu tidak akan terjadi. Yang ada malah kau yang akan pergi meninggalkan aku.”


"Entah. Bisa jadi. Aku tidak bisa berjanji untuk tidak melakukannya." Ku tatap matanya dengan kesal.


"Tuh kan? Aku tidak boleh meninggalkanmu tetapi kamu bisa melakukan itu padaku?"


"Iya." Dia menjawab dengan polosnya.


"Apa-apaan itu. Tidak adil namanya.” Aku melonggarkan pelukannya di tubuhkuk tapi dia memelukku lebih erat lagi.


“Tetaplah begini, jangan dilepaskan.” Aku mengalah.


“Baiklah, tapi jawab dulu pertanyaanku. Apa kira-kira alasan yang membuatmu akan meninggalkanku?"


“Mmm… Ketika ada hubungannya dengan hal-hal yang tidak seharusnya kau lepas demi aku? Keluargamu mungkin saja tidak menyetujui hubungan kita? Atau mungkin, karirmu dipertaruhkan karena kamu akan menikah dengan seseorang yang tidak signifikan seperti aku. Alasan-alasan semacam itu.”


“Tidak boleh. Bahkan jika alasan semacam itu menjadi fakta, kau tidak boleh pergi meninggalkan aku. Kita harus tetap bersama, seperti ini, selamanya...” Dia terkekeh dan aku mendapat ciuman di dadaku. Rasanya seperti sengatan listrik mengalir di tubuhku. Sentuhan-sentuhannya menjadi candu bagiku.


"Oke kalau begitu. Aku juga suka ide itu. Aku suka terjebak dalam pelukanmu seperti ini.” Ku cium ubun-ubunnya. Pengakuan itu membuatku mabuk kepayang.


“Sudah pernah coba melakukan sesuatu untuk menemukan siapa Jade sebenarnya? Coba cerita, agar aku tau mulai dari mana.”


“Yang bisa ku lakukan hanya mencoba mengingat. Aku masih mengunjungi taman gereja itu dari waktu ke waktu, berharap bisa mengingat wajah wanita itu. Tapi tidak bisa. Aku tidak ingat apa-apa. Aku pernah berpikir untuk mengirim sampel DNA ke kantor polisi, pusat pencarian orang hilang, siapa tahu cocok dengan DNA seseorang. Tapi aku berada dalam dilema. Terlalu takut mengantisipasi hal-hal di luar dugaanku. Bagaimana jika mereka tetap tidak menyukaiku? Mereka membuangku kan karena itu? Namun aku sangat takut jika dugaan itu menjadi kebenaran. Bahkan sesekali, aku berharap, wanita itu mungkin tidak sengaja meninggalkanku di sana. Mungkin dia mengalami kecelakaan ketika akan menjemputku kembali. Atau jangan-jangan dia sudah meninggal? Aku suka menghayalkan alasan-alasan semacam itu untuk menghibur diri. Setidaknya aku bukanlah anak buangan. Tolong aku. Earnest Lee ini, pasti bisa melakukan apa saja jika dia mau kan?”

__ADS_1


Aku mendapatkan apa yang ingin ku ketahui. Jade sedang mencari siapa dirinya. Hidupnya benar-benar tidak mudah. Tapi dia wanita yang kuat bisa bertahan sampai sejauh itu. Aku terharu dan bangga.


__ADS_2